Suamiku Galak

Suamiku Galak
39. Wujud Asli Meta


__ADS_3

Ditunggu like dan komennya 🤗🤗


Cuz ....


💃💃💃


Meta tidak mau kalah begitu saja. Ia pun menjerit, “Sayang Galaaak …. Sakiiit ….”


“Apasih?” sahut Galak. Padahal Meta tadi kelihatan baik-baik saja. Kenapa malah berubah tiba-tiba?


“Sakit banget habis Sayang Galak gituin. Aku tahu Sayang Galak pengen banget. Tapi, kan, Meta masih sakit,” rengek Meta semakin menjadi-jadi.


Gituin? Apa maksudnya gituin?


Tiba-tiba Galak mendengar suara bisik-bisik dan tawa lirih. Meski melirik, ia bisa melihat beberapa pekerja yang melewati ruang tamu. Seketika dia mengerti.


Jadi, maksudnya gituin adalah itu? Itu yang itu?


Galak menggaruk keras kepalanya yang tidak gatal. Bagaimana ia bisa lupa kalau Meta adalah aktris papan atas alias si rubah betina?


“Sayang Galaaak …. Meta enggak kuat di siniii ….” Meta semakin merengek.


Ah, sialan perempuan itu. Awas saja kalau sampai di dalam kamar!

__ADS_1


Untuk sementara, Galak pasrah. Ia pun menggendong Meta lalu berjalan menuju kamar. Sesampainya di dalam kamar Meta, sebenarnya Galak ingin sekali melemparkan Meta saat itu juga. Namun, tangan Meta menggantung erat di lehernya. Jadi, percuma saja. Lagi pula kaki Meta yang masih belum membaik, akan membuat Galak menjadi pelaku perencana pembunuhan nantinya.


Galak pun meletakkan Meta ke atas ranjang dan menempatkan kepala Meta ke atas bantal. Namun, saat Galak hendak bangun, Meta tetap tidak mau melepaskan tangannya.


“Lepasin tanganmu,” titah Galak.


Meta tidak mengabulkannya. Ia malah menatap Galak lekat-lekat.


“Sayang Galak,” panggil Meta.


“Apa?” sahut Galak.


“Apa Sayang Galak enggak bisa cium Meta?” tanya Meta dengan wajah memelas.


“Enggak bisa,” jawab Galak masih kukuh.


Galak tetap kukuh. Ia menggelengkan kepalanya.


“Apa Sayang Galak tahu?”


“Apa?”


“Buat nikahin Sayang Galak, Meta harus ngorbanin karir Meta sebagai aktris. Setelah kita cerai, Meta udah enggak jadi apa-apa lagi, baik istri atau pun aktris. Apa sekali aja enggak bisa?”

__ADS_1


Benarkah hanya sekali? Bukankah setelah sekali akan ada dua kali, tiga kali, dan berkali-kali?


Tiba-tiba saja perasaan Galak menjadi tersentuh. Apalagi saat tangan kiri Meta kini bergerak naik turun untuk mengusap pipi Galak. Semakin lama Galak mulai terbawa suasana. Bola matanya yang sebelumnya selalu memantulkan tajamnya pisau, kini melembut, menggambarkan ketenangan.


Perlahan, kepala Galak mulai menurun. Entah setan apa yang sudah Meta bisikkan. Akhirnya bibir Galak berhasil menyentuh bibir Meta lagi. Mereka sudah melakukan kecupan. Tinggal sedikit lagi berubah menjadi ciuman.


Kurang agresif kamu, dasar payah!


Kurang agresif kamu, dasar payah!


Kurang agresif kamu, dasar payah!


Tiba-tiba ucapan itu terdengar lagi. Bola mata Galak membelalak. Ia langsung melepaskan bibirnya dan bangkit. Kemudian melemparkan pandangannya ke segala arah. Ia menjadi salah tingkah.


Meta terkejut. Padahal ia hampir saja berhasil. Ada apa ini?


“Sa-sayang Galak kenapa?” tanya Meta keheranan.


Galak menggaruk\=garuk kepalanya yang tidak gatal. “Oh, enggak papa,” elaknya.


“Tapi—“


Sebelum Meta menyelesaikan kalimatnya, Galak sudah beranjak pergi. Laki-laki itu bergegas keluar dari kamar.

__ADS_1


Meta memukul ranjang dengan kedua genggamannya. Semakin lama ia menjadi semakin sebal saja. Kenapa, sih, Galak selalu bertingkah aneh dengannya?


-oOo-


__ADS_2