Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 29. Kelahiran bayi Diana.


__ADS_3

Momen yang Diana tunggu-tunggu akhirnya tiba juga, hari ini adalah hari persalinan Diana yang akan dilakukan secara normal di mansion Nathan. Jika ada peraturan yang melahirkan harus di rumah sakit, tapi itu tak berguna untuk seorang tuan Albert, jika katanya di rumah maka harus di rumah.


Para penghuni mansion tampak tegang karena menunggu anak dari tuan mereka lahir. Mereka hanya tau itu adalah anak Nathan walau Diana datang ketika kehamilan yang sudah enam bulan. Mereka berpikir, mungkin saja tuannya selama ini menyembunyikan calon istrinya dan membawa Diana saat sudah hamil. Padahal semua itu tidak benar.


Di sebuah kamar yang di sulap menjadi ruang persalinan, Diana tampak berusaha untuk tenang. Kata dokter, ia harus tenang agar tenaga nya tidaklah habis.


Ini adalah pertama kalinya untuk Diana, semoga berjalan dengan baik.


Di ruang kerja Nathan, Rayyan dan Xeon tampak gelisah menunggu Diana melahirkan, sedangkan Nathan tampak biasa-biasa saja dan sibuk dengan laptopnya.


"Kau tidak melihat pergerakan dari mereka Rayyan?" tanya Nathan membuat dua orang itu langsung fokus.


"Saya menerima laporan bahwa mereka datang ketika pernikahan anda dan pastinya sekarang mereka sedang menyusun rencana untuk menculik nona lalu mengancam anda," jawab Rayyan sembari tertawa kecil.


"Dan satu lagi, tuan. Mereka membuat labirin," lanjut Rayyan membuat Nathan langsung menatap laki-laki itu.


"Labirin?"


"Iya, untuk sekarang saya belum tau untuk apa labirin itu, tapi pastinya labirin itu berhubungan dengan dengan anda," jawab Rayyan.


"Hm, pantas saja setelah beberapa bulan pernikahan itu mereka tak bergerak. Ternyata mereka sedang menyusun strategi yang matang yah untuk melawanku," sinis Nathan.


"Benar, tuan. Lalu apa yang harus saya lakukan?" tanya Rayyan.


"Selidiki polanya lalu buat di markas dalam waktu satu bulan!" titah Nathan dan Rayyan pun mengangguk patuh.


"Dan kau Xeon, bagaimana perusahaan?" tanya Nathan.


"Semuanya....


Tok.


Tok.


Tok


Pak Hans masuk setelah mengetuk pintu.


"Bayinya sudah lahir," ucap pak Hans membuat Rayyan dan Xeon langsung berdiri.


"Siapa yang menyuruh kalian berdiri!"


Rayyan dan Xeon pun langsung menatap tuannya dengan penuh permohonan.


"Kami ingin melihat bayi, tuan."


"Duduk!" titah Nathan membuat dua orang itu langsung duduk dengan muka masam.


"Apa kalian ingin aku menyiram wajah kalian dengan air keras, ha!"

__ADS_1


Rayyan dan Xeon pun langsung mengubah ekspresi mereka menjadi seperti semula.


"Maafkan kami, tuan."


"Pak Hans, perketat penjagaan di area kamar! Seleksi siapa-siapa saja yang masuk!" titah Nathan dan diangguki oleh pak Hans.


Di saat pak Hans ingin keluar, Nathan kembali memanggilnya.


"Pak Hans, jangan lupa kata-kata ku kemarin!"


"Baik, tuan. Akan saya laksanakan," ucap pak Hans lalu meninggalkan ruang kerja.


Di dalam kamar, Diana tampak masih terlihat sangat lemah. Beberapa menit yang lalu, ia baru saja bertaruh nyawa untuk melahirkan buah hatinya. Kini, semua rasa sakit dan lelah telah terbayarkan dengan kehadiran buah hatinya.


"Selamat, nona." Pak Hans masuk sembari membawa satu tangkai bunga lalu meletakkannya di atas nakas.


"Terimakasih," balas Diana tersenyum manis.


"Bayi anda sangat cantik," puji pak Hans memperhatikan bayi yang tidur di samping Diana.


"Iya, dia sangat cantik dan imut. Tapi, aku lupa untuk memikirkan namanya," sahut Diana memang lupa untuk memberikan nama yang cocok untuk anaknya karena keseringan syok oleh keadaan mansion.


"Izinkan saya yang memberikan nama untuk putri anda, nona."


"Pak Hans punya ide? Apa itu?" tanya Diana.


"Bagaimana jika saya memberi nama Nara Miya Albert," usul pak Hans.


"Sangat boleh, nona." Pak Hans menjawab dengan mantap membuat Diana merasa lega.


Ia pun mengalihkan perhatiannya pada putrinya yang terlelap.


"Nara, putri ibu yang cantik."


******


Hari sudah berganti menjadi malam. Diana akan tidur di kamar yang sedang ia tempati karena perintah dari suaminya.


Tok


Tok


Tok


Pak Hans mengetuk pintu lalu masuk bersama dengan Rayyan dan Xeon.


"Mana keponakan kami?" tanya mereka begitu antusias.


Pak Hans pun mengangkat tubuh mungil bayi Nara membuat Rayyan dan Xeon kagum.

__ADS_1


"Uh, cantiknya keponakan paman." Rayyan memegang pipi mulus bayi Nara.


"Sudah bisa berjalan, nak? Sini ayo kita jalan-jalan," lanjut Rayyan membuat dirinya mendapatkan jitakan dari Xeon.


"Dia baru saja lahir mana bisa berjalan."


"Mana tau dia bayi ajaib, soalnya dia sangat kuat walau banyak tekanan yang terjadi pada ibunya," sahut Rayyan ingin menggendong namun pak Hans tak mengizinkan nya.


"Apa anda baik-baik saja, nona?" tanya Xeon beralih pada Diana.


"Yah, aku baik-baik saja. Terimakasih karena sudah berkunjung," jawab Diana.


"Anda harus makan makanan yang bergizi agar kondisi tubuh anda semakin membaik."


"Iya, aku akan mengingat itu."


"Biarkan aku menggendong nya, pak Hans." Rayyan masih bersikukuh ingin menggendong bayi Nara.


"Tidak boleh, tuan. Tangan anda itu kasar, nanti bisa lecet bayi kecil ini," tolak pak Hans membuat Rayyan memasang wajah kesal.


Karena mereka terlalu berisik, bayi Nara pun menangis membuat tiga laki-laki itu langsung panik.


"Dian menangis, cup, cup, cup, sayang. Jangan menangis," bujuk Rayyan malah semakin membuat bayi Nara menangis.


"Cengengnya," gumam Xeon merasa suara tangisan bayi Nara sangat nyaring.


"Sebaiknya tuan-tuan keluar dulu, kalian hanya akan memperburuk suasana sana di sini," usir pak Hans memberikan bayi Nara pada ibunya.


"Kau juga menyusahkan pak Hans, ayo ikut kami keluar." Xeon menarik pak Hans untuk ikut keluar dari kamar Diana, tak lupa juga dengan Rayyan yang ikut di tarik.


"Sampai jumpa besok, keponakan paman."


_


_


_


_


_


_


_


_


...Eum, selamat yah Diana atas kelahirannya. Udah gak sabar pengen lihat bayi Nara nangis di depan Nathan, jangan-jangan nanti di todong pistol lagi😱😂...

__ADS_1


Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah.


tbc.


__ADS_2