Suamiku Galak

Suamiku Galak
62. Jawaban Galak


__ADS_3

Hai-hai....


Untuk pertama kalinya Babang Kasman menyambut pagi kalian 🤗


Pengen upload foto Babang Kasman, enggak jadi, deh. reviewnya lama 😁


Cuz ....


💃💃💃


Hatchi! Hatchi! Lagi-lagi Kasman merasa bersin.


“Kamu baik-baik aja, kan, Honey?” tanya Saras yang setia duduk di sampingnya.


Kasman masih tersenyum. Sedangkan pandangannya tidak beralih dari jalan raya yang berada di depannya. Ia fokus dengan aksi berkendaranya.


“Iya, Sayang. Aku enggak papa, kok. Paling-paling kamu mikirin aku lagi,” ujar Kasman.


“Tapi aku enggak lagi mikirin kamu, kok,” elak Saras.


“Terus siapa, dong, yang mikirin aku?” Kasman malah bertanya.


“Apa jangan-jangan Citra Kirana? Cewek yang pernah lirik-lirik kamu itu,” tuduh Saras.


Kasman malah meringis. “Ya, enggak mungkinlah, Sayang. Citra Kirana, kan, barusan nikah sama Riski Aditya. Mana punya waktu dia buat mikirin aku,” timpal Kasman.


“Terus siapa, dong?” Saras malah bertanya.


Sebelum Kasman melontarkan sahutannya, tiba-tiba mobil yang ia kendarai berhenti. Sahutan itu pun terlupakan oleh rasa terkejutnya.

__ADS_1


“Ada apa, Honey?” tanya Saras penasaran.


“Bensinnya habis, Sayang,” jawab Kasman.


“Ya udah. Beli sana.”


Kasman malah menadahkan tangannya ke arah Saras.


Saras mengangkat alis kanannya. Keheranan dengan tingkah Kasman saat ini. “Kenapa, Honey?” tanyanya.


“Minta duitnya,” ujar Kasman.


“Kok minta ke aku, sih? Kan, kamu yang kerja,” tukas Saras.


“Kerjaku, kan, cuma dibayar mobil, bukan uang. Jadi, aku bisa punya banyak mobil, tapi bukan bensin,” jelas Kasman.


Saras menggeleng-gelengkan kepala. Sungguh sialnya dirinya menjadi kekasih Kasman ….


Ini disebut bulan madu, tetapi Galak hanya mendekam di dalam kamar sendirian.


Ah … sungguh bulan madu yang menyenangkan ….


Tok tok tok! terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar Galak.


Alis kanan Galak terangkat. Untuk apa lagi rubah betina itu kemari?


Galak pun bangun dan beranjak dari ranjangnya. Ia bisa tahu dengan baik. Siapa lagi yang akan mengunjungi kamarnya malam-malam ini kalau bukan Meta?


Para pekerja tidak mungkin berani.

__ADS_1


Galak membuka pintu lebar-lebar. Rupanya Meta sudah berdandan menor dengan gaun hitam pendek dan sepatu yang Galak lihat beberapa lalu.


Dari mana Meta mendapat semua itu?


Ia tidak menjual seluruh perabotan makan di rumah ini, kan?


“Ada apa?” tanya Galak.


Tiba-tiba Meta mendorong Galak dengan kuat sedangkan Galak yang terperanjat tidak memiliki kekuatan untuk menahan. Ia terdorong ke dinding dengan Meta mengunci dirinya dengan kedua tangan.


Galak mengernyitkan dahi keheranan. Dalam hati tiba-tiba merasa takut. Kali ini Meta terlihat serius. Kedua tatapannya seolah menghujam masuk ke dalam bola mata Galak.


“A-apa yang mau kamu lakukan?” Galak sampai gelagapan.


“Sayang Galak mau cium Meta atau enggak?” tanya Meta dengan intonasi suara dewasa yang berbeda dari biasanya. Ia bahkan tidak merengek, malah seperti seorang direktur yang memerintah bawahannya: sangat kaku.


Alis kanan Galak terangkat. Meski gaya Meta berubah, apa dia mulai lagi?


“Enggak,” jawab Galak.


Meta tidak peduli itu. Ia malah menjijitkan kaki dengan bibir yang menggunung. Ia bahkan memejamkan matanya saat menggerakkan wajahnya mendekati wajah Galak.


Apa yang Meta lakukan?


Apa ia berniat mencium Galak?


Galak langsung memegang tangan Meta untuk melepaskannya dari dinding. Ia pun keluar dari dinding.


Meta membuka matanya perlahan. Rupanya Galak sudah tidak ada di dekatnya. Galak menolak lagi dirinya ….

__ADS_1


.


__ADS_2