SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Berasa Punya Istri


__ADS_3

Kirana mendengar suara azan subuh berkumandang, seperti biasa dia memang selalu bangun dijam segini untuk melaksanakan kewajibanya.Membersihkan rumah, memasak untuk Sena, dan menyiapkan Sena untuk berangkat sekolah.


Kirana merasakan tubuhnya menghangat, tapi terasa sangat berat. Pelan tapi pasti dia pun membuka matanya. Kirana sangat terkejut mendapati kepala seseorang berada didadanya, ini bukan Kepala Sena, baunya lain harum sih tapi.."Ya Allah apa yang aku lakukan, kenapa bisa seperti ini matilah aku Ya Allah," ucap Kirana tepat ditelinga Kevin.


Kirana berusaha mendorong tubuh Kevin yang menindihnya, dia tak mungkin berteriak karena ada Sena disampingnya, dia pun tak mau putrinya ini akan menangkap kejadian memalukan ini.


"Pak, pak dokter bangun pak," bisik Kirana sambil menepuk nepuk pundak Kevin.


Kevin merasa sangat nyaman berada diatas tubuh Kirana. Dia tak menyadari bahwasanya saat ini dia dia telah memeluk Kirana bukan Sena.


"Pak, pak dokter bangun pak," Kirana kembali menepuk pundak Kevin dan sesekali menggoyang goyangkan tubuh kekar Kevin.


"Ya Allah bagaimana ini," ucap Kirana, dia pun tak kehabisan akal digigit pelan pundak Kevin hingga pria itu sedikit terkejut.


"Aduh," pekik Kevin. Pelan tapi pasti mata itu pun terbuka, Kevin mengakkat sedikit kepalanya. Alangkah terkejutnya dia mendapati kenyataan bahwasaya dia berada diatas tubuh Kirana bahkan menjadikan dada itu sebagai bantalnya.


Mata Kevin mentap kearah mata cantik Kirana, kemudian menatap lagi kedada yang tadi dijadikan bantal untuknya.


"Lihat apa," hardik Kirana kesal.


Udah terlanjur ini, sang pemilik juga udah kesal tunggu apa lagi. Kevin pun kembali meletakan kepalanya didada Kirana.


"Emmmm, enaknya pantesan Sena suka disini," ucap Kevin nakal, Kevin memegang tangan Kirana dan menaikan kakinya diatas kaki Kirana agar Kirana tak berontak, Kirana bertambah kesal.


"Bapak apa sih, lepas bapak ih saya bukan istri bapak kita bukan mahrom bapak Ya Allah," ucap Kirana dengan nada tinggi dan melemah diahir.


"Sebentar saja Kirana, jangan protes," ucap Kevin manja, beberapa kali dia menghela nafas entah apa yang ditahanya, nyatanya dia merasa sangat nyaman berada didada itu.


Kirana diam pasrah tapi dia tetap waspada takut Kevin akan berbuat lebih. "Pak ini ga boleh lo, kita harus selalu jaga jarak pak, Rana mohon," ucap Kirana mencoba menghindari situasi ini dengan kelembutanya.


"Kamu nyaman sekali Ran aku suka," balas Kevin egois.


"Nikah sana," hardik Kirana kembali kesal.


"Sama kamu ya," ucap Kevin.


"Ogah, Rana bukan perebut pacar orang," jawab Rana ketus.


"Baru pacar bukan suami ini," balas Kevin, dih egoisnya.


"Bapak lepas ih, kalau ga Rana gigit lagi ni," Kirana sudah berada dipuncak kemarahanya, Kevin mengangkat kepalanya dan tersenyum nakal.


"Kamu cantik banget kalau melotot gitu," goda Kevin.


"Tau ah, lepas bapak ih kalau ga aku bangunin ni Sena, biar tau kelakuan bapaknya," ancam Kirana. Ancaman Kirana malah membuat Kevin tertawa.

__ADS_1


"Malah ketawa, dasar," umpat Kirana emosi, Kevin lengah Kirana pun segera mendorong Kevin dan berhasil melepaskan dirinya, Kevin hampir jatuh dari ranjang saat itu, bukanya menolong Kirana malah mengumptinya lagi.


"Syukurin, jatuh aja sana dasar pria mesum suka modus," umpat Kirana kesal, Kevin yang gemas langsung meraih tangan Kirana dan menariknya masuk kedalam pelukanya.


"Aaauuu," pekik Kirana, dipukulnya lagi lengan kekar itu.


"Kamu diem atau aku nekat," ancam Kevin nakal.


