Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 27. Berbelanja.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Kehamilan Diana semakin mendekati hari persalinan, wanita itu tampak semangat untuk melahirkan buah hatinya nanti. Walau, anak itu ada karena sebuah kesalahan, tapi Diana tetap dengan lapang dada menerima kehadiran buah hatinya.


Semenjak kejadian Diana pingsan saat latihan menembak, Diana yang awalnya takut-takut kini sudah bisa menembak walau terkadang ia sempat syok atau terkejut.


Beberapa bulan ini banyak yang berubah di mansion, tapi tidak dengan suaminya yang masih dengan sikap dingin dan tak peduli nya. Beruntungnya Nathan tak pernah menyentuhnya sekali pun, bahkan untuk bersentuhan tangan saja itu hanya beberapa kali terjadi.


Ada satu lagi yang tak berubah selain sikap suaminya, yaitu tempat tidurnya yang belum kunjung diizinkan tidur di atas kasur.


Hari ini Diana ingin berbelanja untuk perlengkapan bayi, pak Hans pun akan menemaninya. Diana sangat senang karena ia di berikan uang untuk membeli perlengkapan putrinya nanti, kalau Diana tak punya uang entah apa yang akan ia berikan sebagai baju pertama untuk putrinya.


"Anda sudah siap, nona?" tanya pak Hans.


"Sudah," jawab Diana.


Diana dan pak Hans pun berjalan ke halaman depan, di sana mobil sudah di siapkan dengan beberapa pengawal tentunya.


Pak Hans membukakan pintu untuk Diana, tiba-tiba saja Diana terkejut melihat siapa yang ada di dalam mobil.


"Kau mau masuk atau tidak!" ketus Nathan sembari memegang satu buah apel.


Diana pun melirik ke arah pak Hans, bukannya ia hanya pergi dengan pak Hans, mengapa laki-laki itu malah ikut dengannya? Bisa-bisa, ia akan mati tegang duluan.


Tak ingin membuang waktu, Diana pun memilih untuk masuk dan duduk di samping Nathan. Diana kembali terkejut, bukan hanya Nathan yang ikut, ternyata Xeon pun ikut dan duduk di kursi pengemudi, sedangkan pak Hans duduk di samping Xeon.


Mobil pun melaju meninggalkan kawasan mansion, Diana merasa mati kutu karena di kawal dengan laki-laki mengerikan.


Sesekali Diana melirik ke arah Nathan yang tampak menutup matanya, laki-laki itu sangat suka menutup mata, mengapa tidak menutup mata untuk selamanya saja.


Tampak Nathan memberikan apel yang dipegangnya pada Diana, wanita itu pun menerima buah apel yang sudah hangat karena terus digenggam oleh Nathan.

__ADS_1


"Apa dia menyuruhku untuk memakannya atau memegangnya?" gumam Diana dalam hati.


Ia pun hanya memegang buah apel itu, takutnya Nathan hanya menitipkan saja bukan memberikan. Nanti kalau ia makan, bisa-bisa ia di lempar dari mobil.


Sesampainya di toko perlengkapan bayi. Diana pun keluar dari mobil begitu juga dengan ketiga laki-laki itu. Jangan lupa pengawal yang sudah mengelilingi toko perlengkapan bayi, hal itu sangat menyita perhatian orang-orang sekitar.


Diana pun mengajak pak Hans untuk masuk, karena tak mungkin ia mengajak suaminya masuk. Pak Hans pun mendampingi Diana untuk membeli apa saja yang diinginkan wanita hamil itu, sedangkan Xeon dan Nathan pergi ke arah lain.


"Mana yang bagus, pak? Warna pink atau warna biru muda?" tanya Diana menunjuk baju bayi.


"Warna pink saja, nona. Itu sangat cocok untuk putri anda yang cantik dan lucu nantinya," jawab pak Hans.


Diana pun mengangguk lalu memilih semua barang dengan warna pink bercampur putih.


Jika Diana dan pak Hans terlihat sangat antusias dalam memilih barang, lain halnya dengan Xeon dan tuannya.


"Kita beli apa, tuan?" tanya Xeon yang sedari tadi lelah mengikuti tuannya berkeliling.


Xeon pun mengangguk lalu memilih beberapa barang yang cocok untuk bayi perempuan, sangking antusiasnya ia memilih hingga tak sadar jika Nathan sudah tak ada di hadapannya lagi.


Nathan tampak berjalan sembari memperhatikan satu-persatu barang-barang yang di jual, ia pun berhenti ketika melihat sebuah bando kecil berbentuk karakter kelinci, tanpa sadar bibir Nathan tersenyum kecil.


Nathan pun memperhatikan sekitar lalu mengambil bando itu, ia pun membawa bando itu ke kasir lalu membayarnya.


Setelah membayar, Nathan memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil dan menyimpan bando itu ke dalam sebuah tas yang ada di bagasi mobil. Setelah itu, Nathan memilih untuk duduk diam dan menunggu saja.


Beberapa menit kemudian.


Diana dan pak Hans sudah keluar dengan belanjaan yang banyak, begitu juga dengan Xeon. Para pengawal pun langsung membawa belanjaan itu dan memasukkannya ke dalam mobil mereka.


Setelah itu, Diana dan yang lainnya langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Anda tidak membeli sesuatu, tuan?" tanya Xeon saat ia sudah duduk di kursi pengemudi.


"Untuk apa? Itu tak penting bagiku!" Xeon pun mengangguk mendengarkan perkataan tuan nya, untuk apa juga ia bertanya, toh tuannya memang tak tertarik dengan apapun yang berhubungan dengan Diana.


Diana yang mendengar itu hanya diam saja, semoga nantinya ia dan putrinya akan baik-baik saja karena hidup bersama orang yang tak menyukai mereka.


Tanpa mereka sadari, di bagasi ada sesuatu yang sangat berharga. Mungkin harganya tidak lah terlalu mahal, namun makna dari pembelian itulah yang sangat berharga.


_


_


_


_


_


_


_


...Cie cie, ada yang di beliin bando😂😂...


...Udah gak sabar lihat baby-nya lahir🤭🤭...


yang nanya mana penjahat nya, mana konfliknya?


nanti bakalan muncul sendiri, tapi yang jelas kalau anak Diana udah lahir yah. Untuk sekarang mah masih fokus dengan proses kelahiran saja😁


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2