Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 82. Nanti malam yah.


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan lika-liku kehidupan yang unik, kini Diana sudah menjadi periang lagi dah bahkan lebih lincah lagi hingga suaminya itu kewalahan menghadapi sikap istrinya yang cerewet.


Namun, walaupun Diana terbilang sangat cerewet sekarang, Nathan sangat senang melihat istrinya yang kembali tersenyum dan melupakan kesedihan walau luka di hati belum lah pulih.


Kini, dua insan itu tengah berada di kamar.


"Kau tak perlu ikut, diam saja di rumah dan lakukan apapun yang kau mau," ucap Nathan menolak keinginan istrinya yang ingin ikut ke perusahaan.


"Ck, kenapa tak boleh? Apa di sana ada selingkuhan mu?" tanya Diana memasang wajah cemberut. Padahal dirinya sudah memakai baju yang bagus untuk ikut ke tempat kerja suaminya.


"Selingkuhan apa lagi? Sudah berapa kali kau menuduhku selingkuh, sayang. Aku sampai bosan dengan kata selingkuh itu," sahut Nathan mengambil ponselnya dan berjalan keluar dari kamar.


"Aaaa, ikut." Diana langsung mengikuti langkah suaminya itu. Dengan wajah cemberut Diana berjalan di belakang suaminya sembari memegang ujung baju Nathan.


Nathan pun hanya bisa menghela nafas panjang membiarkan istrinya itu berjalan dibelakangnya.


"Apa anda membutuhkan sesuatu, tuan?" tanya pak Hans yang sudah berada di samping Xeon.


"Awasi saja istriku," jawab Nathan menghentikan langkahnya yang kini sudah di dekat pintu.


Nathan membalikkan badannya menatap wajah istrinya yang cemberut karena tak diajak ke perusahaan.


"Ikut," ucap Diana pelan sembari memeluk lengan Nathan.


"Kau akan bosan di sana, sayang. Aku tak bisa menemani mu karena aku ada rapat penting," ucap Nathan mengelus kepala Diana.


"Tidak apa-apa, yang penting aku ikut." Diana tak mau putus asa, tujuannya hari ini adalah pergi jalan-jalan dan melihat semua aktivitas suaminya yang masih misterius baginya.


Diana menggeleng lalu memeluk erat suaminya, hal itu membuat Nathan tak bisa menahan senyumannya yang sudah ia tahan semenjak dikamar tadi.


Pak Hans dan Xeon pun saling menatap dan memberi kode lewat mata mereka.


"Yasudah, tapi kalau bosan jangan minta pulang yah," ucap Nathan akhirnya setuju membuat Diana langsung mendongakkan kepalanya.


Cup.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Diana setelah memberikan satu kecupan di bibir suaminya.


Melihat itu, Xeon dan pak Hans langsung menutup mata mereka dengan telapak tangan.


Nathan pun menggenggam tangan istrinya lalu berjalan ke arah mobil diikuti Xeon dari belakang.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menembus ramainya jalanan.


Di dalam mobil, Diana tampak fokus pada jalanan sedangkan Nathan fokus pada istrinya yang menatap ke lain arah.


"Jangan lihat kesana, lihat aku saja." Nathan memeluk istrinya lalu mencium kening Diana.


"Setiap hari kan aku melihat mu, jadi lihat yang lain lah sesekali," sahut Diana menusuk-nusuk pelan perut suaminya.


"Jadi, apa kau bosan melihat wajahku ini, hm?" tanya Nathan mencubit pipi Diana.


"Bosan sih tidak, tapi kan aku juga mau lihat yang lain. Contohnya duda tampan atau duda kaya," jawab Diana sembari memasang senyuman tanpa dosa.


"Daripada melihat mereka, lebih baik melihatku saja. Bukan hanya tampan, aku pun kaya," ucap Nathan mengacak rambut istrinya yang sudah tergerai rapi.


"Ah, kan berantakan lagi rambut ku." Diana pun mengatur kembali rambutnya yang sudah berantakan sembari menatap sengit suaminya yang tengah tertawa.


"Iya," jawab Nathan mengangguk lalu menggeser tubuh Diana agar kembali dekat dengannya.


"Apa lagi?" tanya Diana jutek.


"Tidak ada, hanya ingin dekat denganmu saja." Nathan membantu merapikan rambut Diana dengan jari-jarinya.


"Kalau mau merapikan rambut yah rapikan saja, jangan pakai cium," ucap Diana kesal ketika suaminya mencium pipinya berkali-kali.


"Kau menggemaskan," ucap Nathan menoel hidung Diana.


"Kau juga menggemaskan, sangking menggemaskannya, ingin rasanya aku mencekik mu," sahut Diana mencubit kedua pipi Nathan membuat laki-laki itu terdiam.


Bola matanya bergerak menatap Xeon yang tampak menahan senyum.

__ADS_1


"Jangan senyum, Xeon!" ucap Nathan dingin membuat Xeon kembali memasang wajah datar.


"Kalau marah semakin menggemaskan," sela Diana menoel hidung suaminya.


"Yah, aku ini memang menggemaskan. Tapi, kalau di ranjang seperti nya bukan menggemaskan, tapi ganas," bisik Nathan sembari tersenyum.


"Kalau begitu ayo kita coba di sini," ucap Diana membuat senyuman Nathan langsung hilang. Bisa-bisanya, istrinya ini mengajak anu-anu di mobil. Ada-ada saja.


"Nanti saja," tolak Nathan sembari mengelus kepala Diana dengan lembut.


"Nanti malam yah," bisik Diana membuat pipi Nathan memerah.


Diana pun memberikan satu kecupan singkat di bibir Nathan lalu kembali memeluk suami tercintanya itu.


_


_


_


_


_


_


_


...Nanti malam?...


Udah tiga hari author gak up karena memang sedang dalam kondisi kurang sehat dan juga sedang UAS.


Tapi, gak ada yang nyari juga😂 jadi sedih 😁


Tapi gak apa lah, yang penting masih ada yang mau baca cerita receh author 😘

__ADS_1


terimakasih sudah menunggu dan menjadi pembaca setia.


Tbc.


__ADS_2