Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 36. Malam yang kacau.


__ADS_3

"Sepertinya aku ingin bayi lagi," ucap Nathan tersenyum menyeringai.


"Apa?"


Diana langsung berdiri dan menjauh dari ranjang.


"Aku ingin anak perempuan lagi, tapi kali ini aku ingin yang ada lesung pipinya," ucap Nathan berjalan mendekati Diana membuat wanita itu ketakutan.


"Aku tidak punya gen lesung pipi, mana bisa lahir bayi berlesung pipi," ucap Diana mencoba menghindari Nathan.


"Tapi aku punya," sahut Nathan memperlihatkan lesung pipinya yang tak pernah Diana lihat sebelumnya. Ternyata, Nathan memiliki dua lesung pipi jika laki-laki itu tersenyum.


"Tapi, tapi...


Diana pun tampak melotot saat Nathan membuka resleting celananya, sontak saja Diana berteriak lalu berlari keluar dari dalam kamar. Melihat itu, Nathan tersenyum kecil lalu berjalan ke arah ranjang.


"Hahahahaha," tawa Nathan pecah saat ia membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


"Dia pikir aku serius ingin menyentuhnya, dasar bodoh." Nathan masih tertawa, sebenarnya ia melakukan itu untuk mengusir Diana, ia masih belum mau tidur seranjang dengan istrinya. Ia belum nyaman kecuali memang ada hal mendesak saja.


Nathan kembali berdiri lalu berjalan ke arah boks bayi, senyumannya kembali terukir melihat wajah bayi Nara yang tertidur pulas.


"Cantik," gumam Nathan mengelus pipi bayi Nara.


"Cepat besar yah botak," lanjutnya sembari tertawa geli. Malam ini, suasana hati laki-laki itu terlihat sangat baik.


Di luar kamar.


Diana mencoba mengatur nafasnya, ia berdiri sembari memegangi dadanya.


"Ya ampun, dia menakutkan sekali," gumam Diana masih mengingat bagian atas tubuh Nathan yang kekar.


"Bisa remuk tubuhku jika dipeluk laki-laki seperti itu," lanjut Diana berjalan ke arah kamarnya.


"Hah, karena dia aku harus tidur terpisah dari bayi ku lagi, dasar manusia tak tau diri. Yang melahirkan siapa yang berhak siapa, dasar aneh." Diana pun masih berjalan sembari terus mengomel. Biar saja nanti Nara menangis dan Nathan kesusahan, siapa suruh berbuat seperti itu tadi.

__ADS_1


Diana memegang gagang pintu kamarnya, namun ia mendengar sebuah suara dari arah belakangnya.


Diana pun berbalik, matanya langsung tertutup melihat apa yang ada di hadapan sekarang.


Seorang wanita dengan tampang hancur sembari menggendong gumpalan daging, itu lebih mirip sebuah janin yang belum berkembang.


Diana ingin muntah rasanya melihat penampakan itu, mengapa wanita itu mendekati Diana.


Perlahan tangan wanita itu memanjang dengan suara aneh yang semakin membuat Diana mual. Diana pun langsung melotot dan menjerit ketakutan lalu berlari menjauh dari sosok mengerikan itu.


Tak biasanya arwah-arwah itu mengganggu Diana walau bagaimanapun rupa mereka, tapi wanita itu tiba-tiba saja datang dan mencoba mengganggu Diana.


Apa karena Diana sama sepertinya, mempunyai anak. Hanya saja anak dari sosok wanita itu belumlah lahir, sepertinya mati dalam keadaan masih di kandungan.


"Arghhhh! Pergi sana!" teriak Diana ketakutan membuat seisi mansion mendengar suara teriakan itu dan langsung bersiap siaga.


Diana terus berlari karena wanita itu terus mengejarnya, di penglihatan Diana, wanita itu meninggal jejak darah yang banyak dan juga bau.


Diana kembali masuk ke dalam kamar Nathan dan mengunci pintu agar sosok mengerikan itu tak dapat menjangkaunya.


Sontak saja Diana berteriak membuat Nathan yang tadinya hanya melihat Diana dengan tatapan bingung semakin kebingungan.


"Kau sudah gila! Mengapa kau berteriak? Kau tau itu bisa membangunkan bayi ku!" ketus Nathan kesal.


Diana pun langsung membalikkan tubuhnya lalu berlari ke arah Nathan dan memeluk laki-laki itu lalu bersembunyi di belakang Nathan.


"Apa yang kau lakukan!" bentak Nathan tak suka tubuhnya di sentuh tanpa seizinnya.


"Makan saja dia, jangan aku. Dia ini yang jahat," ucap Diana menatap sosok yang ada di hadapannya sembari menyuruh agar sosok itu menggangu Nathan saja.


Saat itu, bayi Nara pun tampak menangis kencang. Biasanya bayi itu sangatlah sensitif dengan lingkungannya, jadi Diana pun langsung mengambil bayi Nara dan kembali bersembunyi di belakang Nathan.


"Sayang, jangan menangis yah. Ada ibu di sini," ucap Diana mencoba menenangkan putrinya yang semakin rewel.


"Ini semua karena mu!" tuduh Nathan merebut bayi Nara dari gendongan Diana.

__ADS_1


"Bukan salah ku, tapi salah dia," tunjuk Diana ke arah sosok wanita itu tapi tentunya Nathan tak dapat melihat apa yang di tunjuk oleh Diana.


"Ck, kalian sudah mengganggu malam ku! Aku kesal!" geram Nathan terlihat sangat emosional membuat Diana malah semakin ketakutan.


Ternyata dia sedang menghadapi dua sosok yang menakutkan.


"Tapi itu salahnya," tangis Diana karena merasa disudutkan, kini sosok itu pun sudah menghilang membuat Diana sedikit lega, namun ada sosok lain yang lebih menakutkan yaitu Nathan.


Diana masih menangis dan bahkan semakin parah, mungkin itu karena hormon ibu yang baru saja melahirkan. Perasaan mereka tentunya sangat sensitif, jadi jika mereka merasakan tertekan mereka akan sering menangis atau melampiaskan kekesalan mereka pada bayi mereka.


"Berhentilah menangis!" bentak Nathan karena pusing mendengar Diana menangis di tambah lagi bayi Nara yang juga belum berhenti menangis, apalagi mendengar suara ketukan pintu dan juga panggilan dari pak Hans semakin membuat Nathan pusing.


"Telingaku bisa pecah kalau begini."


_


_


_


_


_


_


_


...Hihihihi😂😂😂...


...Siapa kemaren yang berharap haredang²🤭 cieeee ngarep😂😂🤣...


Lanjut? jangan lupa dukungan nya.


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc


__ADS_2