Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 96. Adelleo dan Adellea.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini adalah acara yang di tunggu-tunggu oleh kedua insan yang baru saja kedatangan dua malaikat kecil mereka.


Acara ini juga adalah kesempatan bagi para pengusaha serta rekan kerja lainnya untuk menjilati kaki tuan Albert dengan memberikan hadiah yang menurut mereka sangat mewah padahal tidak ada apa-apanya bagi Nathan.


MC pun memulai acara dengan kata-kata sambutan dan juga rasa syukur atas kehadiran penerus Albert. Acara dilangsungkan di sebuah gedung milik Nathan.


"Sekarang adalah momen yang di nanti-nanti, tuan Albert dan juga nyonya Albert akan memperkenalkan dua penerus mereka yang baru saja lahir ke dunia. Kepada tuan dan nyonya dengan segala hormat dipersilahkan naik ke atas panggung," ucap MC di sambut tepukan tangan dari para hadirin.


Nathan dan Diana pun naik ke atas panggung tanpa membawa dua buah hati mereka. Nathan tak sebodoh itu sampai memperlihatkan wajah anak-anaknya, ia tau di balik para penjilat di hadapannya ini ada banyak para musuhnya yang ingin mencari kelemahannya.


"Selamat pagi menjelang siang, semuanya." Diana menyapa terlebih dahulu, tentunya itu sudah menjadi skenario karena Nathan tak akan membuka suaranya untuk mengucapkan kalimat yang panjang di hadapan orang-orang.


"Senang sekali kalian bisa berhadir di acara kami yang sederhana ini, acara yang penuh dengan kebahagiaan." Diana berbicara dengan elegan sembari terus tersenyum menambah kesan cantik pada wanita itu.


"Tuhan telah memberikan kami dua malaikat kecil yang sangat berharga, itu sangatlah membahagiakan. Setelah merasakan sebuah kehilangan ketika putri kami meninggalkan kami, kini Tuhan memberikan kami pengganti yang bahkan ada dua. Kami sangat berbahagia dan sangat bersyukur."


"Hari ini, kami akan mengumumkan nama dari anak-anak kami. Nama itu di buat langsung oleh suamiku yang paling tampan dan juga paling baik di dunia ini setelah ayahku," lanjut Diana menatap sang suami yang kini tengah tersenyum penuh kemenangan karena di puji oleh istrinya.


Para tamu yang mendengar pujian Diana seketika bergidik ngeri. Kalau masalah tampan mereka setuju, tapi baik? Sejak kapan tuan Albert baik? pikir mereka.


Diana pun memberikan mic pada suaminya agar memberitahu nama yang sudah di siapkan oleh Nathan.


"Baiklah, jangan banyak basa basi. Nama anak-anak ku adalah Adelleo Albert Salvador dan Adellea Albert Salvador. Kami memanggil mereka dengan panggilan Leo dan Adel. Ingat! Hanya kami yang boleh menggunakan nama panggilan itu! Jangan coba-coba untuk menyebutnya bahkan dalam pikiran kalian sekalipun!" ucap Nathan memberitahu nama anaknya sembari memberikan peringatan.


Para hadirin pun tampak menunduk membuat Nathan tersenyum sinis.


"Aku rasa cukup ini saja yang di sampaikan. Silahkan nikmati acara dan bawa kembali hadiah yang kalian berikan! Aku tak butuh hadiah murahan dan juga tak berguna dari manusia seperti kalian!" lanjut Nathan membuat suasana begitu senyap. Rencana menjilat tuan Albert serasa pupus begitu saja.


"Baiklah, terimakasih karena sudah hadir dan memeriahkan acara kami. Selamat menikmati hidangan dari kami, semoga hari kalian menyenangkan." Diana merebut mic lalu mengakhiri sesi pengenalan nama bayi.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Nathan dan Diana pun turun lalu pergi ke ruangan pribadi mereka meninggalkan para hadirin yang masih menikmati hidangan walau sebenarnya harga diri mereka sangat di injak oleh Nathan.


