Suamiku Galak

Suamiku Galak
33. Ayo Olahraga


__ADS_3

Pintu kamar di depan Meta terkunci lagi. Namun, Meta tidak risau lagi. Kini ia sudah menggenggam kuncinya. Meta pun membuka pintu itu dengan mudah.


“Heh …,” Meta berdesah dengan kedua tangan berkacak pinggang.


Lihat saja, tubuh yang masih terbaring di atas ranjang itu! Bukannya Galak sudah berjanji akan berolahraga bersamanya di taman pagi ini? Kalau laki-laki itu belum terbangun, lalu kapan olahraganya akan di mulai? Siang hari, esok pagi hari, atau esoknya dan esoknya lagi?


Pada akhirnya takkan pernah terjadi. Sama seperti utangnya Kang Adi.


Meta bergegas mendekati laki-laki itu. Ia nekad menaiki ranjang itu. Bukan hanya ranjangnya, tetapi GALAK JUGA.


“Sayang Galaknya Meta, bangun, dong,” ucap Meta lirih. Namun, belum ada sahutan. Entah apa yang laki-laki itu mimpikan. Ia terlihat begitu nyenyak.


Tangan Meta bergerak sehingga berhasil menarik kedua pipi Galak. Bukan hanya mencubit, ia bahkan mendorong dan menggoyang-goyangkan kulit lembut itu seolah adonan donat.


“Sayang Galaknya Meta …,” rengek Meta.


-oOo-


Tiba-tiba Galak merasa tidak nyaman dengan sekitarnya. Udara segar yang menyejukkan tadi, kini hilang. Ia merasa sekitarnya menjadi panas. Padahal baru saja empat perempuan cantik berada dalam rangkulannya. Tiba-tiba semua itu lenyap begitu saja. Menyisakan dirinya dan kekosongan.


Ah, sial! Kapan lagi Galak mendapat kenikmatan itu dalam mimpinya?


Tiba-tiba Galak merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhnya. Sesuatu yang membuatnya terpaksa membuka mata.

__ADS_1


“Sayang Galaknya Meta ….”


… Dan saat membuka mata ….


“Aaaish ….” Dengan sigap Galak melumpuhkan Meta sehingga terjatuh di bagian ranjang di sampingnya.


Galak langsung bangun. “A-apa yang kamu lakukan?” pekiknya. Wajahnya begitu panik. Ia bahkan memeluk dadanya erat-erat seolah-olah Meta akan menerkam dirinya.


Sudah susah payah Meta membangunkan Galak. Namun, malah rasa sakit ini yang ia dapatkan?


Heh. Meta menjadikan bantal telapak tangannya, dengan siku yang bertumpu di atas ranjang. Ia berdecak. “Sayang Galaknya Meta tenang aja, kok. Meta cuma bangunin Sayang Galak. Enggak bakal dimakan, kok. Soalnya Meta sukanya makan piza sama udang,” bela Meta.


“Terus … ngapain kamu di sini?” tanya Galak.


“Maksudnya, gimana kamu bisa di sini? Kayaknya aku enggak mungkin enggak kunci pintu.” Galak berusaha mengingat-ingat tadi malam. Namun, ia yakin benar kalau ia sudah menguncinya, bahkan sejak siang hari.


“Kan, ada ini ….” Meta memamerkan kunci pintu kamar Galak.


“Aish!”


Galak berusaha menarik kunci itu. Namun, Meta lebih sigap menariknya. Karena terpeleset, akhirnya Galak terjatuh sehingga menindihi Meta yang berada di bawah. Galak bisa merasakan jelas getaran kuat dari tubuh perempuan ini.


“Om Galak …,” panggil Meta dengan wajahnya yang datar.

__ADS_1


“Apa?” sahut Galak.


“Jadi, Om Galak mau olahraga di sini?” Senyum Meta langsung merekah. Bola matanya bahkan berbinar-binar.


“Olahraga apaan?” Galak masih tidak mengerti.


“Meski enggak di taman, enggak papa, deh. Meta juga pinter scotjump, kok. Sayang Galak juga lebih jago kayaknya,” bela Meta.


“Ogah!” seru Galak. Seketika ia mengerti maksud Meta. Ia pun langsung bangun.


Meta ikutan bangun. Ia membenahi rambutnya yang sekarat.


“Kenapa, sih? Padahal Meta udah sehat jasmani rohani,” bela Meta.


“Aku yang enggak sehat hati,” sindir Galak.


.


.


.


**Pengen baca komen 🤧🤧🤧 lagi bosen baca novel

__ADS_1


Please komen, Kakak 😭😭**


__ADS_2