Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 23. Terharu.


__ADS_3

Malam harinya.


Setelah kejadian pagi tadi, Diana tampak lebih banyak diam dan melamun saja di dalam kamar. Ia juga tak melihat keberadaan Nathan ketika ia membuka mata. Itu lebih baik baginya, setidaknya ia akan tenang jika laki-laki itu tak ada di dekatnya.


Diana tiba-tiba saja tersenyum ketika mengingat ulang tahunnya di masa lalu, sang ayah pasti akan membuatkan kue dari nasi yang sudah di goreng dengan minyak dan garam. Ia sangat suka nasi goreng buatan ayahnya.


"Selamat ulang tahun putri ayah yang cantik sejagat raya."


"Terimakasih ayah, Nana sayang ayah banyak-banyak."


Diana tertawa kecil ketika masa lalu terus terbayang di benaknya. Air matanya mengalir karena merindukan sang ayah.


"Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri," lirih Diana tersenyum namun matanya memancarkan kesedihan.


Diana pun menghapus air matanya lalu berjalan keluar dari kamar. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan yang bisa ia makan.


"Nona," sapa pak Hans.


"Iya."


"Anda di panggil ke halaman belakang," ucap pak Hans.


"Siapa yang memanggil dan untuk apa?" tanya Diana dengan raut wajah sedih. Apa ia harus melihat sesuatu yang kejam lagi malam ini.


"Sebaiknya anda datang saja, nona."


Diana pun menghela nafas berat lalu memutar badannya untuk pergi ke halaman belakang. Pak Hans pun tampak mengikuti langkah kaki Diana.


Sesampainya di halaman belakang, Diana melihat cahaya lilin dari gazebo.


Diana pun memilih berjalan ke arah sana untuk melihat.


Sesampainya di sana, mata dia terbelalak kaget melihat kue dengan ukuran besar dan juga beberapa kado. Ada bunga dan juga coklat di atas meja.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun," ucap Rayyan dari arah belakang Diana membuat wanita itu terkejut dan membalikkan badannya.


"Selamat ulang tahun, nona." Kini pak Hans yang memberikan selamat.


"Terimakasih," lirih Diana ingin menangis.


"Sudah-sudah, jangan menangis, lihat ingus mu meleleh keluar. Ayo tiup lilinnya," ledek Rayyan membuat Diana tertawa.


Diana pun duduk di kursinya lalu meniup lilin yang ada di atas kue.


"Potong kue nya," ucap Rayyan memberikan pisau kue untuk Diana.


Diana pun memotong kue yang besar itu lalu meletakkannya di atas piring.


"Ini untuk Rayyan dan ini untuk pak Hans," ucap Diana memberikan Rayyan dan pak Hans satu piring kue satu orang.


"Terimakasih, semoga kau selalu bahagia yah." Rayyan mengelus rambut Diana lalu menyantap kue pemberian Diana begitu juga dengan pak Hans.


"Buka kado nya," ucap Rayyan.


"Terimakasih pak Hans," ucap Diana senang.


"Sama-sama, nona. Semoga anda selalu sehat dan bahagia," balas pak Hans tersenyum.


Sekarang Diana beralih pada kado Rayyan yang ukurannya lebih kecil.


Diana pun membuka bungkus kado itu dengan perlahan. Ternyata isinya adalah beberapa perlengkapan bayi perempuan. Ada pakaian, sepatu, bando, serta juga mainan boneka kecil dan semuanya berwarna pink.


Bola mata Diana tampak berembun mendapatkan kado spesial itu.


"Terimakasih Rayyan," ucap Diana terharu.


"Sama-sama, itu untuk keponakan ku nanti. Jangan sampai hilang yah," ucap Rayyan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Iya, terimakasih banyak karena kalian sudah memberikan hadiah dan juga kue yang besar, aku sangat senang. Terimakasih banyak," ucap Diana terharu. Walau ia tadi mengalami tekanan batin, tapi sekarang ia bahagia karena ada orang yang benar-benar tulus menyayangi nya dan menganggap nya seperti keluarga.


Berbeda dengan suaminya yang malah memberikan sebuah hadiah yang mengerikan. Lagipula apa yang ia harapkan dari laki-laki itu, pernikahan ini saja terjadi bukan karena cinta.


******


Malam terus berlanjut, Diana sudah tertidur di tempat biasa, di atas kasur lipat dalam kamar Nathan.


Setelah acara ulang tahun kecil-kecilan itu, Diana pun bergegas tidur dan menyimpan hadiahnya di dalam lemari. Jangan sampai suaminya membuang hadiah itu nanti.


Karena sedari tadi ia tak melihat suaminya berada di rumah, Diana merasa sedikit tenang untuk beristirahat. Ia tak perlu merasa was-was akan mendapatkan sebuah tekanan lagi.


Di saat Diana tidur dengan pulas, pintu kamar terbuka lalu seseorang masuk ke dalam kamar dan mendekati Diana. Tampak orang itu berjongkok lalu meletakkan benda seukuran genggaman tangan di dekat Diana. Setelah itu, orang itu pun kembali keluar dari kamar dan menutup pintu.


_


_


_


_


_


_


_


...Wah, apa tuh? Jangan-jangan bom atom😱...


Kalau banyak yang komen, author akan update lagi satu bab🥰


Komen yang banyak dan panjang yah guys, biar author semakin semangat untuk update nya.

__ADS_1


typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc.


__ADS_2