
"A-apa?" tanya Diana masih belum percaya dengan syarat yang diajukan suaminya.
"Lakukan kewajiban mu sebagai seorang istri," ucap Nathan enteng.
"Ta-tapi...
"Aku sudah katakan, kau tak bisa menolak atau pun membuat alasan. Karena, jika kau melakukan itu, maka aku akan tetap meminta hak ku dan aku juga akan membunuh teman mu itu!" sela Nathan membuat Diana jadi serba salah.
"Bu-bukan begitu, aku hanya belum siap," ucap Diana menundukkan kepalanya.
"Siap tak siap kau harus melakukan kewajiban mu! Aku tak mau mendengar alasan apapun itu!" tegas Nathan semakin membuat Diana ketakutan.
Diana hanya diam tak bisa berkata apa-apa lagi, ia tak bisa menolak, namun, ia juga belum bisa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Kenapa kau diam? Cepat ganti bajumu!" titah Nathan sembari mengangkat tubuh Nara dan memindahkannya ke boks bayi.
Diana pun hanya mengangguk saja, ia berjalan ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Entah pakaian apa yang dimaksud suaminya itu, tapi Diana lebih baik mengganti dengan pakaian baru.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang?" gumam Diana sembari menatap deretan baju tidur yang belum ia pakai sebelumnya.
Diana hanya pasrah saja, demi rasa kemanusiaan, ia akan melakukan apapun. Lagi pula, ini memang sudah kewajibannya yang tak boleh ia tolak lagi.
Setelah mengganti pakaian dengan baju tidur baru, Diana keluar dengan wajah pucat. Ia sangat takut dengan apa yang akan terjadi nantinya.
"Aku sudah selesai ganti baju," ucap Diana menatap suaminya yang masih sibuk menidurkan Nara.
"Aku tak berselera melihat mu memakai baju itu, ganti lagi!" ketus Nathan jutek.
Diana pun kembali masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan yang lain. Sudah beberapa baju tidur yang ia gunakan, tapi, suaminya tetap memintanya untuk ganti pakaian lagi.
"Aku lelah, sebenarnya, pakaian apa yang harus aku pakai?" tanya Diana kesal.
Nathan pun berjalan mendekati Diana membuat wanita itu terdiam kaku.
"Kau kira aku akan berselera melihat mu memakai pakaian tidur? Tak ada yang menarik dari tubuhmu, jadi, gunakanlah pakaian yang menarik perhatianku!" tekan Nathan.
__ADS_1
"Kalau tidak tertarik, yasudah. Mengapa harus di paksakan?" ucap Diana dengan mata yang sudah berembun.
Srekkkkk!
Mata Diana terbelalak kaget, ketika Nathan merobek baju tidurnya dengan kasar. Kini, dada Diana yang di tutupi B* Itu terpampang di hadapan suaminya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Diana gugup.
"Seharusnya kau memakai ini saja," ucap Nathan menunjuk pengaman dada istrinya.
Diana langsung menepis tangan Nathan lalu menutupi dadanya dengan tangan.
"Aku sudah pernah melihatnya, bahkan menyentuhnya ketika kau menyusui Nara," ucap Nathan enteng tanpa memikirkan perasaan Diana yang tercabik-cabik. Diana merasa sangat rendah karena diperlakukan seperti ini, semua laki-laki sama saja, pikirnya. Sama-sama kasar dan mesum.
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir Diana membuat wanita itu langsung menatap mata suaminya.
Diana hanya diam ketika Nathan mulai memegang pipinya lalu melakukan apa yang dikehendaki suaminya itu.
"Bernafas lah," bisik Nathan. Diana pun langsung menghirup oksigen dan mengatur nafasnya yang sesak.
Setelah terlihat sedikit membaik, Nathan kembali melanjutkan aksinya tanpa memperdulikan perlawanan dari istrinya.
Ciuman Nathan tak hanya di bibir Diana saja, laki-laki itu mulai menurunkan ciumannya ke leher Diana.
"Aw, sakit." Diana terkejut ketika Nathan menggigit keras lehernya. Tampak, Nathan tertawa kecil lalu mengelus lembut kepala Diana.
"Itu hanya pemanasan saja, aku akan menagihnya nanti ketika kau sudah terbiasa," bisik Nathan pelan.
Akhirnya, Diana bisa sedikit bernafas lega. Setidaknya, ia tak harus melakukan kewajibannya malam ini.
"Ganti pakaian mu dan tidurlah," ucap Nathan membelai pipi Diana dengan senyuman kecil di bibirnya.
Diana pun mengangguk dan Nathan pun keluar dari kamar Diana.
__ADS_1
"Hampir saja," lirih Diana menyeka air matanya.
"Setidaknya dia masih punya rasa kasihan," lanjut Diana sembari berdiri di depan cermin. Tangannya memegang bekas gigitan Nathan yang masih terasa perih.
"Tapi, dia menggigitku seperti menggigit daging ayam, sakit sekali."
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...Hayooooooooooo😂😂 Bukan ngeprank yah guys, hanya pelan-pelan saja😁 jangan terburu-buru, nanti kesannya gak bagus🤭...
...Tidak ada adegan vulgar yang intim di cerita ini teman-teman. Hargai saya sebagai penulis yang masih berusia 19 tahun ini😁...
...Jika teman-teman tidak suka dengan alurnya yang tak memberikan kesan intim, boleh di tinggalkan tanpa jejak yah❤️...
terimakasih.
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
__ADS_1