Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 53. Malu.


__ADS_3

Mansion Baron.


Baron memilih untuk kembali ke mansion sembari menyusun kembali rencana untuk balas dendam. Ia sangat marah tentunya, apalagi dengan keadaan Villa yang sudah rata dengan tanah.


Menurut laporan anak buah Baron, Villa beserta labirin itu di ledakkan oleh anak buah Nathan. Para anak buah Baron yang tertinggal di Villa pun tewas mengenaskan.


Tapi, ada satu hal yang menarik. Anak buah Baron tak menemukan jasad Zeno, entah dimana laki-laki itu sekarang. Apa mungkin Zeno kabur? Atau laki-laki itu menjadi tawanan Nathan.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang, tuan?" tanya anak buah Baron.


"Menyusun rencana yang lebih ekstrim dari sebelumnya, kita harus membuat Nathan menderita dengan cara membunuh istri dan putrinya," jawab Baron serius.


"Rencana apa itu, tuan?" tanya anak buah Baron.


Laki-laki itu tampak tersenyum menyeringai, ada satu rencana yang ia yakini memiliki peluang besar untuk berhasil.


"Kalian akan mengetahuinya nanti," ucap Baron sembari tertawa kecil.


*******


Di sisi lain.


Setelah kejadian pagi tadi, Diana memilih berdiam di kamar karena memang ia masih kurang sehat. Tadinya Diana sudah menyusui Nara, putrinya itu tak henti-hentinya menangis karena lapar. Diana sangat kasihan pada putrinya yang terlalu sering kelaparan karena ulah suaminya itu.


Kini Diana hanya berbaring tanpa melakukan apapun, ia sangat bosan. Kalau ia berdiri, ia malah pusing dan mual-mual.


"Sebuah keberuntungan karena aku masih hidup sampai saat ini setelah semua kejadian menakutkan yang datang bertubi-tubi padaku," gumam Diana menatap langit-langit kamar. Pikirannya terus mengingat kejadian-kejadian di masa lalu yang sangat menyakitkan.


"Hah, semalam aku memujinya tampan. Sebenarnya, apa yang sedang aku pikirkan saat itu? Mengapa aku memujinya?" gerutu Diana kembali mengingat perkataannya malam itu.


Di saat Diana tengah termenung, pintu kamar terbuka. Nathan masuk bersama dengan Nara.

__ADS_1


"Apa lagi?" tanya Diana lesu.


Nathan tampak meletakkan Nara yang tertidur ke boks bayi lalu beralih ke ranjang.


"Aku ingin tidur," jawab Nathan membaringkan tubuhnya di samping Diana.


"Kenapa tidak tidur di kamar mu, ha?" tanya Diana jengkel.


"Jangan berisik! Jangan mengganggu mood ku kalau tak ingin aku membakar mulutmu yang sudah memakiku tadi!"


Diana langsung terdiam, ia hampir lupa dengan kesalahannya tadi. Diana pun hanya menatap Nathan yang menutup matanya dan berusaha untuk terlelap.


"Apa dia laki-laki normal?"


Diana sangat penasaran, apakah suaminya ini normal? Bagaimana bisa Nathan menahan nafsunya walau laki-laki itu tidur di samping istrinya.


"Apa mungkin aku memang tak menarik yah?"


Terlintas ide nakal yang membuat Diana terkekeh geli, selagi suaminya sedang tidur dan sedang baik hati, ia harus menguji kejantanan suaminya ini.


Diana pun menggeser tubuhnya mendekati Nathan, sebenarnya Diana masih sangat pusing dan juga badannya yang panas. Hanya saja, rasa penasaran membuat ia nekat untuk mencoba eksperimen yang menarik ini.


Diana menyentuh lengan berotot suaminya lalu mengelus-elus lengan kekar itu.


"Dia sudah tidur," gumam Diana tersenyum puas.


Tangan Diana pun berpindah ke dada bidang suaminya dan sekali lagi, Nathan tak bereaksi sedikit pun.


Padahal Diana sudah mengelus-elus dada Nathan dengan lembut.


Tangan Diana pun turun ke area perut Nathan, seketika tangan Diana langsung di cengkram kuat oleh tangan Nathan.

__ADS_1


"Kalau kau ingin anak lagi, katakan! Aku akan menurutinya," ucap Nathan membuat Diana merinding. Apalagi Nathan mengatakan itu dengan mata yang masih tertutup.


Mata Diana pun menangkap sebuah penampakan dari celana pendek suaminya itu, seketika tubuhnya menegang dan langsung menarik kembali tangannya dengan kuat.


Diana langsung menggeser tubuhnya menjauh dari suaminya itu, ternyata Nathan adalah laki-laki normal dan dengan bodohnya Diana memancing singa yang siap menerkam kapanpun di hadapannya itu.


"Ini yang pertama dan terakhir, aku janji," gumam Diana membalikkan badannya membelakangi Nathan dan berusaha untuk tidur agar bisa melupakan perbuatannya tadi.


Tanpa Diana sadari, Nathan tersenyum puas sembari menatap punggung istrinya itu.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Hihihihi😁...

__ADS_1


Kira-kira Zeno menghilang kemana yah? ada yang tau? Masih hidup gak yah manusia satu tuh?


Tbc.


__ADS_2