Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 88. Makin sayang.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya Diana dan Nathan pun tiba di negara tujuan.


Hari sudah berganti malam, Nathan dan Diana pun masih berada di mobil. Terlihat, Diana sudah tertidur karena lelah sedangkan Nathan sibuk dengan ponselnya.


Sesampainya di tempat penginapan.


Nathan langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke villa tanpa mengajak Diana. Laki-laki itu, masih sibuk dengan ponselnya karena tengah memperhatikan bagaimana memulai bulan madu yang romantis.


"Tuan, nona masih di dalam mobil," ucap supir keluar dari mobil dengan wajah bingung.


Mendengar itu, Nathan langsung berbalik dan menepuk jidatnya. Ia pun kembali mendekati mobil lalu menggendong istrinya yang masih tertidur pulas.


"Maafkan aku yah," bisik Nathan lalu mencium kepala Diana.


Sesampainya di dalam kamar.


Nathan langsung membaringkan istrinya lalu membuka alas kaki, serta yang dirasa memberatkan tubuh Diana.


"Apa ku ganti saja yah bajunya?" gumam Nathan bingung. Jika ia mengganti pakaian istrinya, nanti Diana akan bangun, tapi jika ia tak mengganti pakaian istrinya itu, bisa gatal-gatal tubuh wanita tercintanya itu.


Solusinya adalah membangunkan istrinya, karena ia sangat bingung sekarang.


"Sayang, bangunlah. Kita sudah sampai, ganti dulu pakaian mu," ucap Nathan menepuk-nepuk pipi Diana.


"Sayang," panggil Nathan membuat Diana menggeliat tak nyaman.


"Apa?" tanya Diana dengan suara pelan.


"Ganti pakaian mu agar tidurmu lebih nyaman," ucap Nathan mencium kening Diana.


"Gantikan," pinta Diana manja.


"Apanya yang digantikan, sayang?" tanya Nathan tersenyum kecil.


"Baju ku, gantikan saja. Aku malas bergerak," jawab Diana manja.


"Oke, sayangku."


Tidak mengambil pakaian baru, Nathan mulai melucuti pakaian istrinya itu dengan senyuman yang mengembang sempurna.


"Kenapa senyum-senyum, hm?" tanya Diana menutupi tubuhnya yang sudah polos dengan selimut.


"Entahlah," jawab Nathan menyandarkan kepalanya di dada Diana yang empuk.


"Sayang, mana baju gantinya?" tanya Diana mengelus-elus kepala Nathan.


"Untuk apa baju ganti, toh kita nanti juga akan melakukan sesuatu," jawab Nathan menarik pelan selimut Diana hingga memperlihatkan bagian favorit nya.


Nathan langsung memegang bagian tubuh Diana yang ia sukai. Hal itu, membuat Diana tertawa kecil. Kantuknya sudah hilang sekarang karena suaminya sudah mulai memperlihatkan tanda anu-anu.

__ADS_1


"Memangnya kita mau melakukan apa?" tanya Diana pura-pura polos.


"Eum, membuat anak contohnya. Aku sudah sangat tak sabar menyaksikan perutmu ini membuncit karena ada benih ku di sana," jawab Nathan mengangkat kepalanya lalu menatap mata Diana.


"Kau mau kan mengandung anak-anak ku?" tanya Nathan membuat pipi Diana merona.


"Kalau tidak mau, bagaimana?" tanya Diana balik membuat Nathan langsung mencubit hidung istrinya itu.


"Harus mau! Kalau kau tak mau, maka aku akan menanamkan benihku secara paksa," jawab Nathan lalu mengecup singkat bibir Diana.


"Aku suka di paksa-paksa," ucap Diana tertawa kecil.


"Oh, jadi kau suka yang semacam paksaan yah. Seperti sesuatu yang kasar," sahut Nathan menyeringai nakal.


"Eum, bisa dibilang seperti itu." Diana benar-benar tersipu malu dengan apa yang sedang mereka bahas.


"Kalau begitu, apa aku harus mulai kasar sekarang?" tanya Nathan dengan tatapan mendambakan sesuatu yang berarti dari istrinya.


"Mengapa harus minta izin dulu, bukannya laki-laki kejam sepertimu suka memaksa?"


"Aku tidak akan melakukan itu padamu, masalah percintaan di ranjang, aku sangat sensitif. Aku tak suka keterpaksaan dari lawan bercinta ku, kalau selain masalah ranjang, aku memang sangat suka memaksa," jelas Nathan menciumi bagian tubuh Diana yang menjadi favoritnya.


Terdengar lenguhan dari istrinya itu membuat Nathan semakin merajalela.


"Malam ini, kasar atau lembut?" tanya Nathan kembali mencium bibir Diana.


"Laksanakan, Bu bos."


********


Keesokan paginya.


Diana bangun lebih awal, tubuhnya sudah terasa lebih segar dari sebelumnya setelah mandi tadi.


Di lihatnya ke arah ranjang dimana sang suami masih tertidur pulas dan terlihat lelah karena permainan mereka semalam.


Diana kembali tersenyum mengingat setiap momen yang ia lewati bersama suaminya.


Diana memilih berdiri di balkon sembari menatap lurus ke depan. Ada satu pikiran yang mengusiknya selama ini. Ia masih bingung dengan keluarganya, apa mereka tak mencari nya? Diana ingin bertanya pada Nathan, tapi suaminya itu selalu saja mengalihkan pembicaraan.


"Sayang," panggil Nathan dengan suara serak yang terdengar seksi di telinga Diana.


"Iya, sayangku." Diana langsung berjalan ke arah ranjang dan naik ke tempat tidur yang terlihat masih berantakan.


"Eum, suamiku ini selalu tampan walau baru bangun tidur," puji Diana mencium kening Nathan.


"Hm."


"Mau mandi?" tanya Diana mengelus dada bidang suaminya itu.

__ADS_1


"Mandikan," pinta Nathan sembari mengucek matanya.


"Tapi aku sudah selesai mandi," ucap Diana. Wanita itu tau jika sudah berdua di kamar mandi, pasti akan lama keluarnya.


"Hm." Bukannya bangkit dari tidurnya, Nathan malah menarik tubuh Diana kedalam pelukannya lalu kembali menutup matanya.


"Loh, kenapa tidur lagi? Ayo bangun, setelah itu kita sarapan dan mulai jalan-jalan. Kan tujuan kita kemari mau jalan-jalan," ucap Diana mengerucutkan bibirnya.


"Sebentar lagi," pinta Nathan terlihat masih sangat mengantuk.


"Yasudah, jangan lama-lama tidurnya yah," ucap Diana mengalah.


"Iya, tiga jam yah sayang."


"Jangan," jawab Diana cepat. Ia ingin cepat-cepat pergi jalan-jalan dan menikmati suasana baru di negeri orang.


Nathan pun hanya bergumam pelan saja lalu kembali melanjutkan tidurnya yang terjeda.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Masih suka sama alurnya? ...


...Masih ada momen Diana hamil, melahirkan dan merawat anaknya yang lincah loh😂...


...Masih sabar?...


...Harus sabar dong🤭...


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2