
Siang Kakak 🤗🤗🤗
Babang Galak kembali menemani siang kalian 😎😎
Buat yang lagi makan, tolong jangan baca part ini dulu 😉😉
Cuz ....
💃💃💃
Lembut ….
… Dan terasa kenyal ….
Kedua sudut bibir Galak menaik. Meski kedua matanya tak terbuka, ia mengenal dengan baik sesuatu ini. Tangannya malah semakin gencar bergerak. Naik turun mengusap dengan lembut, sesekali memijit pelan.
Itu adalah paha. Sudah lama Galak tak menyentuhnya. Karunia Tuhan apa ini, Galak bisa mendapatkannya di pagi hari?
“Aaah …,” sebuah desahan keluar. Bersama suara itu, napas berlarian sampai menabrak wajah Galak. Rupanya asalnya begitu dekat sekali.
Kelopak Mata Galak membuka. Ia mengerjap pelan-pelan. Samar-samar ia melihat seorang perempuan berkulit putih yang mungkin sangat cantik. Senyumnya semakin tinggi. Tangannya bergerak menyentuh garis rambut berwarna pirang itu. Semuanya terasa nyata. Membuat Galak tidak mau berhenti membelai. Berharap kalau ini bukan mimpi.
__ADS_1
Pek! Sebuah tangan jatuh memeluk punggung Galak. Begitu keras sampai membangunkan kesadaran Galak. Kini Galak tidak hanya melihat samar-samar. Bola matanya membulat lebar. Seketika gemuruh terasa berdendang dalam dadanya.
“WAAA!” jerit Galak. Ia menggelindingkan tubuhnya untuk menjauhi perempuan cantik itu sampai terjatuh ke atas lantai, Buk!
Galak berusaha bangun. Kini ia dapat melihat jelas siapa perempuan cantik berpaha halus dan kenyal itu. Perempuan itu adalah Meta. Ia tertidur hanya dengan mengenakan pakaian atasan, tanpa bawahan. Terlihat perempuan itu mulai bangun dan mengerjap-erjap dengan santai, sedangkan Galak malah kebingungan sendirian.
“Aku gila-aku gila-aku gila …,” gumam Galak. Tangannya bergerak mengacak-acak rambutnya. Ia menyesal berat atas tindakannya baru saja dan benar-benar gila kalau tindakannya sampai naik ke level lebih tinggi.
Meta menggeliat. Kemudian duduk bangun. Ia malah tersenyum melihat Om Galaknya yang sudah dewasa itu terlihat seperti anak kecil.
“Apa yang kamu lakuin di sana?” pekik Galak setelah dirinya merasa lebih baik.
“Meta cuma tidur di ranjang. Apa yang salah?” tanya Meta.
“Gara-gara Meta?” Meta menunjuk dirinya sendiri dengan bibir yang dimonyongkan. Ia tidak mengerti maksud Galak. “Emangnya kenapa sama Meta? Meta cantik, ya?” Meta mengedipkan sebelah matanya.
Kini Galak sampai menjambak rambutnya. “Hampir aja aku khilaf,” gumamnya.
“Om Galak kalau mau khilaf, enggak papa, kok. Lagian udah sah,” timpal Meta. Meski Galak tidak menyuarakan dengan keras, ia mampu mendengarnya.
“Aish, sial!” umpat Galak. Ia sampai kehabisan kata-kata.
__ADS_1
Kaki Galak berbalik hendak pergi. Namun, baru beberapa langkah, ia tertahan, ia teringat sesuatu dan merasakan kejanggalan. Ia pun berbalik lagi sehingga menghadap Meta.
“Kemeja siapa itu?” tanya Galak sembari menunjuk kemeja putih besar yang Meta kenakan.
“Oh, ini?” Meta menarik kain kemeja itu sedikit. Kemudian mendongak ke Galak. “Kemejanya Om Galak.” Ia malah meringis seolah tak bersalah.
“Berani sekali kamu!” pekik Galak. Ia mulai melangkah untuk merebut kemejanya kembali. “Lepasin, enggak!” ancamnya.
“Jadi Om Galak mau Meta lepasin?” tanya Meta bertingkah bodoh. Kemudian ia kembali meringis. “Iya, deh. Enggak papa. Biar Meta lepasin.”
Ah, sial! Galak kembali berbalik sehingga membelakangi Meta. Entah Meta yang bodoh atau ia yang tidak teliti ….
“Enggak usah!” sentak Galak.
.
.
.
.
__ADS_1
Kak, boleh minta waktunya buat ninggalin jempol ama komen? 😥😥 Cuma itu, kok 😭😭