
Sebenarnya dijalan Kirana sudah meminta Kevin untuk langsung mengantar mereka pulang. Sayangnya Kevin tak mau alasanya karena dia kangen dengan Sena.
Mau gimana lagi kalau sudah begitu, terpaksa Kirana mengikuti keinginan Kevin. Kevin ikutan menutup mulut nya pikiranya melayang memikirkan perkataan Kirana soal pernikahan.
Harus berapa lama dia menuruti kelabilanya, saat ini dia ga mungkin hanya memikirkan kebahagiaanya. Dia punya Sena yang harus jadi pertimbanganya.
Putrinya pernah bilang tak menginginkan mami baru selain Kirana. Kevin pun tak memungkiri bahwa Kirana mempunyai Pesona yang bisa menarik perhatiannya. Pertanyaanya apakah Kirana mau menerimanya sedangkan Kirana tau saat ini dia adalah pacar bosnya.
Hah, sungguh rumit sekali kisah cinta Kevin.
Kirana duduk disofa ruang tamu Kevin sambil memainkan ponselnya. Menunggu Sena dan Kevin kangen kangenan. Duh kayak ga ada kerjaan aja kelihatanya.
"Papi, boleh ga Sena tau wajah mami?" ucap Sena sambil duduk dipangkuan papinya dan menaruh tanganya dipundak papinya.
Kirana langsung menatap Kevin saat mendengar permintaan Sena. Dia jadi teringat percakapanya semalam dengan Rani yang memintanya menyampaikan sesuatu pada suaminya.
"Tantu saja boleh, tapi papi cuma punya lukisanya ga papa?" tanya Kevin.
"Ga papa pi, Sena pengin tau muka mami Sena pi!" jawab Sena.
Kevin pun menggendong buah hatinya dan membawa keruangan dimana dia menyimpan lukisan mendiang istrinya.
"Ini kamar siapa pi?" tanya Sena.
"Ini kamar mami sayang, dulu mami suka disini kalau pas lagi ada kerjaan disini," jawab Kevin.
"Ooo," Sena masih melihat lihat, mengabsen setia sudut ruangan ini. Banya sekali lukisan yang cantik cantik.
"Mami suka melukis dulu lihat banyak kan lukisan mami," ucap Kevin.
"Iya pi, Sena juga suka mengambar sama seperti mami!" jawab Sena lugu. Kevin tak terkejut dengan ini mungkin itu adalah bakat keturunan dari ibunya.
"Oh ya,"
__ADS_1
"Iya, bahkan bunda beliin Sena banyak buku dirumah," jawab Sena.
"Benarkah, bunda sayang ya sama Sena," ucap Kevin.
"Sayang, bunda juga ga pernah marah sama Sena," jawab Sena sambil memegang satu persatu lukisan maminya.
"Pi yang mana lukisan wajah bunda?" tanya Sena.
"Ada diruangan gantinya, yuk!" ajak Kevin.
Kevin pun membawa Sena masuk kedalam ruangan ganti itu, disana terlihat sebuah lukisan yang ditutupi kain warna putih.
"Ini mamimu dek," ucap Kevin sambil membantu Sena membuka penutup lukisan itu.
Mata Sena tak berkedip ketika dia melihat lukisan itu, reaksinya sama seperti saat Kirana melihatnya pertama kali.
"Kenapa dek?" tanya Kevin.
"Itu maminya Sena pi?" tanya Sena mukanya masih terlihat tegang.
Sena tak menjawab dia memilih lari keluar dan mencari bunda asuhnya. Kevin bingung dengan apa yang putrinya lakukan, dia pun mengikuti kemana Sena berlari.
"Bunda bunda ," teriak Sena sambil berlari menuruni anak tangga.
Kirana sudah menduga ini, pasti Sena akan bertanya soal ini.
Kirana yang sedari tadi mondar mandir gelisah pun menyambut Sena dengan perasaan gugup.
"Bunda kenapa ga pernah bilang kalau Kak Rani itu, Kak Rani itu maminya Sena," ucap Sena sambil menangis menjadi jadi.
