Suamiku Mafia Dingin

Suamiku Mafia Dingin
Bab 41. Aku tak berguna.


__ADS_3

Di ruang kerja Nathan.


Diana tampak duduk manis di sofa sembari menatap Nathan yang tampak sibuk memperhatikan layar laptopnya sembari menimang bayi Nara.


"Tuan, rapat akan di mulai," ucap Xeon masuk ke ruangan Nathan.


Nathan pun mengangguk lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Apa kau akan membawa Nara bersama mu?" tanya Diana membuat Nathan menghentikan langkahnya lalu menatap Diana dan memilih untuk pergi meninggalkan ruangan.


"Bilang iya saja tidak bisa," gerutu Diana pergi menyusul Nathan ke ruang rapatnya.


Sesampainya di ruang rapat, Diana pun duduk di samping Nathan, Xeon sudah menyiapkan kursi di samping tuannya.


"Silahkan mulai!" titah Xeon.


Para karyawan pun memulai presentasi nya, mereka tampak semangat dalam menjelaskan, namun perhatian Nathan hanya pada bayi Nara saja. Hanya Diana yang tampak fokus hingga mulutnya sedikit terbuka, ia tampak mengangguk-anggukkan kepalanya walau sebenarnya ia tak mengerti.


Nathan yang melihat mulut Diana terbuka langsung menutup mulut itu membuat Diana langsung tersadar.


"Apa?" tanya Diana berbisik.


Nathan tak menjawab dan kembali fokus pada bayi Nara nya.


"Xeon! Potong gaji mereka bulan ini karena menampilkan presentasi yang buruk!" titah Nathan masih menatap bayi mungilnya.


"Baik, tuan."


"Ta-tapi tuan, apa salah kami? Kami sudah melakukannya dengan baik," tanya seorang karyawan laki-laki.


"Pecat dia!" titah Nathan membuat karyawan itu langsung ketakutan dan berlutut. Di pecat dari perusahaan tuan Albert, itu artinya kau tak akan menemukan pekerjaan lagi karena namamu sudah tercemar.


"Ma-maafkan saya, tuan. Maafkan saya," ucap karyawan laki-laki itu memohon dengan air mata yang mengalir.


"Kalau anda memecat saya, apa yang bisa saya berikan pada keluarga saya. Saya mohon, maafkan saya," lanjut laki-laki itu.


"Apa aku peduli?"


Setelah mengatakan itu, Nathan pun memilih untuk keluar dari ruangan rapat meninggalkan para karyawan yang masih tertunduk takut.


Diana pun hanya bisa diam dan mengikuti Nathan keluar dari ruangan. Diana berjalan sembari terus membayangkan nasib laki-laki yang di pecat itu.

__ADS_1


Sesampainya di ruang kerja Nathan, terlihat laki-laki itu duduk di sofa lalu menyandarkan kepalanya. Ia terlihat lelah, Diana pun berinisiatif untuk mengambil alih bayi Nara, tapi Nathan tak memberikannya.


"Mengapa laki-laki tadi di pecat?" tanya Diana akhirnya memberanikan diri.


"Orang bodoh seperti mu tak akan mengerti," jawab Nathan membuat Diana mengangguk mengerti.


"Kau bodoh kan?" ejek Nathan sembari menatap Diana yang kembali mengangguk. Hal itu membuat Nathan tertawa kecil.


"Dasar bodoh!"


Drrrrttt


Drrrrttt


Ponsel Nathan bergetar, laki-laki itu pun melihat nomor siapa yang tertera di layar ponselnya. Senyuman sinis terukir di bibirnya ketika melihat nomor asing yang menghubungi nya.


"Hm?


"Sialan kau! Beraninya kau memerintah anak buah mu untuk membunuh asisten ku!" teriak Baron dari seberang sana.


"Jadi?" tanya Nathan cuek.


