SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Tak Tau Harus Bahagia atau Sedih


__ADS_3

Tak seperti Kevin yang sukses dengan rencananya. Disini ada Lusi yang gila akan kegagalanya. Di sebuah bar yang terkenal disalah satu sudut kota Jimbaran Bali dia menghabiskan banyak minuman untuk melupakan sedikit masalahnya.


Mengupat dan memaki sepuasnya. Kehancuran Lusi dimanfaatkan oleh mantan suaminya. Karena ini memang rencananya bukan.


Rio tak akan pernah rela jika wanita yang pernah menjadi istrinya ini menjadi milik orang lain. Rio sengaja membuat wanita incaranya ini mabok dan yah kalian tau sendiri kan. Tubuh mulus Lusi seolah sudah menjadi candu baginya.


Lusi yang mulai tak sadarkan diri dimanfaatkan oleh Rio. Kembali Rio menikmati kemolekan tubuh mantan istrinya ini di Hotel yang sudah dia pesan sebelumnya.


Setelah puas dengan aksinya Rio pun meninggalkan wanita itu begitu saja.


Keesokan harinya Lusi terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia mendapati dirinya telanjang hanya dislimuti selimut berwarna putih bersih disebuah tepat yang tak dia kenal.


"Astaga apa yang terjadi, brengsek siapa yang berani berbuat seperti ini padaku!" teriak Lusi.


Lusi pun menangis menjadi jadi, menyesali apa yang terjadi padanya malam tadi. Mengumpat kesal pada orang yang telah memanfaatkanya.


.......


Disisi lain senyum mengembang dibibir Sena mana kala dia melihat calon ibu sambungnya terlihat sangat cantik dengan gaun putih duduk manis dimeja rias.


"Bunda cantik sekali," puji Sena.


"Makasih sayang, Sena juga cantik," balas Kirana. Kirana ga tau harus senang atau sedih yang jelas dia gugup. Kirana juga takut akan ini.


Hanya ada beberapa tamu undangan dateng, seperti atasan Kevin ditempat kerjanya. Kevin sengaja meminta orang tersebut untuk menjadi saksi nikahnya.


Untuk wali karena Kirana sudah tak mempunyai orang tua maka Kirana meminta pak Penghulu untuk menjadi wali nikahnya.


Tepuk tangan dan teriakan "Sah" menjadi saksi dimulainya hubungan halal antara Kevin dan Kirana.

__ADS_1


Kevin memberikan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar sepuluh juta tunai padanya. Karena pernikahan ini minim rencana maka Kevin hanya memberikan cincin kawin yang tak terlalu mahal untuk Kirana.


Kirana mencium tangan suaminya dengan perasaan tak menentu. Kevin pun sama dia mencium kening istrinya dengan perasaan gugup juga. Entahlah yang jelas pernikahan keduanya ini terasa lain baginya.


Kevin dan Kirana menyambut para tamu undangan yang datang. Pesta yang mereka gelar tidak meriah tapi lumayan untuk melengkapi kebahagiaan mereka kali ini.


Lucunya banyak kariawan perempuan tepatnya bekerja kecewa. Dokter tampan incaran mereka ternyata duda satu anak dan kini telah mempunyai tambatan hati. Ahhh kalian semua kalah cepet sama Kirana.


Malam pun datang, para tamu undangan sudah pada pulang. Dua asisten rumah tangga yang ada dirumah Kevin dan juga dibantu oleh tim katering pun membersihkan sisa sisa pesta.


Sena dibawa masuk kekamar oleh pengasuhnya. Karena tadi dia bilang ngantuk dan lelah.


Sekarang Kirana punya dua tanggung jawab, disamping sebagai ibu dari Sena sekarang dia juga istri dari ayah anak asuhnya.


Kevin membukakan pintu kamar untuk istrinya. Kirana menatap Kevin sekilas saat hendak masuk kekamar itu. "Masuklah," pinta Kevin. Duh jantung ini kenapa sih, batin Kevin.


(" Pak Dokter ini aneh sekali, bukanya situ biasa buka jantung pakek pisau bedah, kenapa jadi nanya saya, aneh sekali pak dokter ini?" gerutu Author.)


