
Rencana pernikahan Kevin dan Lusi sudah Kirana ketahui. Bahkan Lusi meminta pada Kirana secara pribadi untuk membuatkan baju akad dan juga resepsi untuknya nanti.
"Ran, aku seneng banget," ucap Lusi, sambil memeluk sahabatnya. Kirana hanya tersenyum kecut kala itu.
"Selamat ya bu," jawab Kirana.
"Makasih ya Ran, semoga kamu cepet dapet juga ya," jawab Lusi semangat.
"Amin, ini mau modelnya yang kayak gimana bu?" tanya Rani.
"Yang kayak A11 ini aja Ran buat akad, and 521 ini buat resepsi ya," jawab Lusi kembali bersemangat.
"Siap bosku," jawab Kirana. Hati Kirana bergejolak harusnya aku bahagia dengan ini, kenapa aku sedih. Kenapa aku merasa sakit. Kenapa aku begini Tuhan.
Kirana tersentak dari lamunanya kala orang yang sedari tadi ada difikiranya tiba tiba ada didepan matanya.
"Ran, Mas Kevin udah dateng ni kamu bisa ukur sekalian," pinta Lusi, dengan mesra Kevin memeluk pinggang calon istrinya.
Sakit sekali rasanya melihat ini. Bagi Kirana ini adalah kisah cinta pertamanya sayang nya sebelum semua dimulai semua berahir tanpa kata.
"Mari pak silakan," pinta Rana agar Kevin mendekat padanya.
Kevin pun menurut dia pun maju selangkah ketempat yang Kirana mau.
"Ran, aku keatas dulu ya baju miss Yolanda sudah siap kan?" tanya Lusi sekalin ijin untuk meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Sudah bu, tanya Sasa aja kemarin udah Rana packing asesorisnya," jawab Kirana. Lusi pun memberikan kecupan di pipi Kevin saat hendak meninggalkanya.
Kevin pun tersenyum dan beracting seolah dia bahagia.
Sepeningal Lusi, suasana di sana menjadi kaku. Mulut Kirana diam begitu juga Kevin. Kirana berusaha melaksanakan tugasnya dengan baik. Mereka berdekatan bahkan dibilang sangat dekat.
Saat Kirana melingkarkan alat ukurnya didada Kevin, saat itu pula mata Kevin tak melepaskan pandanganya pada gadis yang punya nilai plus dimatanya.
"Ran,"
"Ya pak!"
"Aku belum bilang sama Lusi soal Sena," ucap Kevin mengutarakan keresahanya.
"Ran,"
"Heemm,"
"Ah tidak," jawab Kevin ragu.
"Sena kemana Ran?" tanya Kevin.
"Sekolah pak."
"Dia masih kelas A ya?"
__ADS_1
"Iya,"
"Dia marah ga ya Ran kira kira kalau tau papinya mau nikah lagi?" tanya Kevin. Entah kenapa bisa ngobrol dan sharing sama Kirana membuat hati Kevin terasa lebih tenang.
"Insya Allah enggak pak, nanti Rana bantu jelasin," jawab Kirana.
Kevin kembali menatap mesra wajah wanita yang beberapa hari ini menganggunya. oh my god aku bisa gila karena ini batin Kevin.
Apakah aku serakah Tuhan, menginginkan dua wanita sekaligus dalam hidupku.Kenapa rasanya berat banget Ran, kenapa Aku merasa seperti tertekan seperti ini Ran. Apakah kamu mendengar isi hatiku ini Rana. Batin Kevin.
Kirana merapikan peralatan kerjanya, lebih baik dia meninggalkan pria milik orang lain ini secepatnya sebelum nanti timbul kecurigaan dari ibu bosnya.
Ingin rasanya Kevin meminta Kirana tetap disampingnya. Tapi disisi lain dia juga harus menjaga perasaan kekasihnya.
......
Sebenarnya Kevin masih ragu dengan rencana pernikahan ini. Disamping dia belum berterus terang dengan statusnya sebagai duda beranak satu. Hati Kevin juga masih terus menanyakan tentang Kirana.
Kevin mondar mandir dikamarnya, memikirkan apa yang akan Lusi lakukan jika dia jujur akan keadaanya.
"Ah, apapun keputusan yang Lusi berikan sebaiknya aku berterus terang malam ini," ucap Kevin. Dia pun langsung mengambil kunci mobilnya dan meluncur di Butik
Dalam perjalanan ke butik dimana kekasihnya berada Kevin bertekat tidak akan menutupi apapun. Sena adalah prioritasnya sekarang. Kevin tak perdululi jika pada ahirnya Lusi akan membatalkan rencana pernikahan mereka.
Bersambung...
__ADS_1