Suamiku Galak

Suamiku Galak
64. Mengabulkan Keinginan Meta


__ADS_3

Uhuy... akhirnya ada onoi-onoinya 🙈🙈🙈


Mak... aku enggak lihat, Mak... beneran...


🙉🙉🙉 tuh, kan, mataku udah kututup...


Cuz ....


💃💃💃


Cepat-cepat Galak memasuki tempat itu. Entah sudah berapa banyak perempuan yang merayunya untuk bermain bersama. Galak mengabaikan mereka semua. Pikirannya hanya terpusat pada satu orang, yaitu perempuan yang duduk bersandar lengan seorang laki-laki berkumis.


Apa Meta saking gilanya sampai mau dengan laki-laki tua itu?


Galak bisa menebak, anak dari laki-laki berkumis itu memiliki usia yang sama dengan Meta.


Dahi Galak mengernyit. Entah kenapa ia merasa tidak nyaman melihat cara Meta dan laki-laki itu saling melemparkan senyum. Entah bagaimana mereka bisa terlihat senyaman itu di pertemuan pertama mereka.


… yang lebih membuat Galak merasa tidak nyaman, Meta bahkan sampai bersulang segelas bir dengan laki-laki itu—


Tidak bisa, tidak bisa. Ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Kalau Meta sampai mabuk dan kehilangan kesadaran, bisa-bisa perempuan itu akan kehilangan segalanya. Laki-laki berkumis itu tidak akan melewatkan kesempatan, apalagi kepada perempuan secantik Meta.


Tunggu-tunggu ….


Apa Galak mengakui kalau Meta itu cantik?


Ah, entahlah. Ini bukan saatnya untuk memikirkan itu!

__ADS_1


Galak melangkah cepat mendekati mereka berdua.


Prang! Gelas di tangan Meta pecah seketika karena Galak menarik lalu melemparkan gelasi itu ke lantai. Kini air berwarna kuning berceceran di lantai. Pengunjung lain harap berhati-hati atau mereka akan terpeleset di sana.


Meta terperanjat. Ia bangun seketika. “Sayang Galak?” Ia keheranan melihat Galak sudah ada di tempat ini.


Galak tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun. Ia langsung menggenggam tangan Meta dan menarik perempuan itu untuk segera pergi. Terpaksa Meta berjalan cepat mengikuti Galak keluar dari tempat ini. Meta bahkan belum berpamitan pada Om Sayang Barunya.


Sesampainya di samping mobil, Galak membukakakn pintu untuk Meta dan memaska perempuan itu masuk ke sana. Kemudian Galak melewati bagian depan mobil dan masuk ke dalam mobil juga. Ia duduk di kursi bagian pengendara.


“Sayang Galak ini apa-apaan, sih? Meta, kan, belum mau pulang,” protes Meta.


Galak tidak menyahut. Ia tetap pada wajah dinginnya. Kemudian mulai mengendarai mobilnya dan membalas setiap rengekan Meta dengan kediaman.


“Sayang Galaak ….”


“Meta, kan, belum kenalan sama Om Kumis itu!”


“Meta juga belum ono-ono ini-ini sama Om Kumisnya ….”


“Sayang Galak!”


Teriakan Meta akhirnya berhenti bersama injakan kaki Galak di atas rem. Lagi pula percuma merengek lagi, mereka sudah tiba di vila, Galak tidak akan mengembalikan mobilnya.


Meta mengerucutkan bibirnya saking kesal. Ia langsung keluar dari mobil itu dan pergi. Ia bergegas masuk ke dalam kamarnya. Saat ia menutup pintu, tiba-tiba Galak menghalanginya.


“Sayang Galak mau ngapain?” tanya Meta.

__ADS_1


Galak tidak menyahut. Ia malah mendorong keras pintu itu sehingga dirinya berhasil masuk.


Brak! Galak langsung membanting pintu itu.


Meta sampai terperanjat.


“Sa-sayang Galak—“


Sebelum Meta melontarkan pertanyaannya, Galak sudah mendorongnya sehingga terjatuh di atas ranjang.


“Apa segitunya kamu mau ciuman dariku?” tanya Galak.


“Heh?” Meta tidak terlalu mengerti dengan pertanyaan Galak ini.


“Kalau cuma itu yang kamu mau, mungkin aku juga bisa kasih yang lebih,” ujar Galak.


“Apa maksudnya, Sayang Ga ….”


Sebelum Meta menyelesaikan kalimatnya, ia sudah terkejut melihat Galak melepaskan kaus yang Galak kenakan dan melemparkannya sembarangan. Dalam sekejap mata, Galak langsung mengunci kedua tangan Meta di atas ranjang. Kemudian mendaratkan ciumannya.


Ciuman yang Meta inginkan selama ini ….


.


.


.

__ADS_1


Cie... yang lagi fokus-fokusnya malah digantungin 🤣🤣🤣


__ADS_2