"Ganti baju dulu bun!" pinta Kevin. Kirana tersentak dari lamunannya, dia pun menoleh takut kearah Kevin.


"Jangan takut bun aku ga akan ngapa ngapain kamu," ucap Kevin, pelan halus dan ahh suaranya berbeda dari biasanya. Rasanya suara itu mampu mengelus kalbu Kirana.


"Iya pak Kirana ganti, baju Kirana masih di kamar Sena. Biar Kirana ambil," jawab Kirana hendak melangkah keluar. Dengan cepat Kevin meraih pinggang itu.


Tubuh mereka saling berdekatan, memaksa mata mereka untuk saling menatap. Jantung keduanya susah untuk dikendalikan. Ingin rasanya Kevin memakan istrinya saat ini juga tapi ahhh janji itu seolah membelenggunya.


Kevin mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir pemilik hatinya. Sayangnya saat bibir mereka hendak menyatu suara petir tiba tiba menggelegar tanpa disuruh.


Kirana langsung mendekap tubuh pria yang sedari tadi memeluknya ini. "Bunda takut?" tanya Kevin.

__ADS_1


Kirana menggeleng, Kevin tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia pun memeluk erat wanita yang kini telah resmi menjadi pasangan halalnya.


"Sena sendirian Pak kasihan, kita temenin yuk," ajak Kirana sambil melepaskan pelukanya malu malu.


"Boleh, kamu ganti baju dulu gi. Baju kamu udah mbak nya disiapin di sebelah baju baju mas," ucap Kevin. (Aist, udah mas aja ni manggilnya).


"Benarkah, kapan bawanya kesini?" tanya Kirana. Kevin tak menjawab itu dia hanya tersenyum dan mendorong pelan tubuh mungil itu untuk segera masuk kedalam ruang gantinya. Kevin takut jika Kirana tak segera masuk ke dalam ruangan itu dia akan lepas kendali.


Kirana tertegun dengan baju baju yang sudah Kevin siapkam untuknya. Baju itu terlihat sangat mahal mahal baginya. Semua masih berlebel merk ternama.


"Astaga ngapain dia ngabisin duit buat beli baju sebanyak ini," gerutu Kirana.


Kirana tak mau terus berada dikamar ini, dia pun mengambil satu baju tidur dan keluar dari ruangan itu. Dia clingukan kesana kemari....ah aman, pria itu tak ada dikamar ini, paling dia kekamar Sena batin Kirana tanpa curiga.


Kirana pun masuk kedalam kamar mandi Kevin. Mulai melepas hiasan yang ada dikepalanya. Menghapus make up yang mempercantik wajahnya tadi.


Kirana mulai melepas hijab yang membelenggu kepala mungilnya. Melepas satu persatu kancing kancing bajunya.


Kirana sengaja memilih baju yang kancingnya ada didepan agar tak ada drama susah melepas, dan ahirnya meminta bantuan mempelai pria.


Kirana sudah melepas semua pakaiannya, bahkan semua yang menempel ditubuhnya. Tubuhnya telanjang bulat tanpa sehelai benangpun. Kirana tak menyadari sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikanya.


Saat membuka gorden dimana shower itu berada, Kirana tertegun. Kevin menatap tubuhnya dari atas kebawah sambil menalan ludahnya berkali kali. Kirana yang baru menyadari keadaanya pun langsung berbalik dan meraih handuknya. Kevin merasa lucu. Setelah selesai dengan aktifitasnya Kevin pun menghampiri Kirana dan berbisik.


"Lain kali hati hati, ceroboh sekali," goda Kevin. Dia pun langsung keluar dari kamar mandi tanpa menghiraukan perasaan malu takut plus gugu Kirana.


Kirana memukul kepalanya sendiri, menyadari betapa bodoh dan cerobohnya dia.


Marah pun percuma, siapabyang hendak dimarahinya toh dia yang salah kan. Dia yang ceroboh. Terpaksa dia menahan malu untuk saat ini. Untung suaminya ga melakukan itu padanya tadi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2