
Satu Minggu kemudian.
Rayyan tak bisa tidur dengan tenang selama beberapa hari ini, ia terus saja kepikiran dan juga sempat mimpi buruk. Besok ia harus membawa seorang wanita yang akan berpura-pura menjadi kekasihnya.
Sudah beberapa hari ini Rayyan mengikuti saran dari Xeon dan mencoba untuk menerima wanita yang dibawakan oleh temannya itu, namun, tak ada satupun wanita yang ia rasa layak di jadikan kekasih walau hanyalah sekedar sandiwara.
"Argh, sialan! Mengapa bocah itu bisa menyatakan cinta dengan tanpa berdosa nya. Sekarang lihat imbasnya, ayahnya yang menyeramkan itu mengancam ku. Memangnya dia pikir aku menyukai anaknya itu, ha? Aku ini masih normal dan tak suka anak-anak seperti bocah kampret itu!" omel Rayyan sembari mengacak rambutnya.
Drrttt
Drrttt
Ponsel Rayyan bergetar, ada panggilan masuk dari Xeon.
"Hm?"
"Aku menemukan satu wanita yang menurutku lemah lembut memang dari lahir, kali ini aku jamin kau pasti suka. Selain lembut tutur katanya, dia juga sangat sopan. Tapi, dia janda, maksudnya janda muda anak 1," ucap Xeon panjang lebar.
"Aku tak....
"Ini terakhir kalinya aku menawarkan mu sebuah keuntungan, ia hanya ingin dilunaskan biaya pengobatan anaknya yang tengah sakit dan dicarikan pekerjaan, tak lebih dari itu. Kalau kau tak mau, silahkan cari saja sendiri! Aku tak peduli lagi!" sela Xeon lalu memutuskan panggilan membuat Rayyan semakin jengah.
Mana bisa ia mencari wanita sedangkan ia masih menutup dirinya pada mahkluk yang bernama wanita.
Rayyan pun kembali menghubungi Xeon.
"Apa lagi?" tanya Xeon dengan nada ketus.
"Baiklah, bawa dia besok pagi ke rumah ku dan belikan baju yang cocok untuknya," ucap Rayyan.
"Cih, kau pikir aku budak mu, ha? Sialan kau Rayyan! Untungnya aku menganggap mu teman," ucap Xeon lalu memutuskan panggilan.
Rayyan pun menghela nafas lega, setidaknya ia harus mencoba untuk menerima pilihan dari Xeon.
*****
Keesokan paginya.
Pagi-pagi sekali Rayyan sudah tampak rapi walau hanya memakai pakaian santai. Laki-laki itu kini tengah berada di meja makan menikmati sarapan walau sebenarnya ia tak berselera karena hari ini ia harus berpura-pura menjadi seorang laki-laki yang romantis.
"Tuan Xeon datang," ucap anak buah Rayyan.
Rayyan pun langsung memfokuskan matanya pada dua insan yang berjalan mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Selamat pagi," sapa Xeon.
"Hm."
"Silahkan duduk, nona." Xeon mempersilahkan wanita yang ikut dengannya untuk duduk di sampingnya.
"Ini adalah tuan Rayyan yang saya ceritakan, anda boleh memperkenalkan diri anda," lanjut Xeon.
Wanita itu mengangguk lalu memberikan senyuman kecil ke arah Rayyan.
"Selamat pagi, tuan. Nama saya Kanaya, panggil saja Naya. Usia saya 23 tahun dan saya memiliki seorang putra yang masih berusia 2 tahun," ucap wanita itu memperkenalkan dirinya dengan nada yang sopan dan juga lembut.
"Hm."
"Bagaimana?" tanya Xeon.
"Boleh juga," jawab Rayyan.
