SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Sena Gadis Malang


__ADS_3

"Non, jangan bobo sini nanti badanya sakit semua," ucap bik Sum.


"Ga papa bik, aku sering bobo tanpa alas bibik santai aja," ucap Rana.


"Benarkah non?" tanya bik Sum.


"Iya bik, aku bukan berasal dari anak orang yang ada bik," ucap Rana.


"Ga papa non, yang penting ada kasih sayang dikeluarga, saya kalau lihat nasib non Sena kasihan sekali non, jika boleh memilih pasti dia akan memilih tidak dilahirkan atau pergi bersama maminya," ucap Bik Sum menceritakan sedikit tentang penderitaan gadis cilik itu.


"Memangnya kenapa bik?" tanya Sena panasaran.


"Den Kevin tak pernah mengakui bahwa Sena putrinya bahkan dia tak mengizinkan Sena memanggilnya papa," ucap bik Sum sambil menangis ketika menceritakan sedikit tentang gadis kecil itu.


"Ya Tuhan, kenapa begitu bik?" tanya Rana penasaran.


"Karena non Denada mami nya Sena selingkuh non, itu yang membuat den Kevin benci pada Sena," ucap Bik Sum.

__ADS_1


"Selingkuh bener atau hanya difitnah bik?" tanya Rana.


"Bibik ga tau non, yang tau kan den Kevin yang mergoki maminya Sena selingkuh kan dia, sejak saat itu den Kevin berubah jadi galak dan dingin non, jangan kan menanyakan soal anak nya mendengar nama anaknya disebut aja dia marah," ucap Bik Sum.


"Astaga malang bener nasib Sena bik," ucap Rana.


"Udah gitu sejak maminya pergi Sena malah dianggap gila sama keluarganya non karena suka kayak gitu kan, Sena beruntung banget bisa ketemu sama non Rana," ucap bik Sum.


"Maminya ini meninggal atau gimana sih bik?" tanya Rana


"Ya Tuhan kasihan sekali gadis malang ini bik," ucap Rana.


"Non, kalau misalnya Sena mau non tetap disini mau ga non jagain Sena?" tanya bik Sum.


"Saya belum tau bik, soalnya saya baru saja tanda tangan kontrak kerja disalah satu butik bik, saya udah ga nyapu lagi bik sekarang, saya mau pakek ilmu yang diajarkan ayah bik biar dapat pengalaman lebih," ucap Rana.


"Emang non Rana kerjanya apaan?" tanya bik Sum.

__ADS_1


"Apa aja bik, yang penting halal biasanya kalau pagi sampek sore saya nyapu bik, pasukan kuning sorenya saya les jahit malam nya saya cuci piring di restauran," jawab Rana.


"Wah, ga capek non?" tanya bik Sum.


"Ya capek bik, makanya saya berhenti nyapu soalnya sekarang saya diterima kerja di butik bik, doain lancar ya dan dapet ilmunya siapa tau nanti saya bisa punya butik sendiri bik, " ucap Rana.


"Amin non, semoga Allah melancarkan apa yang non cita citakan," ucap bik Sum.


"Amin bik masya Allah." ucap Rana, mereka berdua pun menghentikan obrolan mereka karena bik Sum sudah sangat mengantuk.


Rana naik keranjang Sena dan memeluknya, dia melirik bik Sum yang sudah terlelap, tapi tidak dengan Rana, dia malah tidak bisa tidur karena memikirkan rasa sakit yang dirasakan gadis cantik yang sedang berada dipelukan nya.


"Jika Tuhan berkenan menitipkanmu padaku aku bersedia menjagamu putri cantik ku, kamu tak berhak mendapatkan rasa sakit ini sayang, semoga papamu cepat sadar dan mengerti, ini semua bukan kesalahanmu, kamu gadis cantik yang baik dan kamu adalah permata yang istimewa," ucap Rana sambil mengelus rambut gadis cantik ini.


Entah mengapa Rana sangat bisa mengerti penderitaam dan rasa sakit yang Sena rasakan, mungkinkah ikatan batin antara mereka sudah terjalin sejak pertemuan pertama mereka, ataukah rasa ini tumbuh hanya karena rasa kasihan Rana pada Sena, entahlah yang jelas sudah ada rasa sayang Rana untuk Sena gadis malang yang tak tau apa apa ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2