Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 83. Merah atau hitam?


__ADS_3

Sesampainya di perusahaan, Diana langsung dibawa ke ruang kerja Nathan lalu diberikan makanan yang bermacam-macam agar tetap tenang saat sang suami pergi menghadiri rapat.


"Aku tak mau makanan, aku tak lapar." Diana memilih duduk di kursi kerja suaminya sembari melihat-lihat benda apa saja yang ada di atas meja.


"Kalau sekarang belum lapar, mungkin nanti kau akan lapar. Kalau perlu sesuatu yang lain, hubungi saja dia," ucap Nathan mendekati istrinya yang sibuk memeriksa meja kerjanya.


"Memangnya dia siapa? Selingkuhan mu?" tanya Diana menatap seorang wanita dengan pakaian khas kantor yang rapi.


Di tuduh sebagai selingkuhan bos nya membuat wanita itu tertunduk karena takut.


Mana berani ia menggoda seorang tuan Albert.


"Dia karyawan di sini, dia akan berjaga di luar nantinya." Nathan menggeser kursi yang di duduki Diana agar menghadap dirinya.


"Ingat! Jangan keluar dari ruangan ini. Kalau mau tidur aku sudah tunjukkan dimana tempat tidurnya, jangan coba-coba loncat yah dari atas gedung," lanjut Nathan menoel hidung Diana yang masih terpaku dengan kata-kata suaminya barusan.


"Memangnya aku pernah ingin meloncat dari gedung ini yah?" tanya Diana penasaran.


Nathan tampak tersenyum lalu mengelus lembut kepala Diana.


"Tidak pernah. Hanya saja kau ini kan nekat orangnya, jadi aku peringatkan dari awal saja agar tak terjadi hal yang buruk," jawab Nathan yang tentunya berbohong, karena Diana memang pernah ingin meloncat dari gedung tinggi ini.


"Oh, aku kira pernah. Kan lucu sekali kalau aku sampai terpikir untuk loncat dari gedung tinggi ini," ucap Diana mengedipkan sebelah matanya.


"Aku pergi yah, baik-baik di sini." Nathan mencium kening Diana lalu mengelus pipi istrinya itu.


"Kalau mau pergi yah pergi saja, tidak perlu pakai salam perpisahan," ucap Diana membuat Nathan gemas dan mencubit hidung istrinya itu sebelum keluar dari ruangan.


"Dasar," gumam Diana menyentuh hidungnya sembari tersenyum manis. Wanita yang diperintahkan Nathan untuk berjaga jika nanti Diana memerlukan sesuatu pun sudah keluar dari ruangan dan berjaga di dekat pintu ruangan.


"Banyak sekali berkas di sini, aku tidak mengerti isinya," gumam Diana memperhatikan berkas-berkas yang ada di atas meja.


Ada satu benda yang sebenarnya dari tadi mengganggu fokus Diana, sebuah bingkai foto ukuran kecil dimana ada dirinya, suaminya dan anaknya.


"Sebegitu cintanya dirimu pada kami, hingga dimana pun itu, kau selalu menaruh foto kita bertiga," ucap Diana pelan sembari menyentuh foto itu.


"Sudah Diana, jangan sedih lagi. Mari kita makan makanan yang sudah disiapkan,lalu tidur agar nanti malam kuat bertempur," ucap Diana semangat.


Seketika wanita itu tertawa dengan apa yang baru saja diucapkannya, bisa-bisanya ia bersemangat untuk anu-anu nanti malam.


"Aku penasaran," gumam Diana tertawa geli sembari mengambil beberapa cemilan. Enak sekali jadi istri orang kaya, makanan seperti ini sangat mudah untuk didapatkan.

__ADS_1


*******


Setelah beberapa jam terlewatkan, akhirnya Nathan selesai rapat dan langsung pergi ke ruangan nya untuk melihat istri tercinta.


Sesampainya di ruangan, Nathan tak menemukan Diana di sofa maupun di meja kerja. Mungkin istrinya itu tertidur.