"Baiklah nona Naya, seperti yang saya jelaskan semalam. Anda hanya perlu berperan sebagai kekasih dari laki-laki yang ada dihadapan anda sekarang. Menjadi seorang wanita yang lemah lembut, sopan dan juga berkelas. Apa anda sanggup?" tanya Xeon. Naya pun mengangguk tanda menyanggupi.
"Masalah biaya pengobatan sudah saya urus, kami akan menanggung pengobatan putra anda hingga benar-benar sembuh dan juga kami akan mencarikan pekerjaan untuk anda," lanjut Xeon.
"Terimakasih, tuan." Naya tampak sangat bahagia mendengar itu.
"Baiklah, karena semuanya sudah terkendali. Saya akan pamit undur diri, semoga berhasil." Xeon mengedipkan sebelah matanya ke arah Naya lalu pergi meninggalkan dua insan yang masih terdiam di meja makan.
Tepat jam 2 siang, Rayyan sudah bersiap-siap dengan pakaian yang rapi begitu juga dengan Naya yang memakai dress berwarna elegan serta beberapa aksesoris yang menambah kesan soft.
"Berakting lah dengan benar dan jangan mempermalukan aku!" tegas Rayyan saat akan masuk ke dalam mobil.
"Tentu, tuan." Naya hanya membalas dengan senyuman kecil saja lalu ikut naik ke dalam mobil.
Mobil pun berjalan menuju kekediaman Nathan dengan kesunyian dan juga pikiran yang berkecamuk hebat.
Di rumah Nathan.
Adel tampak gelisah menunggu kedatangan pujaan hatinya, ia takut jika perkataan ayahnya itu benar , jika memang benar Rayyan memiliki kekasih, maka setengah raganya akan hilang.
"Apapun yang terjadi kau harus tetap sopan pada mereka nantinya, jangan bertingkah menyebalkan. Walau bagaimanapun mereka adalah orang dewasa yang lebih tua darimu, paham?" ucap Nathan menasehati putrinya yang tampak gelisah.
"Dasar tidak normal," gumam Leo tak habis pikir melihat adiknya mencintai laki-laki seusia ayahnya.
"Shut, jangan berbicara kasar," tegur Diana.
__ADS_1
"Hm, memang benar dia tak normal, Mom."
"Abang!" tegur Diana.
"Iya-iya," sahut Leo mengalah.
Setelah menunggu 20 menit lamanya, akhirnya suara mobil yang di tunggu-tunggu pun terdengar juga.
Adel langsung berlari ke arah pintu untuk melihat apa benar pujaan hatinya datang dengan seorang wanita atau kesempatan baik akan berpihak padanya.
"Uh, Rayyan memang pintar mencari pendamping," puji Nathan dengan suara yang di besarkan agar anak gadisnya itu sadar akan kenyataan.
Rayyan keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk kekasih bayarannya.
Melemparkan senyuman yang dibuat semanis mungkin walau terlihat masih kaku, namun dapat diimbangi oleh Naya yang tampak memasangkan ekspresi bahagia.
"Kau sudah datang, ayo masuk," ucap Nathan antusias dengan pemandangan di hadapannya.
Berbeda dengan yang lain, Adel tampak menatap kedua insan itu dengan tatapan tajam.
"Jelek," gumam Adel pelan penuh penekanan.
Rayyan dan Naya pun masuk ke istana Nathan dan Diana. Saling bergandengan tangan sembari sesekali Rayyan mencium tangan Naya membuat gadis 15 tahun yang ada di dekat mereka semakin cemburu.
"Menjengkelkan," gumam Adel kesal. "Dasar wanita centil," lanjut Adel dengan bibir yang mengerucut dan juga tangan yang mengepal.
Melihat raut wajah cemburu gadis kecilnya membuat Nathan benar-benar tak nyaman, bukan karena simpati tapi karena putrinya yang benar-benar tergila-gila pada Rayyan.
_
_
_
_
_
_
_
_
__ADS_1
...Uh, ada yang cemburu 😁 ...
Tbc.