Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 26. Latihan menembak untuk Diana.


__ADS_3

Setelah mengganti sprei, Diana memilih untuk duduk di sofa. Nathan berada di luar, jadi ia harus di kamar, begitu juga sebaliknya.


Ia tak ingin berhadapan dengan laki-laki itu karena pasti ada saja hal yang akan terjadi jika mereka berpapasan.


Dorr!


Terdengar suara tembakan membuat Diana terkejut, Diana pun berjalan mendekati jendela kamar lalu mengintip ke halaman belakang, ternyata ada beberapa orang di sana yang sedang memegang senjata, sepertinya tengah latihan menembak.


"Kenapa tidak di tempat lain saja menembaknya? Aku kan terkejut," gumam Diana kembali duduk di sofa. Sebaiknya ia berdiam diri di kamar sebelum sesuatu yang tak diinginkan terjadi.


Di halaman belakang, Nathan tengah memantau persiapan latihan dasar menembak. Para anak buahnya pun melakukan apapun yang diperintahkan Nathan, entah siapa yang akan di latih oleh tuan mereka ini, padahal semua orang yang ada di mansion sudah ahli dalam tembak-menembak.


"Pak Hans, panggil istriku kemari!" titah Nathan. Pak Hans pun menunduk lalu pergi dari halaman belakang untuk memanggil Diana.


Mendengar kata istri, para anak buah Nathan sudah dapat menyimpulkan bahwa yang latihan bukanlah mereka melainkan istri tuan mereka.


Di dalam kamar, Diana masih asyik menonton televisi sembari memakai apel berserta kulitnya. Wanita itu tampak terkejut ketika pak Hans masuk ke dalam kamar.


"Anda di panggil tuan muda untuk ke halaman belakang," ucap pak Hans membuat Diana takut.


"Un-untuk apa, pak? Aku tak ingin melihat tembak-tembakan lagi, aku takut." Diana memasang wajah sedih membuat pak Hans bingung


"Maafkan saya, nona. Saya tak bisa melakukan apa-apa, sebaiknya anda ke halaman belakang sebelum tuan muda yang menjemput anda," ucap pak Hans menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Diana pun menghela nafas panjang lalu berdiri dan mengikuti langkah kaki pak Hans menuju halaman belakang.


Sesampainya di halaman belakang, Diana tampak kaku ketika para anak buah Nathan memperhatikannya.


"Berdiri di sana!" titah Nathan menunjuk ke arah seorang wanita yang tengah memegang pistol.


"Untuk apa?" tanya Diana takut.


"Aku bilang berdiri saja di sana!" tekan Nathan. Diana pun berjalan ke arah wanita itu lalu berdiri di hadapannya.


"Lakukan!" titah Nathan lalu duduk di kursinya sembari memperhatikan proses latihan.


Wanita itu tampak memposisikan tangan Diana bagaimana cara yang benar memegangi pistol, tangan wanita itu tampak gemetaran, karena jika ia gagal melatih Diana, maka nyawanya pun akan melayang.


Diana mencoba mencerna arahan dari pelatihnya, ia harus bisa melakukan semua yang dikatakan pelatihnya agar ia aman. Lagi pula jika ia bisa menembak, mungkin ia bisa menembak kepala suaminya jika sudah sangat menjengkelkan.


Dorr!


Diana terkejut ketika ia tak sengaja menarik pelatuk pistol yang membuat peluru melesat ke sembarang arah. Untungnya tidak ada yang terkena lesatan peluru itu.


Wajah Diana sudah pucat dan berkeringat, ia sangat tertekan akan situasi sekarang. Ada banyak orang yang tengah memperhatikan nya dan seperti tengah mengintimidasi nya. Di tambah lagi suara pistol yang berisik membuat Diana pusing, perutnya juga terasa keram.


Hingga akhirnya Diana pun jatuh dan tak sadarkan diri. Sontak saja pelatih Diana panik dan langsung mengangkat tubuh Diana di bantu satu rekannya lagi. Atas izin Nathan, Diana pun di bawa ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


"Lemah," gumam Nathan berdiri dan meninggalkan halaman belakang.


_


_


_


_


_


_


_


...Lah namanya juga ibu hamil, kang. Kan memang lemah, lagian lu aneh deh, mau ngelatih main pistol sama ibu hamil🤦🏼‍♀️👀 nanti bayi nya kaget gimana😱...


Kalau Nathan ada di dunia nyata, kalian mau gak jadi istrinya 😂 dia tampan, body oke banget, harta banyak, tapi dingin, kejam, gak punya perasaan, songong, tapi kalau bucin ngeri abis, sedikit salah habis riwayat hidup 😂 ayo jawab jujur, mau apa kagak🤣


typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2