Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 25. Gara-gara tertidur.


__ADS_3

Setelah selesai mandi, Diana pun bergegas memakai pakaiannya. Apalagi kalau bukan pakaian tidur, mau kemanapun Diana akan lebih nyaman kalau memakai pakaian tidur. Apalagi, pakaian tidurnya cantik semakin membuat Diana suka memakai pakaian tidur daripada pakaian lainnya.


Setelah itu, Diana mengambil kotak kalung dari dalam laci lemari lalu pergi keluar dari kamar.


Di bawah tangga sudah ada pak Hans, Diana pun mendekati laki-laki itu.


"Selamat pagi, pak Hans."


"Pagi," balas pak Hans menunduk hormat.


"Pak Hans, ini kalung siapa yah? Tadi pagi ketika aku bangun, benda ini ada di tempat tidurku," tanya Diana memberikan kotak kalung itu pada pak Hans.


"Ini milik anda, nona."


"Benarkah? Tapi, dari siapa?" tanya Diana bingung.


"Saya tidak tau, nona. Tapi, saya yakin kalung ini milik anda. Sebaiknya anda memakainya agar si pemberi senang," jawab pak Hans sekaligus memberikan saran agar Diana memakai kalung itu.


"Siapa yah yang memberikan nya? Apa Rayyan atau Xeon?" gumam Diana mengeluarkan liontin cantik itu lalu memakainya dibantu pak Hans.


"Cantik?" tanya Diana.


"Sangat cantik," jawab pak Hans lembut. Para pelayan yang melihat pun hanya tersenyum saja, pemandangan itu terlihat seperti ayah dan putrinya.


"Sekarang anda harus sarapan," ucap pak Hans. Diana pun mengangguk dan segera berjalan ke meja makan untuk sarapan pagi.


Saat Diana tengah sarapan, terdengar suara mobil dari luar. Pak Hans pun langsung menuju pintu dan menyambut Nathan yang baru saja datang bersama Xeon dan Rayyan.


Nathan berjalan ke arah meja makan lalu duduk di kursinya diikuti Xeon dan Rayyan.


Diana pun seperti biasa-biasa saja, tak ada raut wajah takut ataupun segan. Ia sedang bahagia karena hadiah ulang tahunnya, jadi ia ingin selalu tersenyum hari ini.


"Pagi," sapa Rayyan.

__ADS_1


"Pagi juga," balas Diana tersenyum manis.


Mata Rayyan menangkap liontin di leher Diana, ia pun tersenyum kecil, begitu juga dengan Xeon yang ikut memperhatikan liontin yang di kenakan Diana.


Setelah sapa menyapa, mereka pun sarapan dengan tenang, tak ada yang boleh bicara saat makan, itu adalah etika dasar saat makan.


Setelah selesai sarapan, Rayyan dan Xeon pergi kembali untuk melanjutkan tugas dari Nathan, sedangkan laki-laki itu memilih untuk duduk diam di dalam kamar.


Diana sebenarnya ingin berada di kamar juga, tapi ia takut jika suaminya akan bertindak kasar lagi padanya, jadi ia memilih untuk duduk di pinggir kolam renang.


Diana pun memberanikan diri untuk memasukkan kakinya ke dalam kolam, ia sangat suka berenang, sudah lama ia tak berenang. Dulu ia diajarkan berenang oleh ayahnya di sungai sehingga Diana pandai berenang dan menyelam.


"Masih pagi tapi aku sudah mengantuk," gumam Diana menatap pantulan dirinya di permukaan air.


"Kalau ke kamar nanti dia macam-macam," lanjutnya mengangkat kembali kakinya. Ia pun membaringkan tubuhnya di lantai kolam renang sembari tangan kirinya menyentuh air.


"Nyaman." Perlahan mata wanita itu tertutup seiring dengan kesadaran yang mulai menghilang. Jadilah kini Diana tidur di pinggir kolam dengan posisi terlentang.


Beberapa jam kemudian.


Diana pun memilih bangun lalu menatap sekitarnya, ternyata ia berada di dalam kamar. Aneh sekali, pikir Diana. Bukannya tadi ia berada di kolam, lalu mengapa sekarang berada di kamar? Apa ia tadi hanya bermimpi tidur di kolam atau memang ada yang mengangkat nya kemari.


Diana pun meraba permukaan tempat tidur, ternyata ia tidur di atas ranjang. Bisa-bisa suaminya nanti murka jika melihat Diana tidur di ranjangnya. Diana pun memilih untuk berdiri dan kembali merapikan tempat tidur.


Dari arah kamar mandi, Nathan tampak keluar dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang saja. Diana pun langsung membalikkan badannya, memangnya sekarang jam berapa hingga suaminya itu mandi.


"Lain kali tidur saja di dalam kolamnya!" sinis Nathan masuk ke ruang ganti yang membuat Diana berpikir keras.


Jadi, tadi ia tak bermimpi. Lalu suaminya tau kalau ia tidur di pinggir kolam, apa suaminya yang mengangkat nya hingga kemari dan membiarkan Diana tidur di atas ranjang?


"Ah, ternyata dia lumayan baik juga," gumam Diana tersenyum senang.


Disaat Diana tengah senyum-senyum sendiri, Nathan melemparinya dengan sprei kasur membuat wanita itu terkejut dan refleks menangkap sprei itu.

__ADS_1


"Semprot terlebih dahulu lalu ganti sprei nya! Aku tak ingin tidur dengan bekas orang seperti mu, pasti kau banyak virus dan bau!" ketus Nathan memilih keluar dari kamar membiarkan Diana ternganga kaget mendengarkan penuturan Nathan.


"Aku tarik kembali kata-kata ku tadi, dia memang sangat mengerikan," gumam Diana sembari mengganti sprei kasur.


"Dan tentunya menjengkelkan juga," lanjutnya kesal.


_


_


_


_


_


_


...author: Tenang Diana, kalau sudah cinta nanti, nafas kamu bau jengkol aja dia tetap bilang wangi ๐Ÿคญ itu namanya kekuatan cinta mati yang buta dan tuli๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚...


...Diana: tapi kapan itu terjadi thor?๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜ฃ...


...author: yah mana saya tahu๐Ÿ˜‚ saya kan tempe๐Ÿคญ...


...Diana: ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ”ช...


kira-kira si Nathan yang gendong Diana atau pak Hans yah๐Ÿ˜‚ jangan-jangan Diana tidur sambil jalan lagi๐Ÿ˜ญ


Oh yah masalah Diana bisa tidur di lantai, itu pengalaman author yang suka tidur di lantai sembarangan dan alhasil yah ketiduran ๐Ÿ˜‚ gak peduli lantai itu keras๐Ÿ˜ญ yang penting bobok. Apalagi cuaca panas, ah tambah enak tidur di lantai nya ๐Ÿ˜‚ walau nanti pas bangun badan dah menggigil terus gemetar ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


loh kok jadi curhat?


lanjut gak?

__ADS_1


typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc.


__ADS_2