Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 99. Semakin mirip.


__ADS_3

Hari-hari kembali terlewati dengan berbagai momen. Kini anak-anak Nathan dan Diana sudah bisa berjalan dan berbicara dengan lancar.


Sepasang suami-istri itu itu tampak kewalahan dengan anak-anak mereka yang sangat aktif, apalagi Adel yang selalu suka lari-lari hingga terjatuh dan akhirnya menangis.


Para pelayan pun di buat kewalahan menjaga bocah itu agar tak terluka.


"Adek jangan lari-lari," tegur Diana khawatir putrinya itu terjatuh karena berlari kesana-kemari.


"Capek," ucap Adel memilih duduk di pangkuan ibunya.


"Apa Mommy bilang tadi, jangan lari-lari nanti kecapean," ucap Diana memeluk putrinya yang semakin cantik dan juga pintar.


"Tadi Adek kejar nenek," ucap Adel membuat Diana terkejut. Pasalnya, Diana tidak melihat ada penampakan belakangan ini, jadi, apa yang di lihat putrinya tadi?


"Nenek mana?" tanya Diana penasaran.


"Adek mau minum." Diana pun memberikan Adel segelas air yang memang sudah di siapkan di situ.


"Mau tidur."


Diana pun hanya menurut saja, padahal ia begitu penasaran dengan sosok nenek yang dimaksud putrinya.


Tapi, apa daya, ia tak bisa memaksakan untuk bertanya pada anaknya yang belum tau apa-apa.


Tapi, Diana sedikit bingung. Belakangan ini, ia tak bisa melihat sosok apapun, ia pikir mungkin mereka memang tak mau mendekatinya lagi, tapi, ternyata Diana salah. Sepertinya, nenek yang dimaksud putrinya adalah salah satu sosok itu, karena Adel hanya berlarian sendiri tanpa ada pelayan.


Apa mungkin penglihatan itu berpindah pada putrinya? Diana berharap, semoga saja tidak.


"Adek mandi dulu yah, badannya berkeringat, nanti gatal," ucap Diana mencium pipi putrinya.

__ADS_1


Adel pun hanya mengangguk.


*****


Jika Diana bersama dengan putrinya kini tengah mandi, berbeda dengan Nathan yang kini bersama putranya. Sebenarnya, putranya itu tak mau ikut dengannya, tapi Nathan memaksa bahkan menggendong Leo masuk ke mobilnya.


Nathan sangat geli melihat sikap Leo yang pemarah dan juga kerasa kepala. Tak suka di manja, dan tak suka di kasihani.


Kini mereka berada di mobil menuju perusahaan. Nathan terus memperhatikan putranya yang duduk sembari sesekali melihat keluar.


"Abang mau minum," tawar Nathan. Diana dan Nathan memanggil anak-anak mereka dengan panggilan Abang-Adek, kadang-kadang juga di panggil nama.


Leo tampak menggeleng membuat Nathan gemas. Apa ia dulu kecil seperti ini juga? Menggemaskan sekali, pikir Nathan.


Nathan pun menggeser tubuh Leo untuk naik ke pangkuannya. Tampak putranya itu tak mau, tapi tenaga bocah itu kalah dengan ayahnya.


"Kenapa marah-marah?" tanya Nathan memeluk putranya itu. Ia tak kesal dengan sikap putranya, ia malah gemas. Lain halnya jika itu orang lain, mungkin sekarang sudah ia tebas kepala mereka.


"Tapikan Abang harus belajar agar bisa seperti Daddy," balas Nathan.


"Abang masih kecil," ucap Leo sembari mendongakkan kepalanya menatap sang ayah.


Nathan pun mencium pipi putranya dan alhasil Leo langsung mengusap pipinya.


"Jangan cium-cium, Abang sudah besar," ucap Leo kesal.


"Tadi katanya masih kecil," ledek Nathan tertawa kecil.


Nathan pun memeluk erat putranya sembari sesekali mencium pucuk kepala Leo. Ia jarang sekali bisa dekat dengan putranya karena sifat cuek Leo. Lain halnya jika dengan Diana, Leo sangat penurut dan juga tak cuek.

__ADS_1


Nathan bisa di bilang lebih dekat dengan Adel, walau kadang-kadang Nathan kewalahan menghadapi tingkah Adel yang kelewat aktif.


"Abang sayang sama Daddy?" tanya Nathan. Leo pun mengangguk membuat Nathan tersenyum.


"Cium Daddy sekali," pinta Nathan.


Leo tampak berdecak dan menggeleng.


"Sayang sama Daddy?"


"Sayang!" jawab Leo setengah berteriak.


"Cium!" desak Nathan.


Dengan wajah cemberut, Leo pun mencium pipi Nathan. Hal itu semakin membuat Nathan gemas dan mencium pipi putranya berkali-kali sampai mendapatkan pukulan di tangannya.


_


_


_


_


_


_


_

__ADS_1


...Uh, gemas deh sama Abang Leo, jadi pengen Daddy nya😂😂😁...


tbc.


__ADS_2