
Delon segera bertindak ketika mendapatkan surat perintah dari pria yang membayarnya. Dia langsung meminta bantuan pihak yang berwajib untuk segara menanggapi laporannya.
Untungnya pihak berwajib segera tanggap. Mereka pun segera bertindak cepat. Secara anak buah Delon selalu mengikuti kemana Rio pergi. Ditengah jalan pekerjaan mereka sedikit mendapat kendala. Karena ternyata, anak buah Rio sangat banyak dan mereka kopeten.
Adu jotos sempat terjadi. Anak buah Rio tak mau kalah, anak buah Delon pun sama. Mereka mempunyai kekuatan seimbang.
Meski kualahan, anak buah Delon dengan sigap dan cepat mampu meringkus komplotan Rio. Sayangnya hanya anak buah Rio yang dapat Delon dan kawan-kawannya lumpuhkan. Demgan tipu muslihatnya Rio kembali bisa meloloskan diri.
Bukan Delon namanya kalau menyerah begitu saja. Rio memang buruan yang sangat licin memurutnya. Dengan cepat dan cekatan dia pun kembali melacak keberadaan Rio melalui signal ponsel yang pernah Delon bajak.
Pihak kepolisian yang bekerja sama dengan Delonpun mengakui cara kerja pria ini. Delon mempunyai seribu akal cerdik untuk melacak akses targetnya.
"Sepertinya dia menipu kita Pak, dia memang membeli tiket dengan tujuan Singapura. Nyatanya signal yang saya tangkap dia hanya pergi ke Surabanya. Dia mau mengecoh kita rupanya," ucap Delon pada salah satu anggota polisi yang saat ini bekerja sama dengannya.
"Tak menutup kemungkinan dia bakalan berangkat ke Singapura melalui bandara Surabaya," ucap Polisi itu.
"Tidak mungkin Pak, coba Bapak cek kembali. Tiket yang dia beli harusnya sudah terbang sejam yang lalu," jawab Delon.
"Mari kita buktikan!" ucap Pak Polisi itu. Dia pun segera menghubungi jaringannya agar mereka cepat bertindak.
__ADS_1
Pihak berwajib yang bekerja sama dengannya juga tidak bertele-tele. Komandan polisi itu pun langsung meminta timnya untuk segera menyiapkan Helikopter, dia tak ingin buruan kakapnya melarikan diri lagi. Kasus yang Rio hadapi kini tak main main. Dari prostitusi online, jual beli hewan langka, obat obatan terlarang. Belum lagi senjata ilegal. Rio sangat luar biasa.
Beruntungnya Delon diizinkan ikut ke dalam tim mereka. Delon tak akan melepaskan ini, hampir sebulan lebih dia mengintai ini. Bahkan menurut pengalaman pribadinya, hanya Riolah mafia yang licin tapi bodoh.
Gerak geriknya mampu Delon prediksi. "Sebenarnya dia penjahat apa bukan sih, gampang banget dibaca pergerakkannya," batin Delon.
Ucapan Delon bukan isapan jempol belaka. Ternyata Rio memang bersembunyi di salah satu apartemen miliknya. Rio sedang memakai obat obatan terlarang, saat ini dia sedang sakau. Itu sebabnya dengan mudah para polisi itu meringkusnya.
***
Kabar gembira tentang tertangkapnya Rio membuat Kirana dan Kevin lega, terutama Lusi. Doanya cepat sekali dikabulkan. Lusi pasti akan bahagia sekali mendengar kabar gembira ini.
Berita itu kini menjadi tranding topik di beberapa chanel TV, beberapa surat kabar cetak maupun online.
Dugaan Kirana tak meleset. Lusi sangat bahagia bisa bertemu dengan gadis cilik yang pernah mengisi hatinya. Bahkan Sena memberikan satu lukisan cantik untuknya.
"Onty Sena kangen," ucap Sena. Lusi yang mendengat ucapak kerinduan gadis cilik itu pun tak kuasa menahan harusnya.
"Onty juga kangen sayang, maafkan Onty ya nak. Onty pernah jahat sama kamu," ucap Lusi. Kevin pun mengangkat tubuh kecil Sena ke ranjang rawat Lusi. Agar mereka leluasa bercengkrama. Sedangkan Kevin dan Kirana menunggu mereka selesau berkisah dengan duduk manis di sofa ruang rawat Lusi.
__ADS_1
"Apakah mereka dulu sok akrab begitu Bun?" tanya Kevin.
"Iya, mereka sangat dekat. Bahkan Bu Lusi sering minta Sena jadi model di acara fashion show, atau kalau ada acara nikahan beliau menawarkan Sena sebagai flower girl Mas," ucap Kirana.
"Pantesan dulu pas pertama ketemu kalian di bandara ada foto Sena, Lusi toh yang jadiin putri kesayangan Mas jadi model," ucap Kevin.
"Iya Mas, bahkan Bu Lusi tak tanggung tanggung. Dia mengajari Sena bagaimana cara berjalan di catwalk, dan berjalan tegak ala ala model," ucap Kirana menceritakan apa yang mungkin Kevin ingin ketahui tentang hubungannya dengan Lusi dan Sena.
"Kasihan Lusi ya Bun," ucap Kevin, dia trenyuh juga dengan apa yang telah menimpa mantan kekasihnya.
"Iya Mas, mantan suaminya aja yang kebangetan Mas. Dia itu kesepian Mas, pemgen ada sandaran. Pengen ada yang melundungi,"ucap Kirana.
"Kita comblangin sama Dokter Aldo aja gimana Bun. Kasihan Aldo juga kesepian Bun. Siapa tahu mereka jodoh," canda Kevin. Kirana menatap tak percaya dengan apa yang diutarakan oleh suaminya.
"Mas ini ada ada aja sih!"
"Ya siapa tahu jodoh Bun, kali aja mereka jodoh. Kasihan putrinya Aldo juga masih baby butuh ibu," tambah Kevin.
"Mas bener kali aja mereka bisa saling melengkapi,"jawab Kirana.
__ADS_1
Kevin dan Kirana sepakat untuk menjodohkan Dokter Aldo dengan Lusi. Siapa tahu mereka memang bisa bersama dan saling menyembuhkan dari rasa trauma dan kehilangan yang mereka rasakan.
Bersambung...