
Setelah pulang dari berbelanja, Diana memilih untuk menyimpan barang-barang belanjaan di kamar lalu mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah, sedangkan Nathan kini sudah berada di ruang kerjanya sendirian.
Nathan mengeluarkan benda yang ia beli tadi dari toko perlengkapan bayi, ia memandangi bando itu lalu membuang bando itu ke lantai.
"Untuk apa aku membelikannya!" ketus Nathan memalingkan wajahnya lalu menatap foto pernikahan ibu dan ayahnya.
Drrrrttt
Drrrrttt
Ponsel Nathan bergetar, laki-laki itu pun tak langsung menjawab panggilan hingga tiga kali panggilan tak terjawab barulah Nathan mengangkat panggilan dari Rayyan.
"Katakan!"
"Semua sudah beres, tuan."
"Kalau sudah, lalu apa? Apa aku harus bertepuk tangan!" ketus Nathan mengakhiri panggilan lalu membuang ponselnya ke sembarang arah.
Nathan kembali melirik ke arah bando yang tadi ia lempar, ia pun mengambil kembali bando itu lalu mengambil tisu dan membersihkan bando itu dari debu.
Setelah itu, Nathan meletakkan bando ke dalam laci meja kerjanya, ia pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan ruang kerja.
Tak ada aktivitas menarik hari ini, perusahaan baik-baik saja, latihan anak buah lancar, musuh pun kini sedang terlelap bahagia. Nathan merasa sangat bosan karena tak melakukan apa-apa.
Nathan masuk ke dalam kamar dan mendapati Diana sudah tertidur pulas di kasur lipatnya dengan baju yang tersingkap hingga menampilkan perut besar nya.
__ADS_1
Sebenarnya Diana tidak sedang tidur, ia tadinya tengah mengelus perutnya dan mengajak putrinya berbicara, namun ketika pintu terbuka Diana langsung pura-pura tidur.
Nathan terus memperhatikan perut Diana yang besar itu, ia berjalan mendekat dan memastikan bahwa Diana memang tidur.
Diana yang merasakan suaminya mendekat pun menjadi tegang, namun ia sebisa mungkin untuk tenang agar tak membuat masalah.
Nathan terlihat berjongkok lalu memandangi perut besar Diana, saat Nathan memperhatikan permukaan perut Diana, tiba-tiba saja ada gerakan dari perut Diana membuat Nathan terkejut hingga mulutnya sedikit terbuka.
Nathan terus memperhatikan, pergerakan dari perut Diana yang sangat menakjubkan baginya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat penampakan aneh seperti itu.
"Apa itu bayi?" gumam Nathan masih penasaran. Gerakan itu seperti tendangan yang ritme nya pelan.
"Dia sedang meledekku," gerutu Nathan pelan. Perlahan tangannya menyentuh permukaan kulit perut Diana dan merasakan gerakan pelan itu.
Setelah itu terlihat Nathan kembali menarik tangannya lalu memperhatikan wajah Diana yang terlelap. Ia pun berdiri lalu pergi meninggalkan kamar, entah kemana laki-laki itu akan pergi. Namun, yang baru saja ia lakukan adalah di luar kendali karena takjub akan penampakan bayi bergerak dalam perut. Semoga tak ada yang melihatnya seperti tadi. Kalau ada, ia akan mencongkel mata mereka agar tak bisa melihat lagi.
Sepeninggalan Nathan, Diana pun bangun lalu duduk. Ia memegangi perutnya sembari memasang wajah syok.
"Dia memegang perutku," gumam Diana tak percaya orang kejam itu akan tertarik dengan pergerakan janinnya.
"Apa yang kau lakukan, sayang? Kau ingin menendangnya yah?" bisik Diana mengelus perutnya.
"Yah, dia memang jahat. Kalau nanti dia menggendong mu, jangan lupa gigit pipinya lalu pukul dia yah. Biar ibu mu ini puas," lanjut Diana lalu tertawa dengan apa yang baru saja ia katakan. Seandainya itu terjadi, bagaimana reaksi suaminya itu. Bisa-bisa hilang nyawanya karena perkara gigitan anak kecil di pipi suaminya.
Diana pun menyandarkan punggungnya lalu menghela nafas panjang, ia kembali tersenyum mengingat perlahan hidupnya sedikit mulai membaik. Semoga, kehadiran sang buah hati semakin menambah kebahagiaan dalam hidupnya nanti.
__ADS_1
_
_
_
_
_
_
_
...Owalah, bayi nya mau nendang Nathan๐๐...
...Kira-kira terwujud gak nanti yah cita-cita ibu dan bayinya itu๐๐๐คฃ...
Ada yang mau up lagi hari ini?
Jangan lupa komen dan like nya yang banyak yah.
typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.
tbc.
__ADS_1