Nathan pun langsung mencari istrinya ke kamar pribadi milik Nathan yang ada di dalam ruang kerjanya. Dan benar saja, Diana sudah tertidur pulas dengan wajah yang damai.


Nathan pun memilih duduk di tepi ranjang tak ingin membangunkan istrinya yang tertidur pulas. Tangannya mengelus lembut wajah Diana, senyumannya mengembang ketika mata istrinya itu terbuka dan berkedip-kedip.


"Apa aku mengganggumu?" tanya Nathan tak menyangka hanya dengan sentuhan di wajah, istrinya itu akan bangun. Biasanya, walau apapun yang terjadi di sekitar Diana, wanita itu jarang sekali cepat bangun.


"Eum, tidak. Tidurku sudah cukup untuk nanti malam," jawab Diana pelan.


"Memangnya nanti malam kau mau apa?" tanya Nathan benar-benar lupa nanti malam ingin melakukan apa atau ada kegiatan apa.


"Kita kan mau anu-anu," jawab Diana memeluk suaminya dengan manja.


"Eum, begitu yah." Pipi Nathan kembali memanas karena jujur ia sendiri bingung harus bagaimana nanti malam.


"Kau sudah selesai rapatnya? Kita pulang yah," ucap Diana menatap wajah suaminya yang tampan.


Nathan dan Diana pun berjalan keluar dari perusahaan menuju parkiran. Jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore, dan jalanan pun masih sangat padat.


Di dalam mobil.


Nathan menatap keluar kaca mobil melihat orang-orang yang berjalan sendirian ada juga yang berdua dan bertiga.


Mengapa hatinya sangat merindukan Nara? Ia ingin memeluk Nara dan mengajak putrinya itu jalan-jalan ke taman seperti dulu. Bahkan, janjinya mengajak istri dan anaknya ke luar negeri pun belum terpenuhi.


Sungguh menyedihkan.


"Sayang," panggil Diana menggenggam tangan suaminya yang tampak melamun.


"Hm."


"Apa yang kau pikirkan? Apa kau barusan melihat selingkuhan mu, ha?" tanya Diana seketika membuat Nathan tertawa kecil.


"Mengapa kau selalu menuduhku selingkuh, sayang? Apa kau benar-benar ingin melihat ku selingkuh?" tanya Nathan balik.


"Eum, jadi kau ingin selingkuh." Mata Diana langsung berkaca-kaca membuat Nathan tersenyum geli.

__ADS_1


Nathan pun memeluk istrinya yang kadang sensitif, kadang cerewet, kadang juga nekat dan suka marah-marah.


"Aku mencintaimu, mana mungkin aku menghianati cinta kita," bisik Nathan mesra dan berhasil membuat istrinya itu kembali tersenyum.


"Mau yang merah atau yang hitam?" tanya Diana sembari mencium pipi suaminya.


"Maksudnya?" tanya Nathan bingung.


"Pura-pura tidak tau yah, bukankah kita sudah sering melakukannya. Jadi, pasti kau punya warna favorit kan." Nathan semakin bingung dengan maksud istrinya itu, kalau salah jawab bisa gawat nantinya.


"Jawab, mau merah apa hitam?" desak Diana.


"Eum, merah saja." Nathan dengan asal menjawab tanpa tau apa maksud dari pertanyaan istrinya itu.


"Oke." Diana mengedipkan sebelah matanya lalu memeluk Nathan menutupi rasa malu di wajahnya. Sedangkan Nathan, masih berpikir keras tentang merah dan hitam.


_


_


_


_


_


_


_


...Hu, apa tuh👀...


Lah katanya malam ini Thor?


Yah kan dalam novel belum malam😂 tunggu lah malam dulu 🤭


Lagi pula jangan terlalu berharap banyak ada adegan haredang nya yah. Author ini masih bocil, belum boleh menulis yang seperti itu.


Mungkin hanya ada gambaran sekilas saja yah, biar gak hambar😂😂😂


tbc.

__ADS_1


__ADS_2