
Hari demi hari terlewatkan begitu indah bagi dua insan yang semakin merasa jatuh cinta satu sama lain.
Kini, sudah lebih dua Minggu mereka berada di negara orang. Hari ini pun Nathan dan Diana akan pulang ke negara mereka.
Awalnya, Diana ingin pergi ke negara lain, namun Nathan menolak dengan dalih urusan perusahaan.
Mau tak mau, Diana pun menurut saja. Lagi pula, ia masih bisa bersenang-senang di negara sendiri.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam yang melelahkan, akhirnya Diana dan Nathan pun sampai juga di mansion. Sudah ada Xeon dan Rayyan yang berdiri di pintu menyambut majikan mereka.
"Selamat datang, tuan dan nona. Bagaimana liburannya?" sapa pak Hans mengambil alih koper dibantu Rayyan dan Xeon.
"Terimakasih, pak Hans. Liburannya sangat menyenangkan, rasanya aku tak mau pulang." Diana menjawab dengan antusias, sedangkan Nathan memilih diam dan berjalan masuk ke mansion.
"Saya sangat senang mendengar itu, nona. Anda harus beristirahat sekarang," ucap pak Hans.
"Oke."
Diana pun mengikuti suaminya ke kamar. Sesampainya di sana, Diana langsung merebahkan tubuhnya lalu menutup matanya. Tubuhnya sangat lelah, ia ingin tidur dengan durasi yang lama. Selama liburan, Diana jarang tidur karena suaminya terus saja menggodanya.
Beberapa menit kemudian.
Nathan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk saja. Laki-laki itu melirik ke arah ranjang melihat sang istri yang sudah tertidur pulas.
Entah mengapa, belakang ini setiap melihat sang istri, Nathan selalu merasa sedih. Rasanya, ia ingin menangis.
Nathan pun dengan segera mengganti pakaiannya. Ia akan menghubungi dokter untuk konsultasi kesehatan. Sudah beberapa Minggu, Nathan tidak konsultasi kesehatan, mungkin itulah mengapa ia merasa kurang sehat belakangan ini.
Setelah berpakaian, Nathan langsung menghubungi dokter pribadinya.
Setelah menghubungi dokter, Nathan memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Di pandangnya wajah sang istri yang teduh.
Tiba-tiba saja, mata Nathan sudah berkaca-kaca dan air mata pun menetes begitu saja.
"Apa yang terjadi padaku?" gumam Nathan menghapus air matanya. Mengapa ia jadi cengeng, ini tak boleh sampai dilihat orang lain, bisa jatuh harga dirinya.
"Sebaiknya aku jauh-jauh dari Diana dulu, dia seperti bawang. Mata ku perih," lanjut Nathan memilih bangkit dan keluar dari kamar.
******
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar di ketuk, mendengar itu Diana langsung terbangun dari tidurnya.
"Siapa?" tanya Diana pelan. Diana yang masih mengumpulkan nyawanya pun berjalan ke arah pintu.
"Siapa?"
"Saya, nona. Tolong buka pintunya," jawab pak Hans.
Diana pun membuka pintu lalu menatap bingung pak Hans yang tampak panik.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Tuan muda mengurung diri di ruang kerjanya, nona. Sepertinya, tuan sedang sakit karena tadi memanggil dokter. Tapi, setelah dokternya datang, tuan malah marah-marah dan memilih masuk ke ruang kerja. Tuan tidak keluar dari ruang kerjanya sampai sekarang," jawab pak Hans panjang lebar.
Mendengar itu, Diana pun ikut panik dan langsung berjalan menuju ruang kerja suaminya.
Di sana, sudah ada Xeon dan Rayyan yang juga menampilkan ekspresi panik.
Diana pun mengetuk pintu lalu memanggil suaminya, tapi tak ada sahutan dari dalam.
"Sayang, buka pintunya. Kau baik-baik saja kan?"
Diana menatap pak Hans yang membuat laki-laki tua itu semakin panik.
