
Ini benar: Meta dan Galak jalan pagi di taman—hanya itu saja. Tidak ada acara makan es krim bersama, baju couple, apalagi berpegangan tangan.
Sungguh … semua ini memebosankan ….
Ah, sial! Meta, kan, tidak bisa diam. Di saat ada kebosanan, di situlah Meta akan berulah.
“Sayang Galak …,” panggil Meta yang sudah lebih dulu berhenti. Ia membungkuk. Berusaha memperbaiki pernapasannya.
Galak turut berhenti. Ia berbalik dan melihat Meta amat jauh di belakangnya. Galak berdesah berat. Perempuan itu benar-benar merepotkan!
Galak mulai melangkahkan kakinya sembari mengusap keringat yang membasahi wajahnya dengan handuk. Keringat itu bersih sesampainya Galak di depan Meta.
“Perlu istirahat?” tanya Galak.
Akhirnya Meta mampu menegakkan tubuhnya. Ia mengangguk.
“Kalau gitu, ayo istirahat di situ dulu.” Galak menunjuk trotoar jalan. Ia pun melangkah lebih dulu.
“Sayang Galak …,” panggil Meta lagi.
Galak menoleh. “Apa?” sahutnya.
Meta mengangkat kedua lengannya sejajar dengan kepala. “Gendong …,” rengeknya.
“Ogah!” seru Galak. Ia berbalik lagi dan melanjutkan langkahnya. Akhirnya ia bisa beristirahat lebih dulu.
Meski Meta mengerucutkan bibirnya, ia tetap berjalan dengan langkah yang lemah. Akhirnya ia duduk di samping Galak yang tengah menikmati air putihnya sendirian.
“Sayang Galak …,” panggil Meta untuk kesekian kali.
Galak menurunkan botolnya. “Apa?” sahutnya menoleh.
“Meta haus,” ujar Meta.
“Salahmu sendiri enggak bawa air minum tadi,” sindir Galak.
Meta semakin sebal. “Sayang Galak, kok, enggak peka-peka, sih? Itu artinya, Meta minta Sayang Galak buat beliin Meta air minum,” jelas Meta.
__ADS_1
Bukannya bangun, Galak menyodorkan botol airnya sendiri. “Minum ini aja,” tuturnya.
“Itu, kan, bekas minum Sayang Galak tadi,” protes Meta.
“Aku mager,” timpal Galak.
Untuk beberapa waktu, Meta belum juga mengambil botol itu. Galak keheranan. Ia melihat keraguan di wajah Meta.
“Udah. Minum aja. Lagian suami istri, kok, sok najis banget,” sindir Galak.
Apa Galak tadi bilang?
Suami istri?
Meta tidak salah dengar, kan?
Apa Galak sudah menghabiskan satu karung cabai rawit yang dibeli Bu Astri?
Kenapa tingkahnya begitu berbeda?
“Sayang Galak pecat Kasman?” tanya Meta.
Galak menoleh sekilas. “Enggak tahu,” jawabnya. Kemudian bangun. “Udah. Ayo lanjutin!”
Meta bangun sembari berpikir.
Bukannya Kasman kemarin bilang begitu?
Kasman juga bilang kalau pagi ini ia tidak datang ke halaman, berarti Galak merasa cemburu. Apa benar demikian?
Meta berjalan cepat sampai menghadang langkah Galak. Kedua tangannya membuka lebar-lebar.
“Apa?” tanya Galak.
“Sayang Galak … cemburu, ya?” tanya Meta.
“Ngehalu kamu, ya?” timpal Galak.
__ADS_1
“Bener!” pekik Meta, “Sayang Galak cemburu gara-gara Meta kemarin dipeluk sama Kasman!”
“Aku enggak peduli. Terserah kamu meluk tukang ojek online, kek; tukang becak, kek; atau bahkan tukang bubur naik haji,” elak Galak. Ia mengalihkan langkahnya agar bisa melewati Meta.
“Benarkah?” Meta ragu untuk itu.
Galak tidak peduli. Ia tetap melanjutkan langkahnya.
“Cowok …!”
“Cowok …!”
“Mau meluk aku, enggak?”
Ah, sial! Apa sih, yang rubah betina itu lakukan? Galak berbalik. Ia malah menemukan Meta melambaikan tangan ke arah kumpulan laki-laki dengan gaya genitnya.
Galak bergegas mendekati Meta. Ia langsung mengunci mulut Meta dengan telapak tangannya dan mengunci tubuh Meta dalam pelukannya. Galak hanya meringis untuk memberikan jawaban pada tanda tanya di wajah para laki-laki itu.
Meta meronta-ronta, tetapi Galak tidak melepaskannya. Terpaksa: Meta pun menggigit telapak tangan Galak dan menyepak kaki laki-laki itu secara bersamaan.
“Ah!” jerit Galak. Akhirnya seluruh kuncian itu terlepas.
“Cowok …!”
“Cowok …!”
“Peluk aku, dong!”
“Aku sayang kalian!”
Ah, sial! Perempuan gila itu semakin menjadi-jadi. Galak pun, berusaha mengejarnya. Namun, perempuan itu malah berlarian tanpa menyudahi teriakannya. Galak tidak mau kalah. Ia terus mengejar sampai pinggang itu, akhirnya teraih olehnya dari depan. Karena perempuan itu terus berteriak, akhirnya Galak membungkam dengan bibirnya.
Entah apa yang merasuki pikiran Galak saat itu ….
-oOo-
Ada yang mau kuajak baper berjamaah, enggak?😥
__ADS_1