Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 98. Kecupan rasa teh.


__ADS_3

Waktu terus berputar, kini anak-anak Nathan dan Diana sudah bisa merangkak dan duduk. Keduanya tumbuh dengan baik ditangan kedua orang tua mereka.


Hari ini Diana tampak sangat cantik, bukan ingin pergi kemana-mana, wanita itu hanya ingin berdandan saja agar terlihat cantik walau hanya di rumah.


Semenjak ia memiliki ponsel, Diana sering melihat bahkan membaca kisah perselingkuhan karena alasan istri yang sudah tak cantik lagi.


Padahal, jika laki-laki ingin istrinya cantik, hanya perlu memberi modal saja. Ini jangankan modal untuk perawatan, untuk belanja sehari-hari saja susah, tapi malah menuntut lebih.


Itulah mengapa Diana ingin berdandan agar terlihat cantik walau sudah punya anak. Tentunya kesibukan itu tak membuat ia lupa pada buah hatinya yang sedang aktif bergerak.


"Sayang, tolong minta pak Hans untuk membuatkan teh hijau," pinta Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Melihat sang istri sudah tampil dengan cantik pagi-pagi sekali membuat kening Nathan berkerut.


"Mau kemana?" tanya Nathan mendekati sang istri lalu mencium pipi Diana.


"Tidak kemana-mana," jawab Diana menyentuh dada suaminya yang tanpa sehelai benang. Nathan hanya memakai handuk saja yang melilit di pinggangnya.


"Lalu mengapa kau berdandan?" tanya Nathan meraih pinggang Diana.


"Eum, agar suamiku semakin cinta dan tak melirik wanita lain," jawab Diana membuat Nathan terkekeh.


"Aku tidak akan berpaling walau kau tak berdandan, sayang. Kau itu cantik, kecantikan mu pun natural."


"Jadi, aku jelek yah kalau pakai make-up?" tanya Diana.


"Siapa yang bilang? Kau itu cantik walau tak pakai make-up, dan semakin cantik lagi kalau sudah pakai make-up," jawab Nathan menoel hidung Diana.


"Eum, makin sayang." Diana langsung memeluk suaminya lalu memberikan kecupan di dada Nathan.


"Teh hijaunya akan segera datang," ucap Diana lalu pergi dari kamar meninggalkan Nathan yang masih tersenyum sembari memegang belas kecupan Diana di dadanya.


*****


Teh hijau sudah datang bersama dengan Diana. Wanita itu secara khusus membiarkan teh untuk suaminya.

__ADS_1


Kini mereka berdua duduk di sofa sembari memperhatikan buah hati mereka yang tengah bermain.


"Enak?" tanya Diana saat Nathan menyeruput teh buatannya.


"Rasanya berbeda dari buatan pak Hans," jawab Nathan.


"Karena itu buatan ku," ucap Diana bangga.


Nathan pun tertawa kecil lalu mengangguk dan melanjutkan menikmati teh hijau buatan istri tercintanya.


"Teh nya enak sekali, kalau boleh setiap hari yah."


"Apanya yang setiap hari?" tanya Diana.


"Buatkan teh," jawab Nathan mengedipkan sebelah matanya.


"Untuk suamiku apa sih yang tidak," ucap Diana tersenyum genit.


Cup.


Diana pun tersenyum senang lalu membalas kecupan suaminya.


Cup.


"Terimakasih," ucap Diana.


Nathan kembali menyeruput teh hijaunya lalu memberikan kecupan lagi di bibir Diana.


"Sama-sama," ucap Nathan.


Tak mau kalah, Diana pun membalas lagi kecupan suaminya.


Cup.

__ADS_1


"I love you."


Nathan kembali menyeruput teh hijaunya hingga habis lalu memberikan kecupan bertubi-tubi pada istrinya.


"I love you too."


Segera kedua insan itu tertawa mengingat kelakukan mereka tadi, dua-duanya tampak bahagia dengan hidup tanpa harus cari masalah.


"Kita harus melakukan ini setiap pagi," usul Nathan merangkul pundak istrinya lalu mengecup kening Diana.


"Iya, pasti akan sangat seru. Kita akan melakukannya sampai kita tua," ucap Diana setuju lalu memeluk sang suami.


"Jangan pernah berubah," gumam Diana pelan. Rasanya sangat membahagiakan, walau mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah hal yang sepele untuk di kenang.


_


_


_


_


_


_


_


_


_


...Hayo, yang biasa buat kopi atau teh untuk suami. Udah di kasih hadiah belum🤭😁😁 yang jomblo harap bersabar yah, kita satu server😂 ...

__ADS_1


tbc.


__ADS_2