
Hai-hai! babang Galak datang buat nemeni pagi kalian 🤗
Cuz ....
💃💃💃
Air liur Meta yang masih menempel di tangan Galak membuat Galak merasa jijik sendirian. Seolah virus corona telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Itulah kenapa, ia tidak mau menyumpal mulut Meta dengan tangannya. Seperti menjadi ketakutan sendiri.
Galak tidak berpikir apa-apa saat itu. Ia hanya tahu kalau ia harus menyumpal mulut Meta yang mengalahkan salon nikahannya Pak RT.
… Tapi tidak seperti ini juga Galak ….
Galak yang mencium, malah dirinya yang terperanjat. Ciuman ini tidak berlangsung lama apalagi saling terbius oleh tatapan seperti di drama Korea, baru saja bibir itu menempel, bola mata Galak langsung membundar sempurna. Sebelum Meta berhasil menikmati impiannya, Galak sudah melepaskan bibirnya. Sektika suara itu kembali terngiang-ngiang di telinga.
Kurang agresif kamu, dasar payah!
Kurang agresif kamu, dasar payah!
Ah, sial! Galak bahkan tidak bisa lunglai di sini. Ia langsung melangkah untuk membawa pergi dadanya yang terasa berat. Untung saja tadinya ia berolahraga sehingga keringat dingin yang membasahkuyupi tubuhnya tersamarkan. Kalau tidak, bisa gawat kalau orang-orang lain sampai tahu tentang ini.
__ADS_1
Saat Meta membuka matanya Galak sudah tidak berada di depannya. Ia menjadi kesal. Enak saja Galak menyentuh bibirnya tanpa membiarkan Meta menikmati. Galak pikir Meta ini perempuan apaan?
Meta menoleh. Rupanya Galak sudah sangat jauh di samping kirinya. Meta pun bergegas mengejar Galak. Kemudian langsung memeluk lengan laki-laki itu sembari menyandarkan kepala. Jangan sampai hilang lagi!
“Lepasin!” seru Galak. Ia menggoyang-goyangkan tangannya agar rubah betina ini menjauh dari dirinya. Namun, bukannya melepas, Meta malah mengeratkan pelukannya. Seolah telah belajar dari masa lalu.
“Lepasin, kok!” seru Galak sekali lagi. Akhirnya langkahnya berhenti.
Meta mendongak. “Enggak mau. Meta enggak mau pisah sama Sayang Galak kayak kemarin-kemarin. Enggak enak. Bertengkar mulu soalnya. Lagian kapan lagi Meta bisa mergoki Sayang Galak cemburu ke Meta?” tolak Meta.
“Tapi aku enggak cemburu ke kamu!” tegas Galak.
Galak menggeleng-gelengkan kepala. Entah manusia apa yang menempelinya ini. Sudah tidak tahu malu, tidak mudah menyerah lagi.
Galak mulai mengangkat langkahnya lagi. Meski ia belum sepenuhnya membaik. Saat bersama Meta, serasa seluruh orang di dunia mengangkat tombak ke arahnya. Rasa sakit yang datang dari berbagai arah.
Galak ingin sekali menyentuh bibir itu. Merasakan betapa manisnya bibir yang meneriakkan masalah ke sana sini, bibir yang belum pernah benar-benar ia rasakan. Namun, suara itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Bahkan jika suara itu tidak ada, Galak masih terhadang oleh rasa malunya.
Meta adalah orang yang harus Galak jauhi ….
__ADS_1
… Tetapi ingin Galak dekati.
-oOo-
Dahi Pama mengernyit. Ia terkejut saat melihat foto Meta dan Galak berciuman tersebar di beberapa situs berita di tabletnya.
Kenapa semua ini bisa terjadi?
Bukankah mereka bertindak semakin jauh?
Pernikahan mereka, kan, pernikahan kontrak!
Lebih tepatnya, bagaimana kalau Vera sampai tahu.
Keluarga Vera memang orang yang baik. Akan tetapi, Pama tidak yakin kalau foto ini akan menjadi berita baik di sana.
-oOo-
Kasih komen, lah 😥 kasihanilah author ni yang jomblo jadi enggak ada yang ngechat 😭😭 gabuuut 🤦♀️🤦♀️
__ADS_1