
Beberapa bulan telah berlalu, Diana dan Nathan juga sudah pindah ke rumah baru. Di sana, Diana akhirnya mendapatkan ketenangan tanpa gangguan makhluk jelek lagi.
Setelah pencarian beberapa Minggu, akhirnya makam ibu Diana pun di temukan. Ternyata makam ibu Diana berada di area pemakaman keluarga Nathan, hanya saja sedikit lebih jauh dari area pemakaman orang kaya seperti Nathan.
Semuanya berjalan dengan baik, kehamilan Diana pun semakin besar. Nathan dan Diana semakin bahagia ketika mengetahui bahwa ada dua bayi kembar yang ada di kandungan Diana.
Semua perlengkapan bayi sudah di beli, baik itu pakaian, boks tidur, serta mainan dan kebutuhan lainnya.
Tepat hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, Diana akan segera melahirkan. Wanita itu sudah berada di rumah sakit dari beberapa Minggu yang lalu.
Diana akan melahirkan secara normal, walau awalnya Nathan tak setuju. Nathan takut jika Diana kesakitan nantinya, padahal dengan cara apapun melahirkan itu tetaplah sakit.
Ketegangan terjadi di dalam ruang persalinan, tepatnya Nathan lah yang tegang. Ini adalah pertama kalinya ia menemani wanita melahirkan, sewaktu Nara lahir ia belum tertarik untuk melihat.
Diana menggenggam tangan Nathan dengan kuat membuat laki-laki itu tau betapa sakitnya melahirkan itu. Dalam hatinya, ia berjanji tak akan pernah melukai hati istrinya karena ia sadar begitu besar pengorbanan seorang istri pada keluarganya.
"Yang kuat, sayang." Nathan mencoba menguatkan istrinya walau sebenarnya ialah yang sudah tak kuat lagi.
Baru kali ini, Nathan merasa lemah saat mendengar suara kesakitan. Padahal, dirinya adalah manusia yang hidup dengan darah dan teriakan keputus-asaan.
Suara tangisan bayi pun terdengar untuk kedua kalinya. Akhirnya, yang dinanti-nanti hadir juga ke dunia dengan penuh perjuangan.
"Kau hebat, sayang. Kau sangat hebat," ucap Nathan mencium kening Diana.
Diana pun tersenyum lemah sembari mengatur nafasnya. Semuanya sudah berlalu, rasa sakit, tangis, duka, semuanya sudah berlalu dan kini berhadiah kan sebuah kebahagiaan yang nyata.
****
Beberapa jam kemudian.
__ADS_1
Diana sudah di pindahkan ke ruang rawat, begitu juga dengan dua bayi yang berbeda jenis kelamin itu. Mereka berdua tampak tertidur di dalam boks bayi.
Nathan menatap wajah bayi-bayi nya lalu menatap wajah Diana, hal itu ia lakukan berulangkali.
"Kenapa seperti itu, sayang?" tanya Diana tertawa geli melihat tingkah suaminya.
"Mereka tak mirip denganmu, mereka mirip denganku," ucap Nathan tersenyum penuh kemenangan.
"Baguslah kalau mirip denganmu, kau kan tampan, baik, bijaksana. Itu akan sangat berguna untuk anak-anak kita nantinya," ledek Diana.
Nathan pun berjalan mendekati ranjang istrinya lalu mencubit gemas pipi Diana.
"Kau menggemaskan," ucap Nathan mencium kening istrinya yang sudah memberikan kebahagiaan berganda padanya.
"Mana lebih menggemaskan, mereka atau aku?" tanya Diana tersenyum kecil.
"Tentu saja istriku," jawab Nathan membuat Diana kembali tertawa.
"Sudah, apa kau ingin kita memberikan nama mereka sekarang?"
"Jangan dulu, nanti kita adakan acara untuk anak-anak kita. Nah, di situlah kita memberikan nama anak kita supaya nama itu bisa mencerminkan kepribadian mereka nantinya," ucap Diana.
"Baiklah, sayangku. Terserah kau saja," ucap Nathan memilih mengelus-elus pipi Diana mengabaikan dua malaikat kecilnya yang baru saja hadir di dunia.
Di luar sana, sudah banyak wartawan yang ingin melihat anak dari sang pengusaha terkenal dengan perusahaan terbesar. Namun, Rayyan dan Xeon sudah menyiapkan anak buah mereka untuk mengusir para wartawan itu.
"Mereka pikir tuan muda itu artis apa! Seenaknya saja datang membawa kamera," gerutu Xeon kesal melihat para wartawan yang menjengkelkan itu.
"Tuan Albert adalah seorang pengusaha dan pekerjaan tuan muda sebagai penjahat juga sudah sangat terkenal. Tuan muda sangat terkenal dari sisi bisnis maupun kejahatannya. Wajar saja mereka ingin tau masalah keluarga tuan muda, karena dengan menampilkan berita terkait keluarga Albert, maka mereka akan mendapatkan royalti yang besar," jelas Rayyan.
__ADS_1
"Hm." Xeon pun mengangguk sembari kakinya menendang udara.
"Aku ingin sekali melihat anak tuan muda," ucap Rayyan dengan bibir yang tersenyum kecil.
"Aku juga," balas Xeon sama-sama ingin melihat buah hati dari tuan dan nona mereka.
Yah, semua orang ingin melihat dua malaikat kecil itu, mereka penasaran seperti apa rupanya. Tapi, yang jelas, bibit tuan Albert adalah bibit yang unggul dan yang pastinya akan menghasilkan anak-anak yang tampan dan cantik.
Tapi, tidak tau juga dengan sikap dan tabiat mereka nantinya. Apa nanti akan mengikuti sang ayah yang dingin, kasar, kejam dan ambisius. Atau mengikuti sang ibu yang bisa melihat penampakan, riang, cerewet dan baik hati.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...Selamat datang baby Nathan dan Diana🤠jangan rewel-rewel yah, nanti di popok sama ayah kalian😂...
__ADS_1
...Ayo, ada yang mau jadi pengasuh anak nya bang Nathan dan dek Diana 😂 silahkan mendaftar, minimal lulus S3ðŸ¤ðŸ˜‚...
Tbc.