Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 85. Mau rumah baru.


__ADS_3

Malam yang hangat kini sudah berganti menjadi pagi yang sejuk.


Dibalutkan selimut yang tebal, Nathan menggeliat sembari mengeratkan pelukannya pada sang istri yang masih tidur juga.


Raut wajah bahagia dan lelah terlihat jelas dari kedua insan yang baru saja melalui malam yang indah.


Nathan perlahan membuka matanya menatap kesamping nya dimana sang istri tengah tertidur pulas. Senyuman manis mengembang di bibirnya ketika mengingat kejadian semalam.


Betapa ia bahagia, karena istrinya lah yang menjadi pertama baginya. Walau banyak wanita cantik dan juga seksi di luaran sana, Nathan berhasil memberikan pengalaman pertamanya hanya pada sang istri.


Nathan tak mempermasalahkan jika ia bukanlah laki-laki pertama yang menyentuh istrinya, ia tak keberatan akan hal itu. Toh, semuanya terjadi karena kecelakaan dan kesalahan, kalaupun semuanya terjadi karena Diana suka, Nathan juga tetap tak mempermasalahkan kesucian istrinya itu.


Baginya, itu semua hanyalah masa lalu.


"Pagi, sayang." Nathan mengelus rambut Diana lalu mengecup kening istrinya yang menggeliat mencari posisi nyaman untuk kembali tidur.


"Mau sampai kapan tidurnya, hm? Kau harus bangun dan sarapan," ucap Nathan membelai punggung istrinya yang tanpa sehelai benang pun.


"Mengantuk, aku mau tidur lagi. Mau mimpi makan ayam goreng," sahut Diana bernada mengantuk.


"Untuk apa mimpi ayam goreng, sayang? Kan di dunia nyata kau bisa makan ayam goreng sepuasnya," ucap Nathan sembari masih mengelus punggung Diana.


"Kau tak mau bangun?" tanya Nathan saat melihat istrinya kembali tidur.


Diana menggeleng dengan cepat lalu kembali melanjutkan tidurnya, Nathan pun membiarkan istrinya itu tertidur hingga puas. Ia akan bangun duluan karena ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Beberapa menit kemudian.


Nathan sudah selesai membersihkan diri dan memakai pakaian biasa. Ia kembali menatap ke arah ranjang dimana sang istri masih tertidur.


Nathan pun memilih untuk keluar dari kamar dan menuju lantai satu. Di sana, sudah ada Xeon dan juga Rayyan serta pak Hans yang sedang mengobrol.


Melihat kedatangan Nathan, ketiga laki-laki itu langsung menghentikan obrolan mereka dan memilih berdiri.


Nathan berjalan ke arah meja makan untuk sarapan diikuti ketiga laki-laki tadi.


"Katakan!" titah Nathan sembari duduk di kursi dan menikmati sarapannya.


Rayyan dan Xeon pun ikut bergabung sarapan sembari menyampaikan perkembangan perusahaan dan juga bisnis gelap milik Nathan.


Di sisi lain.

__ADS_1


Diana mengucek matanya lalu mencari keberadaan suaminya. Diana memasang wajah cemberut karena suaminya tak ada di sampingnya.


Diana pun memilih untuk bangkit lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya serasa sangat lelah namun, hatinya merasa bahagia.


Beberapa menit kemudian.


Diana sudah selesai membersihkan diri, dengan masih memakai handuk, Diana berjalan menuju ruang ganti. Tiba-tiba saja, kakinya seperti di tarik membuat Diana hilang kendali dan terjatuh. Hampir saja, handuknya jatuh. Diana pun menoleh ke belakang, matanya melotot melihat penampakan yang mengerikan di hadapannya sekarang.


"Lama-lama aku bisa gila," gumam Diana kembali berdiri dan memilih memakai pakaiannya dengan cepat.


Mungkin, ia akan meminta suaminya untuk pindah ke rumah yang lebih kecil agar menghindari gangguan mahluk halus yang bentuknya aneh-aneh.


"Sayang," panggil Diana setelah selesai memakai pakaian nya lalu berjalan melewati beberapa penampakan dengan santai.


