
Masih di perusahaan, Nathan tampak tertidur pulas sembari memeluk Diana dengan erat. Ketiga orang itu tertidur dengan nyenyak tanpa ada gangguan.
Tampak Diana menggeliat membenarkan posisinya karena merasa pegal, tangannya di himpit oleh Nathan, Diana pun membuka matanya. Tentunya, wanita itu terkejut melihat siapa yang ada di samping, Diana memasang wajah cemberut dan menarik tangannya yang tertindih.
Diana bergerak membelakangi Nathan, bukannya melepaskan Diana, pelukan itu semakin kuat membuat Diana sesak.
"Jangan kuat-kuat," ucap Diana pelan sembari mencubit punggung tangan Nathan.
Nathan tampak bereaksi dengan merenggangkan pelukannya, Diana pun akhirnya bisa bernafas juga.
"Tadi marah-marah, sekarang peluk-peluk," oceh Diana tak bisa tidur lagi. Kantuknya sudah hilang, ia pun kembali berbaring menghadap Nathan sembari menatap wajah Nathan yang mulus.
Diana memperhatikan wajah Nathan dari mata yang tertutup, bulu mata yang tidak terlalu lebat, hidung mancung dan bibir tipis yang merah. Sebenarnya, Nathan ini lebih cocok jadi artis saja, artis psychopath maksudnya.
Perlahan tangan Diana menyentuh wajah Nathan, mulai dari kening turun ke mata lalu ke bibir Nathan. Diana tersenyum manis, hatinya tergelitik dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Seandainya Nathan mencintainya, pasti Diana begitu bahagia bisa memiliki laki-laki dengan body sempurna ini.
Tunggu-tunggu, mengapa ia harus memikirkan hal menggelikan itu. Diana langsung menarik tangannya dan memilih memejamkan matanya dan mencoba untuk kembali tidur, namun hembusan nafas Nathan yang mengenai kulit lehernya membuat ia merinding
"Ha?" Diana terkejut ketika Nathan bergerak dan menariknya ke dalam pelukan semakin erat, jantung Diana berdetak kencang, ia menatap bayi nya yang tertidur pulas.
"Tolong ibu, Nara. Ada orang jahat yang memeluk ibu!"
******
Beberapa jam kemudian, Nathan membuka matanya. Yang pertama kali ia lihat adalah dua bola mata Diana yang menatapnya dengan tatapan penuh arti.
Nathan menaikan kedua alisnya memasang tampang tak berdosa nya.
__ADS_1
"Enak?" sindir Diana menatap Nathan dengan tatapan sinis.
"Hm."
"Hm, hum, him, mengambil keuntungan dalam kesempitan!" ketus Diana.
"Apa aku salah memeluk istriku?" tanya Nathan dengan nada sinis nya.
"Sekarang bilangnya istri, tadi katanya wanita tak berguna!" sahut Diana tak kalah sengit.
Tampak Nathan bergerak cepat dan naik ke atas tubuh Diana membuat wanita itu melotot.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Diana gugup.
"Kau itu istriku, jadi terserahku ingin memperlakukan mu seperti apa. Ingat kata-kata ku! Aku berhak atas dirimu, tapi kau tak berhak atas diriku!" tekan Nathan membuat Diana kembali kesal.
"Iya, aku wanita rendahan. Aku berasal dari keluarga miskin dan aku tidak bisa menjaga kesucianku untuk suamiku," lirih Diana dengan perasaan yang kembali terluka untuk kesekian kalinya.
******
Hari sudah sore, Diana sudah berada di dalam mobil begitu juga dengan Nathan. Baru kali ini, Nathan pulang sore dari perusahaan, biasanya laki-laki itu pulang pagi ataupun siang.
"Kemari kan bayi ku!" titah Nathan ingin merebut bayi Nara dari gendongan Diana.
"Tidak perlu menyentuhku ataupun bayiku! Karena bayiku terlahir dari wanita rendahan sepertiku! Bisa-bisa, kulit mu ataupun ***** makanmu akan rusak!" sinis Diana membuat Nathan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya itu. Laki-laki itu memang tak mudah tersinggung, tapi ia paling tak suka di bantah. Rasanya ia ingin langsung menginjak kepala orang yang membantahnya.
"Untuk kali ini aku melepaskan mu! Tapi, jika sikap membangkang ini terulang lagi, maka aku akan membunuhmu detik itu juga!" tegas Nathan membuat Diana gemetaran, namun wanita itu berusaha untuk tenang.
Mobil pun berjalan menembus kemacetan jalanan di sore hari. Tak ada pembicaraan ataupun saling menatap, semuanya sibuk dengan pikiran dan ego masing-masing.
__ADS_1
Drrrrttt
Drrrrttt
Ponsel Nathan bergetar, laki-laki itu tampak membiarkan saja ponselnya berdering tanpa niat untuk menjawab panggilan dari Rayyan.
"Ponselmu berbunyi," ucap Diana.
"Aku tidak tuli!" ketus Nathan membuang ponselnya ke luar membuat Diana membelalakkan matanya. Bagaimana jika ada yang penting? Kenapa tidak menjawab panggilannya terlebih dahulu baru di buang ponselnya.
_
_
_
_
_
_
_
...Masih suka gak sama ceritanya walau telat up?...
...Jaringan kalian bagus gak sih? Kok tempat author susah kali mengakses jaringan. gak biasanya gini😶 jadi terhambat banget untuk bisa akses apk online....
Tbc.
__ADS_1