
“Hoaaahm ….” Meta menggeliatkan tubuhnya dan bangun. Entah jam berapa sekarang. Tidur di sini selalu terasa nyaman sampai membuatnya enggan bangun pagi-pagi. Hawanya sudah dingin, tempatnya nyaman lagi. Tidak seperti masa-masa saat tinggal bersama dengan kakaknya. Dia bahkan harus membagi ranjangnya yang tidak sebegitu lebar itu.
Baru saja Meta bangun. Kesadarannya bahkan belum terkumpul. Namun, dia sudah dikejutkan sesuatu.
Meta mengucek matanya dengan kedua tangan. Berusaha membersihkan kotoran mata yang kerap membuat kecantikannya hilang saja. Namun, apa yang dilihatnya masih sama persis, tak ada yang berubah. Meta yakin dia tidak sedang bermimpi saat ini. Bahkan pukulan tangan di pipinya terasa amat sakit.
Barisan rak yang dipenuhi bermacam-macam sepatu mengisi kamar Meta. Setidaknya ada tujuh buah rak di sana. Meta tidak ingat memindahkan pusat perbelanjaan kemari. Lalu kenapa tiba-tiba rak sebanyak itu muncul di sini?
… Atau jangan-jangan ….
… Karena saking kesalnya, Galak sudah membuang Meta ke sebuah gudang saat ia tertidur?
Ah, tidak mungkin! Mana ada gudang sebersih dan senyaman ini?
Setelah Meta menyapu pandangannya ke sekitar, jelas-jelas ini masih kamar yang sudah ia tempati selama beberapa hari ini. Tidak mungkin, kan, Galak akan memindahkan kamar ini juga? Dikiranya keong?
Lalu apa maksud sepatu-sepatu ini?
__ADS_1
Meta pun bangun. Ia berjalan mendekati arak-rak itu. Kemudian memerhatikan beberapa di antara mereka dengan baik.
Semua sepatu itu memiliki ukuran yang sama. Sama-sama pas di kaki Meta. Hanya dengan melihat, bisa diketahui kalau sepatu-sepatu itu memiliki kualitas yang sangat bagus. Tentu saja harganya berbeda jauh dari sepatu yang dijual di toko biasa.
… Dan pastinya, tidak mungkin Bu Astri yang membelikan itu untuk Meta ….
… Siapa lagi kalau bukan Galak?
Lalu apa maksudnya Galak memindahkan pusat perbelanjaan ke kamarnya Meta?
Dia tidak akan berjualan di sini, kan?
-oOo-
Rupanya Galak tengah membayangkan bagaimana reaksi Meta sekarang. Saat melihat seluruh itu, apakah dia saking terkejutnya sampai mati berdiri atau tengah meloncat-loncat kegirangan?
Dia tidak akan mengangkat seluruh sepatu itu ke pasar, kan?
__ADS_1
Ya …, benar. Memang Galaklah yang membeli semua sepatu itu. Karena Bu Astri sudah melihatnya, tentu saja tidak baik kalau Meta terus berjalan tanpa alas kaki. Apa yang akan pekerja lainnya pikirkan? Mereka akan bergosip di dapur, lalu menciptakan rumor besar. Bagi Galak, pernikahan itu saja sudah cukup untuk membuatnya diperhatikan orang se-Indonesia. Sekarang ia sudah muak.
Kemarin siang, Galak langsung menghubungi Pama. Ya …, dia benar-benar memindahkan pusat perbelanjaan ke Kamar Meta saat malah hari. Entah apa yang ada dalam pikiran Galak. Menciptakan kejutan seperti ini bukanlah sifat Galak.
Brak! Pintu kamar Galak terbanting keras. Bagaimana bisa? Bukannya Galak sudah menguncinya?
“Meta?” Galak mengernyitkan dahi melihat perempuan itu berdiri di tengah-tengah pintu. Seingat Galak, dia sudah mengambil kunci milik Meta sebelumnya.
Galak langsung membangunkan tubuhnya. Menyambut Meta dengan tanda tanya.
“Bagaimana kamu bisa masuk?” tanya Galak.
“Sama seperti saat kamu masuk ke kamarku,” timpal Meta.
-oOo-
Mau apa, ya Meta? 🙄🙄
__ADS_1
Enggak bakal nerkam Sayang Galaknya Sutor, kan 😁😁