"Bapak aku mohon lepasin," ucap Kirana seperti menahan tangis.


Kevin bukanya nglepasin tubuh wanita yang ketakutan ini dia malah membenamkan wajahnya dipunggung Kirana.


"Makasih ya Ran," ucap Kevin sehalus mungkin.


"Buat,"


"Buat semua yang udah kamu korbanin untukku dan putriku," ucap Kevin, suaranya sedikit tertahan, jujur saat ini Kirana merinding, Kirana takut.


Takut tak bisa mengendalikan dirinya atas serangan serangan arogan duda satu anak ini.


"Baiklah, pak dokter yang baik lepasin saya ya, saya memang ibuknya Sena, tapi bukan istri bapak. Saya mohon mengertilah pak dokter yang baik," rayu Kirana, takut takut gimana gitu.


Kevin pun tersenyum luluh mendengar rayuan Kirana, dia pun menurut. Melepaskan tubuh mungil itu.


Kevin merebahkan kembali tubuhnya disisi Sena, dia tertawa bahagia mengingat kembali apa yang barusan dilewatinya.


"Dia menggemaskan, ahhh kenapa aku sebahagia ini bisa menggodanya," ucap Kevin.


"Jadi berasa punya istri," ucapnya lagi sebelum memutuskan untuk memejamkan matanya.


.......


Rio bangun dari tidurnya dan membuka selimut yang menutup tubuhnya. Senyuman licik penuh kemenangan itu pun dia keluarkan.


Rio menatap tubuh telanjang Lusi, yang masih berbaring lemas disampingnya.


"Jangan macam macam makanya, aku tau kelemahanmu," ucap Rio dalam hati.


"Sampai kapanpun aku tak akan membiarkanmu bahagia, aku menyuruhmu menjaga putriku lalu kenapa kau biarkan dia sakit sendirian hah, aku mau kamu merasakan apa yang putriku rasakan," suara hati Rio yang mengandung dendam itu pun terus menggema dihatinya.


"Gara gara kamu sekarang putriku tidur didalam tanah, sendirian gelap dan tak ada yang menjaganya, aku mau kamu merasakan juga apa yang putriku rasakan, kamu dengar,"


Rio beranjak dari tidurnya, memakai pakaiannya dan berlalu pergi meninggalakn Lusi yang masih terlelap.


.......

__ADS_1


Kirana membantu Sena bersiap pergi kesekolah, menyiapkan beberapa keperluan untuk putrinya.


Kirana juga merapikan baju kotor putrinya dan memasukan kedalam tas baju mereka.


"Kok dibawa pulang baju kotornya, biarin disini aja biar mbak nya yang cuci," ucap Kevin.


"Ga papa pak dokter, biar saya aja yang cuci ini banyak payet payetnya takut rusak kalau ga tau caranya," ucap Kirana.


"Oooh, cuci baju ada caranya juga ya bun!" goda Kevin sambil mendekati Kirana, Kirana yang menyadari itu langsung beringsut menjauh.


Kevin tertawa melihat sikap Kirana yang waspada padanya.


"Hahaha, kok menghindar kenapa!" goda Kevin.


"Bapak rusuh," jawab Kirana pelan, dia ga mau Sena curiga padanya.


"Loh rusuh gimana, sama sama enak kok rusuh," balas Kevin, Kirana menatap penuh permusuhan pada Kevin, Kevin malah kembali tertawa geli.


"Dasar mesum," umpat Kirana kesal.


"Wik wik yu," tambahnya Kirana digituin rasa mau meledak aja emosinya.


"Dasar dokter gila," gerutu Kiran.


"Apa, bilang apa ga denger aku,"


"Dokter gila, mesum menyebalkan puas," umpat Kirana, Kevin malah mencolek dagu wanita pemarah dihadapanya ini dan berlalu pergi tanpa dosa.


Kirana menghentak hentakan kakinya kesal, Sena hanya tertawa melihat tingkah ibu bapaknya ini.


"Sena diem," ucap Kirana.


"Bunda semalem dipeluk papi ya?" tanya Sena dengan muka meledek.


"Enggak mana ada," jawabnya.


"Dih ga ngaku, papi cium cium bunda juga tau," ucap Sena lagi, duh bertambah malu rasanya, muka Kirana panas dan berubah merah seperti udang rebus.


"Dari mana adek tau!"


"Ada deh," jawab Sena berlalu pergi juga menyusul papinya.


Tinggalah sekarang Kirana yang mengomel dan kesal sendirian.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2