
Setelah pagi yang menyenangkan, kini Nathan berada di markasnya. Tak lupa ia membawa sang putri bersamanya, awalnya Nathan tak ingin membawa Nara, namun, putrinya itu sangat lengket padanya sehingga, jika Nathan meninggalkan buah hatinya itu, pastinya Nara akan menangis. Ia sangat tak suka putrinya menangis.
"Jadi, bagaimana? Apa ada pergerakan darinya?" tanya Nathan sembari memberikan mainan pada Nara.
"Sejauh ini, Baron hanya mengutus anak buahnya untuk selalu mengintai Anda dan mengambil foto," jawab Rayyan memperlihatkan beberapa foto anak buah Baron yang mengambil foto Nathan dan Diana ketika di laut.
"Hm, pasti dia sedang merencanakan sesuatu yang lebih berbahaya," sahut Xeon.
Nathan tampak menutup matanya sembari mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jari nya.
"Sebenarnya aku ingin ia segera mati dan aku pun bisa hidup dengan tenang, namun, aku sadar, bahwa ada satu hal yang membuat aku tak bisa dengan mudah membunuhnya." Nathan tampak menghela nafas berat.
"Anda pasti bisa, tuan. Dia sudah melakukan dosa yang begitu besar, dia tak akan pernah berubah walau kematian sudah ada di hadapannya," ucap Rayyan mengerti maksud dari tuannya.
Setiap kali Nathan berhadapan dengan pamannya itu, bayangan masa lalu terus menghantuinya. Itulah mengapa Nathan selalu menggunakan anak buahnya untuk memberi pelajaran pada Baron.
Bukankah setiap manusia memiliki kelemahan?
Nathan memang bisa membunuh pamannya secara langsung, namun, Nathan ingin pamannya merasakan rasa sakit yang di alami orang tuanya dulu. Ia sudah berjanji akan membalaskan rasa sakit yang ia alami ketika melihat kedua orang tuanya mati mengenaskan.
******
Setelah membahas rencana untuk menangkap Baron, Nathan dan Nara pun pulang ke mansion. Namun, sebelum itu, Nathan membeli permen kapas untuk istrinya. Entah mengapa ia kepikiran untuk membeli permen kapas.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Nathan pun langsung masuk ke mobil dan pulang ke mansion.
Sesampainya di mansion, Nathan langsung mengantar Nara ke kamar Diana karena memang putrinya itu sudah tertidur.
"Kalian sudah pulang?" tanya Diana yang sepertinya baru selesai mandi.
"Hm," Jawab Nathan sembari membaringkan putrinya di tempat tidur.
"Kalian membeli gula kapas?" tanya Diana memperhatikan permen kapas yang di pegang suaminya.
"Iya, ini untuk Nara."
"Untuk Nara? Tapi, Nara belum bisa makan itu," ucap Diana berjalan mendekati suaminya yang duduk di tepi ranjang sembari mengelus-elus pipi Nara.
"Bisa," ucap Nathan.
"Bagaimana?" tanya Diana.
"Dari sini," jawab Nathan sembari menyentuh payu*ara Diana membuat wanita itu kaget.
__ADS_1
"Kau makan permen kapas ini, lalu berikan susu pada Nara. Itu berarti, Nara akan ikut merasakan rasa permen kapas ini," lanjut Nathan.
"Ini, ambil." Nathan memberikan permen kapas itu pada Diana, wanita itu pun mengambilnya dengan wajah kebingungan.
"Makanlah dan susui Nara kalau dia sudah bangun. Ingat, permen kapas itu ku belikan untuk Nara, bukan untuk mu," ucap Nathan sembari berjalan keluar dari kamar.
Sepeninggalan Nathan, Diana langsung memakan permen kapas pemberian suaminya, lebih tepat untuk anaknya.
"Mengapa dia tak bisa bersikap manis sih?" gumam Diana merasa jengkel.
*******
Malam harinya.
Diana kini sudah berada di kamar suaminya, ia harus ada di samping Nathan jika Nara sedang bersama suaminya itu.
Nathan tampak sedang memakan potongan buah apel sembari menggoda Nara dengan mendekatkan potongan apel itu pada putrinya.
"Kau sangat menyukai Nara yah?" tanya Diana.
"Hm, sangat."
"Mengapa kau bisa menyukainya? Padahal, dia bukan darah dagingmu," tanya Diana penasaran.
"Nara juga wangi," lanjutnya.
"Sabun nya saja mahal, makanya wangi," sahut Diana.
"Kalau nanti Nara sudah besar, aku akan mendidiknya menjadi wanita yang kuat namun tetap lemah lembut, aku tak suka wanita kasar," ucap Nathan tersenyum melihat putrinya yang juga tersenyum.
"Eum, kalung ini pemberian mu kan?" tanya Diana memperlihatkan kalung yang ada di lehernya. Kalung yang ia dapatkan di malam ulang tahunnya.
"Itu untuk Nara," jawab Nathan enteng.
"Eleh, bilang saja untukku. Dasar bermuka dua," ucap Diana tersenyum mengejek.
"Hm."
"Tapi, terimakasih." Diana tersenyum sembari memegang kalungnya, ia tak menyangka jika suaminya lah yang memberikan kalung itu setelah memberikan kejutan yang mengerikan.
"Hm."
"Aku pernah melihat mu menangis sewaktu tidur, kau mimpi apa?" tanya Diana mulai penasaran dengan kehidupan masa lalu suaminya ini.
__ADS_1
Nathan melirik Diana sekilas lalu kembali fokus pada putrinya.
"Ibu dan ayah ku," jawab Nathan singkat.
"Aku ingin tau kisah hidupmu di masa lalu," ucap Diana menatap Nathan penuh harap.
Nathan tampak menghela nafas berat lalu menutup matanya membuat Diana tak enak hati.
"Kalau kau tak bisa tak apa, abaikan saja perkataan ku tadi," ucap Diana tak enak hati. Sepertinya, sangat berat bagi Nathan untuk menceritakan masa lalunya.
"Tak apa, akan ku ceritakan dengan singkat. Bukankah kita harus saling terbuka jika ingin saling mencintai," sahut Nathan menatap Diana.
Diana pun tersenyum manis lalu menggeser kursinya mendekati Nathan.
"Ini adalah pertama kalinya aku bercerita tentang apa yang aku alami di masa lalu. Pak Hans, Rayyan dan Xeon pun tau bukan dari ku. Pak Hans tau karena dialah yang ada di sana dan membawa ku pergi, sedangkan Rayyan dan Xeon tau dari pak Hans," jelas Nathan membuat Diana semakin mengerti begitu rumitnya kehidupan Nathan di masa lalu.
"Tapi sebelum itu, cium aku dulu." Diana langsung tertawa mendengar permintaan suaminya, padahal tadi ia begitu serius mendengarkan setiap kata yang terucap dari mulut suaminya itu
"Sini." Nathan pun mendekatkan wajahnya dan akhirnya mendapatkan satu kecupan singkat di bibir.
"Aku akan bercerita, tapi, setelah ini cium aku lagi yah."
"Iya, sayang." Nathan tertawa kecil mendengar panggilan sayang dari istrinya, ia sangat suka panggilan itu.
"Ayo cerita," ucap Diana sembari menyenderkan kepalanya di bahu Nathan.
_
_
_
_
_
_
...Yang kemarin katanya penasaran dengan masa lalu Nathan, di bab berikutnya akan kita jabarkan secara singkat yah🌹...
Maaf yah agak berantakan, karena author nulisnya pas lagi daring🤭 nanti kalau sudah, akan author perbaiki.
tetap di pantau😘
__ADS_1
tbc