Kevin pun tertegun tak percaya dengan apa yang putrinya katakan. Ternyata Kirana tak bohong padanya.
Kirana menatap kearah Kevin yang dia bergeming ditangga. Sena masih menuntut Kirana untuk jujur, dengan bertanya dan terus bertanya.
__ADS_1
"Bunda kenapa bunda, kenapa bunda ga bilang kalau Kak Rani itu maminya Sena. Kenapa bunda jahat sama Sena," ucap Sena sambil berteriak kecewa pada Rana. Tentu saja ini menambah kesalahpahaman antara mereka.
"Maaf sayang!" ucap Kirana sambil mencoba membujuk Sena.
"Bunda jahat, Kenapa bunda ga pernah cerita sama Sena. Sena selalu tanya sama bunda kan apakah bunda kenal maminya Sena. Bunda selalu bilang enggak kenapa bunda. Sena sayang sama bunda. tapi bunda boong sama Sena. Sena ga mau lagi temenan sama bunda," ucap Sena marah, tangisan Sena semakin menjadi saat Kirana mencoba mendekatinya.
Kevin pun tersadar, bahwa disinilah dia harus berperan menjelaskan pada putrinya bahwa ini bukan salah Kirana. Karena Kirana juga baru tahu saat Kevin mau berangkat ke Semarang beberapa hari yang lalu.
"Sayang bunda ga boong, bunda juga belum tau kalau maminya Sena itu Kak Rani yang selalu jagain Sena," ucap Kevin.
"Enggak papi bunda sudah tau, bahkan bunda bilang sama Sena kalau mami sayang sama Sena, dan bunda juga bilang sekarang Mami sudah pergi ketempat yang indah," jawab Sena sesuai apa yang dia dengar dari Kirana.
Kevin menatap kearah Kirana, mencoba mencari kebenaran dari perkataan putrinya.
"Sena benar pak, semalam Rani jujur pada saya dan dia menitipkan putrinya ini pada saya. Dia juga bilang bahwa dia sangat mencintai bapak dan dia tak pernah menghianati bapak. Malam itu dia dijebak, pas bapak datang itu sebenarnya dia mau minta tolong sama bapak. Ada seseorang yang sengaja memberinya obat jahat pak," jawab Kirana menjelaskan apa yang disampaikan Rani padanya. Kirana mengelus punggung Sena dan juga tertegun menatapnya.
Sena masih belum paham dengan masalah kedua orang tuanya. Yang dia tau sekarang hanyalah Rani adalah ibu kandungnya.
Kevin mematung tak percaya dengan apa yang didengarnya, tentu saja dia shock. Pikiran Kevin melayang entah kemana sesaat setelah mendengarkan penjelasan Kirana. Kevin menyadari kebodohanya sekarang, seandainya dia tak termakan api cemburunya mungkin Denada masih hidup sekarang.
"Kak Rani mana bunda Sena mau ngomong?" tanya Sena masih dengan tangisanya. Sena memeluk Sena erat erat. Mencoba menenangkan perasaan gadis cilik ini.
"Sayang mami udah ketempat yang indah kan, Sena kan udab bilang kalau Sena iklas mami pergi. Mami sedih lo kalau lihat Sena ga pinter gini," ucap Kirana mencoba memberi pengertiam yang bisa diterima anak asuhnya ini.
Mungkin Kirana berhasil membuat tenang Sena, terbukti Sena sudah tak menangis dan berteriak padanya.
Kevin kalut dia bingung harus berkata apa, dia pun memilih meninggalkan Sena dan Rana diruang tamu. Dia memilih masuk kekamar dan menenangkan diri.
Kirana tau bahwa Kevin membutuhkan penjelasan darinya. dia pun meminta putrinya untuk menunggunya.
"Sayang, Sena sama bibik dulu ya bunda mau bicara bentar ama papi, kasihan papi sepertinya papi sedih," ucap Kirana.
Sena adalah anak yang baik, dia pun mengerti dan menurut pada bundanya.
__ADS_1
Kirana pun melangkah menuju kamar Kevin, Kirana menghela nafas dalam dalam sebelum dia mengetuk pintu itu.
Bersambung...