
Mansion.
Perlahan mata Diana terbuka, yang pertama kali ia lihat adalah langit-langit kamar yang bercatkan warna putih.
"Apa aku sudah mati?" tanya Diana melihat ruangan serba putih itu. Tapi, anehnya ruangan itu ada kasurnya dan juga ada televisi.
"Anda sudah bangun, nona?" tanya pak Hans masuk ke dalam kamar dengan beberapa pelayan yang membawa makanan.
"Oh, ada pak Hans. Apa bapak mati juga?" tanya Diana membuat pak Hans tersenyum kecil.
"Saya belum mati, nona. Anda juga belum mati," jawab pak Hans lembut.
Diana tampak mengangguk, pantas saja ia merasa familiar dengan tempat yang tengah ia tempati, ternyata ini adalah kamarnya.
"Dimana Nara ku, pak Hans?" tanya Diana tak melihat putrinya.
"Nona Nara bersama tuan muda, nona. Mereka ada di halaman belakang," jawab pak Hans.
"Aku ingin menemui Nara ku, aku merindukannya."
"Tapi anda harus makan dulu, nona."
"Tidak, aku ingin bertemu dengan Nara ku," tolak Diana sembari berdiri
"Anda ingin terkena amarah dari tuan muda?" tanya pak Hans tersenyum menyeringai membuat Diana langsung takut dan memilih kembali duduk.
"Aku ke kamar mandi dulu," ucap Diana langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
Setelah selesai membersihkan wajah dan mulut, Diana langsung sarapan di temani beberapa pelayan dan tentunya pak Hans.
"Pak Hans, dimana Rayyan?" tanya Diana di sela makannya.
__ADS_1
"Tuan Rayyan sekarang berada di apartemennya, nona."
"Oh, mengapa dia tak berkunjung kemari?" tanya Diana.
"Mungkin tuan Rayyan sedang beristirahat, nona. Belakangan ini, tuan Rayyan selalu bekerja, jadi mungkin tuan Rayyan sedang mengistirahatkan tubuhnya," jawab pak Hans.
"Benar juga, yah. Kemarin ketika aku melihatnya, dia seperti orang kurang tidur, tapi tetap tampan," oceh Diana membuat pak Hans tersenyum kecil.
"Sebaiknya anda tidak memuji laki-laki lain di depan tuan muda nanti," ucap pak Hans memperingati Diana.
"Memangnya kenapa?" tanya Diana heran.
"Bisa jadi tuan muda marah pada anda atau dia akan membunuh laki-laki yang anda puji tadi," jawab pak Hans tersenyum manis membuat Diana bergidik ngeri.
Setelah selesai sarapan, Diana langsung turun ke bawah untuk melihat putrinya. Ia sudah terlalu sering berpisah dari putrinya, takutnya nanti Nara melupakannya.
Diana dapat melihat di halaman belakang, Nathan tengah mengoceh sendirian sembari mengelus-elus pipi putrinya. Diana tersenyum senang melihat pemandangan yang ada di depannya.
"Wah, kalian bahagia sekali," ucap Diana ikut duduk di hadapan Nathan.
"Ya ampun, cantiknya putri ibu pakai bando," puji lama mengelus pipi putrinya yang tampak memakai bando berwarna pink.
"Kau berisik sekali," gerutu Nathan menjauhkan putrinya dari Diana.
"Aku kan hanya memuji, putri ku sangat cantik seperti ibunya yang cantik ini," sahut Diana membuat Nathan tertawa lepas. Diana bahkan dapat melihat lesung pipi Nathan yang membuat laki-laki itu terlihat sangat manis.
"Cantik?" tanya Nathan menatap geli ke arah Diana.
"Iya, cantik sekali," jawab Diana bangga.
"Kalau cantik coba kau senyum dan perlihatkan gigi mu," tantang Nathan. Diana pun dengan percaya dirinya langsung tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya, hanya saja ada sesuatu di salah satu giginya yang membuat Nathan kembali tertawa.
__ADS_1
"Sebelum kau mengatakan dirimu cantik, sikat gigimu dulu dengan bersih. Jangan sampai orang-orang tertawa melihat gigi yang berhiaskan kulit cabai itu," ejek Nathan membuat Diana langsung menutup mulutnya. Diana tak percaya kalau di giginya ada cabai, ia pun berlari menuju kamar untuk melihat apakah benar di giginya ada cabai. Kalau benar ada, betapa malunya dia karena sudah begitu percaya diri tadi.
"Loh cantik, mau kemana?" tanya Nathan sembari tertawa membuat Diana semakin malu.
"Kau menyebalkan," gerutu Diana kesal.
Sesampainya di dalam kamar, Diana langsung berkaca di kamar mandi. Ternyata memang benar kalau ada cabai di giginya, Diana pun langsung menyikat giginya agar terhindar dari sisa-sisa makanan.
"Aduh, malunya." Diana kembali mengingat bagaimana suaminya tertawa karena gigi Diana. Sangat memalukan.
"Tapi setidaknya aku bisa membuatnya tertawa, bukankah itu bagus? Perlahan dia pasti bisa menjadi laki-laki yang baik," gumam Diana tersenyum senang.
_
_
_
_
_
_
_
...Ayo siapa yang sering ada sisa cabe di giginya dan gak sadar lalu senyum-senyum lah di depan orang😂😂...
...Gak papa, cabe itukan mahal, jadinya kalau ada sisa cabe di gigi biarin aja, itu buktinya kamu sudah memakan makanan mahal😂😂...
Semangat💪💪💪💪
__ADS_1
tbc.