Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 78. Menuduh


__ADS_3

Setelah kejadian yang menghebohkan itu, Diana memilih berbaring saja hingga tertidur pulas tanpa menyadari bahwa waktu terus berputar dan kini sudah siang.


Diana terbangun dari tidurnya lalu memperhatikan sekelilingnya. Tak ada Nathan si sana, kemana suaminya itu? Biasanya, Nathan akan selalu berada di dekatnya saat Diana terbangun dari tidur.


Diana pun memilih bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Setelah itu, Diana pun berjalan keluar kamar untuk mencari suaminya. Ia masih merasa sangat asing kalau tak ada suaminya di rumah.


"Ada yang bisa saya bantu, nona?" tanya pak Hans mendekati Diana.


"Oh, di mana suamiku? Tumben tidak terlihat wajahnya yang tampan itu," tanya Diana celingak-celinguk.


"Tuan muda sedang ada urusan di luar, nona. Mungkin, sore nanti beliau baru akan pulang," jawab pak Hans.


"Oh, baiklah. Aku ke kamar saja," ucap Diana kembali naik ke atas. Percuma saja ia di luar kamar, toh ia tak hafal dengan jalan rumah ini.


Sesampainya di kamar, Diana memilih duduk di balkon sembari menatap sekelilingnya.


"Aku penasaran dengan masa lalu. Mengapa bisa aku menikah dengan orang kaya? Dimana keluarga ku? Apa mereka tak mencari ku, padahal aku sudah sembuh," gumam Diana menatap langit yang cerah. Padahal, tadi pagi cuaca sangat mendung.


"Mengapa aku tiba-tiba sedih yah?" lirih Diana memegang dadanya.


"Ada yang kosong di sini, ada sesuatu yang membuatku mati rasa," lanjutnya menutup mata mencoba mengingat apa yang ia lupakan.


"Akhhh!" pekik Diana merasakan sakit di kepalanya.


"Aku tak mengingat apa-apa," lirih Diana dengan mata yang sudah berair.


"Siapa yang sudah ku lupakan? Mengapa setiap aku sendirian, aku seolah sedang memikirkannya?" tanya Diana memilih ke ranjang saja. Hatinya benar-benar sedih karena tak mengingat apapun. Darimana ia mendapatkan info tentang masa lalunya.


Diana memilih untuk kembali tidur, ia tak peduli dengan kepalanya yang sakit. Berharap, dalam mimpi nanti ada petunjuk siapa sosok yang sudah ia lupakan.


*****


Sore harinya.


Nathan akhirnya pulang juga, laki-laki itu berjalan ke kamar sembari membawa setangkai bunga mawar.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Nathan melihat istrinya tengah duduk di atas ranjang dengan pakaian baru, sepertinya Diana sudah mandi.


"Aku pulang," ucap Nathan mendekati istrinya yang tak melirik ke arahnya walau sekali.


"Hei, aku pulang." Nathan duduk di tepi ranjang lalu memberikan bunga yang ia bawa pada Diana.


"Aku tidak bertanya," ucap Diana cuek.


"Aku juga tidak menjawab, aku hanya menyampaikan saja," sahut Nathan meletakkan bunga itu di atas nakas.


"Kau sudah makan?" tanya Nathan heran melihat sikap istrinya.


"Apa pedulimu? Sejak kapan kau peduli denganku?" ketus Diana membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut menutupi wajahnya.


"Ada apa denganmu? Mengapa kau begitu kesal? Apa karena tadi pagi?" tanya Nathan benar-benar dibuat bingung dengan sikap istrinya.


"Apa hubungannya dengan tadi pagi? Aku tak mempermasalahkan itu!" jawab Diana dari balik selimutnya.


"Lalu karena apa? Katakanlah, aku tak suka orang yang bertele-tele," ucap Nathan. Diana pun menyibak selimutnya, menatap suaminya dengan tatapan kesal.


"Selingkuh? Apa maksud mu?" tanya Nathan.


"Jangan pura-pura polos dan mencintaiku, kau selingkuh!" ketus Diana marah.


"Selingkuh dengan siapa dan apa buktinya?" tanya Nathan dengan ekspresi yang sudah tenang.


"Aku tidak tau kau selingkuh dengan siapa, tapi mengenai bukti, aku bisa melihatnya hari ini secara langsung," jawab Diana yakin dengan ucapannya.


"Apa yang kau lihat, ha? Hantu?" tanya Nathan sembari tersenyum meledek.


"Bukan! Aku melihat mu pergi tanpa pamit, kau menungguku tidur agar bisa leluasa keluar dari rumah dan menemui selingkuhan mu. Iya kan?" jelas Diana dan alhasil Nathan pun tertawa lepas mendengar tuduhan tak berdasar dari istrinya itu.


"Jadi, kalau aku keluar rumah itu berarti aku selingkuh ya?" tanya Nathan tersenyum penuh arti.


"Mungkin, iya." Diana memalingkan wajahnya tak ingin menatap wajah suaminya yang mulai menjengkelkan.

__ADS_1


Nathan pun tersenyum geli lalu mendekatkan wajahnya pada Diana.


"Apa kau mulai jatuh cinta padaku? Apa kau sedang cemburu, sayang?" bisik Nathan sembari menyentuh leher Diana membuat wanita itu menutup mata dengan rapat.


"Kau lucu sekali," lanjut Nathan sembari mencium pipi Diana.


"Kau tau, dulu kau tak segarang ini. Tapi, sekarang kau sangat garang dan cerewet," lanjut Nathan membuat Diana membuka matanya.


"Memang dulu aku bagaimana?" tanya Diana penasaran.


Cup


"Si cengeng yang ceroboh." Setelah mengatakan itu, Nathan pun pergi ke kamar mandi meninggalkan Diana yang masih terdiam kaku. Diana memegang bibirnya yang baru saja di kecup suaminya itu.


"Mengapa harus tiba-tiba sih?" gumam Diana masih memegang bibirnya dengan pipi yang memerah.


_


_


_


_


_


_


_


_


...Ulu-ulu 😘...


...Gak apa yah kalau author telat up, yang penting update 😘...

__ADS_1


tbc.


__ADS_2