Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 68. Ajakan makan malam.


__ADS_3

Setelah memberikan hadiah atas cerita masa lalu, kini Diana duduk di balkon kamar sembari memangku putrinya, sedangkan Nathan sedang memakai pakaiannya.


Suara pintu di ketuk, membuat Diana langsung menoleh pada pak Hans yang masuk ke kamar dengan membawa sarapan untuk Nathan.


"Ini sarapan tuan muda, nona." Pak Hans meletakkan dua sandwich dan juga segelas air putih.


"Terimakasih, pak Hans." Pak Hans mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar.


Sepeninggalan pak Hans, Nathan pun sudah berpakaian dan ikut bergabung duduk di balkon.


"Kau sudah sarapan?" tanya Nathan sembari mengambil sandwich nya lalu memakan dengan pelan.


"Sudah, kan tadi aku sudah bilang kalau kami sudah sarapan nasi goreng," jawab Diana dan diangguki suaminya itu.


Saat mereka asyik mengobrol, ponsel Nathan berbunyi.


"Biar aku ambil saja," ucap Diana berinisiatif untuk membawa ponsel suaminya yang ada di nakas.


Nathan pun mengangguk membiarkan Diana mengambil ponselnya. Entah siapa yang menghubunginya pagi-pagi begini.


"Rayyan," ucap Diana duduk masih memegang ponsel suaminya.


"Apanya yang di tekan?" tanya Diana meletakkan ponsel itu di atas meja lalu membenarkan posisi Nara.


"Yang hijau," jawab Nathan membiarkan istrinya menekan ikon hijau di layar ponsel.


"Halo, selamat pagi, tuan muda."


"Halo Rayyan," ucap Diana antusias.


"Oh, Diana?" tanya Rayyan dengan nada terkejut.


"Kecil sekali suaranya," gumam Diana. Nathan pun membesarkan volume panggilan agar istrinya itu dengar.


"Halo?"


"Iya, halo." Diana menjawab setengah berteriak membuat Nathan tertawa kecil.


"Mengapa ponsel tuan muda ada bersamamu? Di mana tuan muda?" tanya Rayyan.

__ADS_1


"Oh, di sini." Diana pun menggeser ponsel suaminya itu sembari tersenyum menampakkan gigi nya.


Nathan mengangkat ponselnya lalu mengecilkan volume.


"Ada apa?"


"Hm."


"Lakukan saja, kalau sudah ada hasilnya baru laporkan," ucap Nathan lalu memutuskan panggilan.


Nathan meletakkan ponselnya di atas meja lalu melanjutkan sarapannya.


Diana menatap ponsel Nathan dengan tatapan penasaran, ia juga ingin punya ponsel.


"Rayyan di mana?" tanya Diana.


"Di luar kota," jawab Nathan.


"Xeon?"


"Di luar negeri," jawab Nathan pelan.


"Apanya yang keren?" tanya Nathan menatap wajah Diana yang tampak kagum.


"Kerenlah, aku saja, jangankan keluar negeri, keluar kota saja tidak pernah. Pasti sangat menyenangkan bisa ke negeri orang," jawab Diana antusias.


"Kau mau ku ajak ke luar negeri?" tanya Nathan membuat mata Diana terbelalak kaget.


"Benarkah?" tanya Diana memastikan kalau suaminya ini tidak sedang bercanda.


"Iya," jawab Nathan mengangguk. "Kita akan pergi bertiga saja," lanjutnya membuat Diana semakin tak percaya kalau suaminya menawarkan sesuatu yang sangat menarik.


"Mau," ucap Diana senang.


"Kapan itu?" tanya Diana penasaran.


"Minggu depan," jawab Nathan tersenyum manis.


"Benarkah?" tanya Diana dengan mata yang berkaca-kaca. Nathan mengangguk lalu mengelus kepala Diana sembari tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih, aku pegang janjimu yah," ucap Diana memegang tangan Nathan yang mengelus kepalanya lalu mencium tangan suaminya itu.


"Nanti malam, apa kau mau makan malam bersamaku?" tanya Nathan menatap wajah Diana dengan tatapan mendamba.


"Makan malam? Makan di luar yah?" tanya Diana. Nathan pun mengangguk membuat Diana sekali lagi tak menyangka suaminya akan seromantis ini.


"Bertiga?" tanya Diana dan sekali lagi, Nathan mengangguk.


"Mau," ucap Diana benar-benar terharu.


"Cium aku kalau begitu," ucap Nathan dan langsung mendapatkan cubitan pelan di perutnya. Nathan pun tertawa karena geli dan langsung menangkap tangan istrinya itu.


"Aku itu minta cium, bukan di cubit," ucap Nathan sembari tersenyum kecil membuat Diana malu.


"Modus," ketus Diana dan akhirnya mencium kedua pipi suaminya lalu beralih pada bibir Nathan yang di kecup berkali-kali membuat si empunya bibir tersenyum senang.


Mereka berdua mengobrol seolah-olah hanya ada mereka saja di tempat itu dan mengabaikan Nara yang sedari tadi mengigit mainannya.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...cie yang mau dinner 🤭...


...author butuh pelayan buat bantu bersih-bersih nih sama untuk cuci piring nanti😂😂...

__ADS_1


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


__ADS_2