"Duh, suamiku ini. Pagi-pagi sudah meninggalkan istrinya yang cantik ini, kalau nanti aku di ambil sama hantu bagaimana? Nanti nangis," gumam Diana dengan cepat keluar dari kamar lalu menuruni tangga dengan setengah berlari.


"Sayang!" panggil Diana berjalan tergesa-gesa ke arah meja makan.


Di sana, para laki-laki itu langsung menoleh ketika Diana memanggil Nathan dengan setengah berlari.


"Ada apa?" tanya Nathan berdiri karena panik melihat Diana yang seperti tergesa-gesa.


Diana pun langsung memeluk suaminya itu lalu memberikan kecupan singkat di bibir suaminya.


"Aku juga merindukanmu," balas Nathan mengecup singkat bibir istrinya itu. Meski ia tadi cukup panik, tapi ia tak bisa marah pada istrinya kalau sudah di goda seperti ini.


Melihat dua insan yang sedang dimabuk cinta, Xeon dan Rayyan serta pak Hans hanya bisa saling melirik lalu melempar senyuman.


"Kau tak menungguku bangun, aku kan ingin melihat mu ketika aku membuka mata," ucap Diana masih memeluk suaminya.


"Aku sudah membangunkan mu, tapi kau malah tidur lagi. Yasudah, ayo kita sarapan," ucap Nathan mengelus kepala istrinya.


"Mau duduk di pangkuan mu," pinta Diana sembari mengedipkan kedua matanya berulangkali.


Nathan pun mengangguk lalu mengajak istrinya untuk duduk. Dengan santainya dua insan itu bermesraan di depan tiga orang yang belum menikah.


"Duduk yang tenang," tegur Nathan agak risih karena istrinya itu tak bisa tenang.


"Sayang, belikan rumah baru," pinta Diana memegang kedua pipi suaminya lalu menatap bola mata hitam milik suaminya itu.


"Iya, nanti aku belikan."

__ADS_1


"Beli nya yang kecil saja, tapi elegan dan cantik. Aku sudah begitu pusing tinggal di sini, kepalaku sakit, mata ku sakit, jantungku juga sakit melihat sesuatu yang tak menyenangkan," ucap Diana panjang lebar menjelaskan bahwa ia sangat tak nyaman dengan rumah yang ia tempati sekarang.


"Iya, nanti aku pikirkan lagi."


"Jangan di pikirkan, beli saja. Kalau kau tak mau beli, aku akan kabur nanti," ucap Diana cemberut.


"Kalau kau berani kabur, akan ku patahkan kaki mu itu agar kau tak bisa lari dariku," sahut Nathan mencubit pipi Diana.


"Yasudah, beli rumah baru biar aku tak kabur dan kaki ku juga tak patah. Kau mau aku jantungan karena lama-lama tinggal di sini? Atau kau memang sengaja agar aku jantungan dan kau bisa membawa selingkuhan mu itu kemari yah," ucap Diana mulai dengan tuduhan tak berdasar nya membuat Nathan tersenyum kecil.


"Iya, sayangku. Nanti suamimu ini akan membelikan mu rumah baru," ucap Nathan membuat Diana tersenyum senang.


"Terimakasih, sayangku." Diana menghadiahi sebuah ciuman untuk Nathan dan dibalas oleh laki-laki itu.


Uhuk..Uhuk...


Ciuman itu terhenti ketika Rayyan batuk karena tersedak. Diana langsung menoleh ke arah Rayyan dan Xeon lalu bangkit dari pangkuan suaminya.


"Ada orang yah, baru lihat. Maaf yah," ucap Diana tersenyum tanpa dosa lalu duduk di samping suaminya.


Rayyan dan Xeon pun saling memandang lalu tersenyum kecut, sedangkan Diana memulai sarapan tanpa beban.


_


_


_


_


_


_


_


...Maaf yah baru up....


...Sebab author baru aja turun dari kapal karena lagi edisi pulkam🤭...


Typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.

__ADS_1


tbc.


__ADS_2