"Aku akan membalas mu, Nathan. Ingat itu! Aku akan merebut semua orang-orang tersayang mu, akan ku buat kau hidup sendirian dan kesepian!" ancam Baron.


"Apa aku peduli?"


"Sebelum kau melakukan itu, aku yang akan membunuh mu terlebih dahulu, Paman!" balas Nathan sengit. Setelah itu ia memutuskan panggilan lalu melempar ponselnya ke sembarang arah.


Melihat itu, Diana pun tampak tercengang dan juga takut karena mendengar kata membunuh.


Sedangkan Nathan, tampak menatap bayi Nara sembari mengelus-elus pipi bayi mungil itu.


"Kau akan membunuh siapa?" tanya Diana ragu-ragu, tapi ia tadi seperti mendengar kata Paman.


"Bukan urusanmu!" ketus Nathan.


"Hm, kalau kau ingin melakukan sesuatu yang membahayakan, aku harap kau tak melibatkan kami. Meski kami hanya menumpang makan dan tidur padamu, tapi kami mohon jangan libatkan kami dalam hal yang berbahaya," ucap Diana pelan.


"Aku memang tak akan melibatkan bayiku, tapi aku akan melibatkan mu," ucap Nathan membuat Diana langsung terdiam menatap laki-laki yang bergelar suaminya itu.


"Kenapa harus aku?" tanya Diana dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Karena kau tidak berguna!" jawab Nathan menatap mata Diana yang sudah berkaca-kaca.


"Sebegitu tak berguna nya aku hingga semua orang menginginkan aku mati? Apa aku memang tak berguna walau hanya sedikit saja? Apa hidupku ini hanyalah sebuah kesia-siaan?" lirih Diana tetap menatap mata Nathan.


"Yah, kau tak berguna walau hanya sedikit pun. Kau hidup dalam kesia-siaan!" jawab Nathan menyudahi tatapannya lalu beralih pada bayi Nara.


"Baiklah kalau begitu, sebelum kau mengakhiri aku yang tak berguna ini, aku sendiri yang akan mengakhiri diriku yang tak berguna ini." Tak ada respon dari Nathan, Diana pun berdiri dan kembali menatap buah hatinya.


"Jaga putriku seperti putrimu sendiri, aku tak akan membebani kalian lagi. Aku akan pergi dari kehidupan kalian dan kehidupan orang lain," lirih Diana memilih berjalan keluar dari ruangan Nathan.


Diana berjalan ke sembarang arah, ia menanyakan pada beberapa karyawan, bagaimana cara naik ke atas gedung tinggi ini.


Diana pun di tuntun beberapa karyawan untuk naik ke atas gedung. Setelah itu, Diana meminta agar karyawan itu meninggalkan nya sendirian.


"Ayah sebegitu tak berguna nya aku hingga aku layak di bunuh? Apa aku hanyalah beban di atas bumi ini?" lirih Diana berjalan perlahan ke pinggir. Dapat di lihat betapa tingginya gedung yang Diana pijak, jika kita terjatuh, mungkin tubuh kita akan menjadi bubur.


"Aku tidak berguna," ucap Diana tertawa kecil.


"Hahahaha, aku tidak berguna."


"Satu langkah lagi aku akan mati dan semua orang pasti bahagia," ucap Diana menatap kembali betapa tingginya gedung ini, kepalanya sampai pusing.


"Aku pasrah."


Diana menutup matanya, kakinya tampak bergetar, kepalanya pusing. Semakin ia tak jelas berpijak, semakin ia dekat dengan kematian.


"Selamat tinggal dunia." Hingga Diana merasakan tak memijak apapun.


Biarkan angin membawanya kemanapun, Diana siap menerima itu.


_


_


_


_


_


...Nah, menurut kalian Diana jatuh gak?...

__ADS_1


...Jadi mati gak?...


...Maaf yah telat up, sebab kan masih sibuk yah. Novel yang satu lagi aja belum up😄karena masih sibuk....


__ADS_2