SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Usaha Kevin


__ADS_3

Hari sudah sangat malam, setiap orang yang Kevin temui dan dia tanya pun tak ada satupun yang tau dimana keberadaan Rana dan Sena, bahkan ada juga yang menjawab sma sekali tak mengenal mereka, itu juga karena Kevin tak memiliki foto mereka.


Tapi Kevin tak putus asa, dia yakin suatu saat pasti akan menemukan keberadaan putrinya, "Ya Tuhan tolonglah aku, tolong beri kesempatan padaku untuk memperbaiki kesalahanku Tuhan," ucap Kevin dalam hati.


Kevin pulang keapartemennya dengan wajah ditekuk dan tak bersemangat, dalam hatinya terus bertanya dimana wanita itu membawa putrinya pergi.


Kevin mulai mengotak atik laman sosialnya, siapa tau wanita yang membawa putrinya itu memiliki salah satu akun disalah satu mensos.


Sayang nya usahanya kali ini juga sia sia, dia tak menemukam satu pun akun atas nama Kirana, "Sena saat ini usianya sudah lima tahun kan, mungkinkah dia disekolahkan sama wanita itu, atau???" gumam Kevin malah berfikiran yang tidak tidak, "Ya Tuhan," Kevin kembali risau.


Tak lama ponselnya berdering, salah satu teman se Alumni SMAnya mengajak reonian, meski berberat hati ahirnya Kevin pun mengiyakan ajakan kawan lama nya itu.


Kevin berdiri dibalkon apartemenya, gemerlapnya lampu diibu kota Jawa Timur itu sedikit memberikan ketenangan pada hatinya yang saat ini sedang gudah.


Kevin mengingat lagi wajah ketakutan Sena ketika dia marah dulu, Kevin juga mengingat kembali ketika Sena melihatnya datang, Sena akan bersembunyi dimanapun dia bisa sembunyi, air mata penyesalan Kevin tiba tiba meluncur begitu saja ketika dia mengingat betapa tertekan nya putrinya saat itu.


....


Malam ini Rana terpaksa lembur lagi, membantu konveksi milik bosnya, Rana selalu siap membantu dibutik atau pun di konveksi, Rana memang rajin itulah sebabnya Lusi tak pelit padanya, dimana pun ada job atau saat dia kekurangan tenaga Rana selalu siap membantunya.


"Kiran, Sena mana?" tanya Lusi.


"Ada bu, tu lagi nonton youtube," tunjuk Rana sambil menunjuk ke arah Sena yang tertawa terbahak bahak karena film yang ditontonya kelihatan menarik baginya.


"Wah, seneng banget dia emang nonton apaan dia Ran?" tanya bu Lusi.


"Paling larva bu," jawab Rana sambil terus mengoprasikan mesin jahitnya.


"Walah, masih suka dia nonton itu,"


"Masih bu,"


"Ran, aku mau buka butik lagi dibali, kamu mau ga jaga disana?" tanya Lusi sambil mengambil kursi dan duduk disebelah Rana.


"Gimana ya bu, saya ma mau aja bu tapi gimana dengan sekolah Sena?" tanya Rana.

__ADS_1


"Gampang itu, kalau kamu nanti aku suruh orang urus, aku ga bis percaya gitu aja ama orang Ran, aku butuh yang jujur seperti kamu, siapa tau nanti kalau disana bisa ketemu jodoh," rayu Lusi sambil menggoda Rana, karena ternyata kemarin bisa Sena minta ayah nya itu karena ulahnya.


"Jangan jangan kemarin Sena minta ayah gara gara ibu ini," balas Rana.


"Hahaha, beneran dia minta ayah," ucap Lusi.


"Hemmm, saya udah tau pasti ini akal akalan ibu," ucap Rana sambil tersenyum simpul.


"Hehehe, habis aku heran sama kamu padahal banyak yang deketin, ngapain ga mau kamu mau pilih yang kayak gimana sih?" tanya Lusi heran.


"Saya ga cari yang gimana gimana bu, yang penting dia bisa terima Sena, kan bagaimanapun Sena itu tanggung jawab saya kan," jawab Rana serius.


"Aku paham Kiran, penasaran deh aku kok ga pernah lihat bapak tu bocah sih, emang bapaknya ga pernah dateng ya?" tanya Lusi penasaran.


"Hehehe, bapaknya ya, saya ga bisa cerita sama ibu takut anak nya denger ntar," ucap Rana berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya udah lah Ran, apa apa ajalah yang penting kamu mau kan pindah ke Bali," ucap Lusi.


"Emm boleh deh buk, asal kami udah ada tempat berteduh disana," ucap Rana mencoba memberi sarat pada bos nya.


"Tiga hari lagi kamu berangkat ya, oia aku mungkin jarang kesana kamu laporanya via email aja seperti biasa," ucap Lusi.


"Siap bosku,"


"Sena mau kan?" tanya Lusi.


"Dia ma ngikut aja asal ama emaknya ini," ucap Rana menyakinkan.


"Oke, kamu memang bisa diiandalkan baby, besok aku urus keperluan kalian selama disana ya," ucap Lusi, Rana menjawabnya dengan angukan dan senyuman termanisnya.


.....


Keesokan harinya Kevin pun berangkat ke acara reoni dimana para teman lama nya berkumpul, ahhhh dasar alumni aja aja mereka.


Kevin duduk diam dan hanya tersenyum ketika mendengar para teman teman lamanya bercanda.

__ADS_1


"Cuy primadona kita dateng cuy," ucap salah satu teman Kevin, Kevin pun ikutan melihat ternyata itu adalah Lusi (bosnya Rana) mantan gebetan Kevin waktu SMA.


"Gimana bro rasanya ketemu mantan?" tanya Kolis salah satu temen dekat Kevin yang tau sejarah Kevin dan Lusi kala itu.


"Hay semua," sapa Lusi


"Hay Lus, wih makin cakep aja," goda Kolis yang saat itu berada didekat Kevin, Lusi pun menatap kearah mereka dan tak sengaja pandanganya bertemu dengan Kevin.


"Hay juga," balas Lusi, merekapun ngobrol kesana kamari sambil menikmati hidangan yang dia sediakan oleh panitia.


Disela sela pertuan mereka Kevin memberanikan diri mendekati mantan pacarnya dulu, "Hay Lus," sapa Kevin.


"Hay Vin," jawab Lusi.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Kevin.


"Aku baik pak dokter, bagaimana istrimu kok ga dibawa?" tanya Lusi, Lusi sedikit tau tentang Kevin dari beberapa alumni yang bercerita digrup.


Kevin tersenyum dan menjawab, "Dia sudah pergi Lus," jawab Kevin jujur.


"Pergi, pergi kemana?" tanya Lusi.


"Menghadap ilahi Lus," jawab Kevin.


"Innaliahi, Ya Allah Vin sori gue ga tau," jawab Lusi sedikit terkejut.


"Ga papa Lus, mungkin sudah waktunya," jawab Kevin.


"Yang sabar ya Vin, semoga jodohmu yang lain disegerakan," ucap Lusi.


"Amin, Insya Allah," jawab Kevin.


Lama mereka mengobrol dan bercerita tentang pekerjaan dan karir mereka, bahkan mereka juga bertukar kontak pribadi, Kolis menangkap Kevin dan Lusi ada perasaan lagi ya tumbuh, bisa dikatakan CLBK (cinta lama bersemi kembali), itu menurut pandangan mereka.


Bahkan Kolis pun mendoakan kebersamaan mereka, jika benar Kevin dan Lusi berniat kembali menjalin hubungan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2