Mereka harus memakan cemilan atau makanan lainnya karena jika tidak, maka mereka tak akan pulang dengan tubuh bernyawa. Banyak anak buah Nathan yang mengawasi mereka agar segera menikmati makanan dan juga hiburan yang sudah di siapkan.


******


"Sayang, mengapa kau berbicara seperti itu tadi? Dan mengapa hadiahnya di kembalikan?" tanya Diana bingung dengan sikap suaminya.


Diana memilih duduk di dekat boks bayi dimana bayi mereka tertidur.


"Aku tak suka dengan mereka, aku juga tak suka barang pemberian dari orang lain." Hanya itu jawaban Nathan yang tak membuat Diana puas.


"Tapi kan kalau hadiahnya di kembalikan itu sama saja tidak menghargai mereka," ucap Diana.


"Apa pedulinya di hargai atau tidak? Jika aku menerima hadiah sampah itu, maka aku akan berutang Budi pada mereka. Aku tak suka itu. Lagi pula, jika kau ingin barang-barang seperti hadiah mereka tadi, aku bisa membelikannya. Jangan menerima apapun dari seseorang yang memiliki maksud terselubung di sana," jelas Nathan memilih duduk di tepi ranjang setelah membuka jas nya.


Diana tampak terdiam dan memilih menatap dua buah hatinya. Selagi mereka di acara tadi, Nathan menitipkan dua bayinya ini pada pak Hans. Hanya pak Hans lah orang yang dapat di percayai untuk menjaga bayi.


"Entahlah," jawab Diana. Sebenarnya ia sangat bahagia tadi karena begitu banyak orang yang peduli pada anaknya dengan memberikan hadiah.Tak peduli apa itu hadiahnya, bagi Diana itu adalah istimewa.


Nathan mendekati istrinya lalu meraih kedua pipi istrinya itu.


"Maafkan aku, aku mengacaukan semuanya. Seharusnya aku tak bicara dan hanya diam saja agar acaranya berjalan sesuai keinginan mu,. Maafkan aku," ucap Nathan merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi. Sungguh, ia tak bermaksud untuk menghancurkan acara istrinya, ia hanya tak bisa menahan egonya untuk menekan orang-orang tadi.


"Iya, sayang. Aku memaklumi semuanya," balas Diana tersenyum tulus.


Melihat wajah suaminya yang merasa bersalah membuat Diana tak tega.


"Yang terpenting sekarang adalah, kau tetap bersamaku dengan dua anak kita, Leo dan Adel," lanjut Diana mengecup singkat bibir suaminya.


"Oh ya, mengapa tidak Leo dan Lea saja? Kan mereka kembar, biar serasi." Diana penasaran dengan nama panggilan anaknya yang berbeda, apa ada sesuatu di sana?

__ADS_1


"Eum, sebenarnya tak ada yang istimewa. Hanya saja aku kurang suka dengan nama panggilan yang mirip, kalau nama yang mirip tak apa, tapi nama panggilan mirip, big no!" jelas Nathan membuat Diana terkekeh.


"Leo dan Adel," ucap Diana tersenyum manis.


"Leo, si laki-laki yang gagah, tampan, bijaksana, dan juga tegas. Adel, wanita yang baik hati, cantik, periang dan juga lincah," lanjut Diana. Nathan pun tersenyum manis karena akhirnya semuanya kembali membaik.


Setelah ini, ia akan memastikan semuanya semakin membaik. Jika tidak, maka ia akan tetap berusaha untuk memperbaiki segalanya.


Ia berjanji akan itu.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Welcome, Leo dan Adel๐Ÿ˜ Punya sifat yang berbeda tentunya nanti yang akan membuat orang tuanya kewalahan ๐Ÿ˜...


tbc.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2