"Kunci cadangan tidak ada?" tanya Diana.
"Tidak ada, nona. Ruang kerja ini hanya bisa diakses oleh tuan muda saja," jawab pak Hans sedih.
"Lalu, bagaimana ini?" gumam Diana khawatir jika suaminya tidak baik-baik saja di sana.
"Kita dobrak saja pintunya," usul Rayyan.
"Pintunya sangat kuat, mana bisa kita dobrak. Kecuali kita....
Ceklek.
Belum sempat Xeon menghabiskan kata-katanya, pintu ruang kerja pun terbuka.
Keempat manusia itu langsung menoleh ke arah Nathan.
"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Diana memeluk suaminya.
"Hm."
"Sebaiknya anda segera menyusul, nona. Sepertinya, suasana hati tuan muda sedang tidak baik," saran pak Hans.
Diana pun mengangguk lalu segera menyusul suaminya ke kamar.
Sesampainya di kamar, Diana memperhatikan suaminya yang sudah berbaring dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Diana mendekat.
"Hm."
"Kau kenapa?" tanya Diana duduk di tepi ranjang dan menarik pelan selimut Nathan.
"Aku baik-baik saja, tidurlah." Nathan kembali menarik selimutnya menutupi wajahnya membuat Diana sedih.
"Kau marah padaku?" tanya Diana berusaha untuk tetap tenang.
"Tidak."
"Lalu mengapa kau seperti menghindar? Apa aku punya salah? Apa karena liburan? Aku janji tidak akan meminta liburan lagi." Kedua mata Diana sudah berkaca-kaca, pikiran-pikiran negatif pun mulai memenuhi benaknya.
Nathan menurunkan selimutnya lalu menatap sang istrinya yang tengah menahan tangis.
__ADS_1
"Aku, aku tidak marah. Aku hanya sedang...
Belum sempat Nathan melanjutkan kata-katanya, air matanya sudah mengalir dengan deras.
Melihat itu, sontak Diana terkejut.
"Kenapa menangis? Apa uang mu habis karena kita jalan-jalan? Aku minta maaf, jangan menangis, sayang." Diana menyeka air mata suaminya yang membasahi pipi.
"Aku tidak menangisi itu, sayang. Aku hanya ingin menangis saja," jawab Nathan mulai sesegukan.
"Kenapa kau ingin menangis? Apa ada sesuatu yang membuatmu sedih?" tanya Diana menahan senyum karena suaminya sangat lucu dan imut sekarang. Berbeda dengan hari-hari biasanya.
"Entahlah, setiap melihat mu aku ingin menangis. Aku sedih," jawab Nathan menghapus air matanya yang terus mengalir.
"Aku jadi bingung," gumam Diana dengan tampang polos.
"Aku juga bingung," sahut Nathan sesegukan sembari terus menyeka air matanya.
_
_
_
_
_
_
_
...Hayo, kenapa tuh? Apa jangan-jangan kesurupan yah๐๐...
Hai readers, minta tolong boleh?
Kan ada tuh di Rekomendasi banner TOON CARNIVAL. Nah itu kan untuk dukung karya agar terlindungi dari plagiat. Dengan dukungan di situ, orang-orang bisa tau kalau karya author itu memang ORI bukan hasil plagiat dan juga tidak bisa di plagiat.
Minta tolong beri bintang yah untuk karya author yang kalian suka aja๐ semua nya juga boleh kalau gak keberatan.
Caranya.
Klik Toon Carnival.
Lalu klik, aula kehormatan novel 2021
Nah, cari judul novel yang ingin kalian lindungi.
Contoh: Suamiku mafia dingin atau yang lainnya.
selanjutnya, Beri bintang ๐
Kalau bintangnya habis, tukar aja pakai point๐
Ini yang mau aja yah, gak maksa. Di dukung, Alhamdulillah, gak di dukung juga gak apa-apa. Author tetap bakalan nulis๐
__ADS_1
Terimakasih.
tbc.