
Kirana tak tau harus bersikap seperti apa, malu sekali rasanya. Dia memakai pakaian yang sudah Kevin siapkan untuknya. Dia tak ingin diawal kehidupan barunya dia membuat kecewa imamnya.
Meski cinta belum sepenuhnya mereka akui, tapi Kirana tak ingin menjadi istri durhaka. Dia akan tetap menghormati Kevin sebagai suaminya
Dengan perasaan malu Kirana pun keluar dari kamar mandi. Kirana melihat Kevin sedang memakai skincarenya. Pantesan wajahnya mulus dan wangi dia selalu merawat dirinya batin Kirana.
Kevin yang tau istrinya pasti malu padanya, dia pun segera beranjak dari duduknya dan meminta Kirana duduk di meja riasnya.
"Bunda duduk aja," pinta Kevin.
"Bapak udahan?" ucap Kirana mencoba melawan kegugupanya.
"Udah," jawab Kevin, tanpa diminta Kevin pun menyiapkan hairdrayer untuk istri cantiknya ini.
"Makasih," ucap Kirana sambil mengambil hairdrayer itu dari tangan Kevin. Kirana pun melepaskan handuk itu dari kepalanya. Rambut panjang Kirana pun jatuh terurai. Mahkota itu terlihat sangat manis semanis pemiliknya.
Entah kenapa Kevin ingin menyentuh rambut indah itu."Bun, mas bantuin ngeringin ya," pinta Kevin tanpa malu malu. Kirana pun tak menolak dia pun memberikan hairdrayer itu pada suaminya.
Kevin suka sekali dengan mainan barunya ini. Rambut ini begitu harun dan halus. Kirana menyemprotkan vitamin pada rambutnya.
"Apa itu bun?" tanya Kevin.
"Vitamin,"
"Oohh, nah udah Bun," ucapnya.
"Makasih."
"Sama sama," Kirana hendak mengikat rambutnya lagi.
__ADS_1
"Kok diikat bun?" tanya Kevin.
"Kan mau pakek hijab," jawab Kirana.
"Ngapain pakek hijab bun?" tanya Kevin.
"Kan mau keluar kamar, mau bobo kamar Sena kan," jawab Kirana. Alamak malam pertama dikamar anak. Duh, batin Kevin.
"Oia lupa Mas, ayo kalau gitu pakek hijabnya," ucap Kevin. Kirana pun tersenyum tersipu malu. Kevin tau Kirana menertawakanya.
Kevin merangkul pundak istrinya saat kelaur kamar. Mesra sekali, jika ada yang melihatnya mungkin akan menilai mereka pasangan yang saling mencintai. Kevin begitu lembut memperlakuakan istrinya.
Kirana meminta pengasuh Sena untuk kembali kekamarnya. Kevin hanya menuruti kemauan istri cantiknya.
"Bapak mau tidur dimana?" tanya Kirana.
"Disamping kamu kalau boleh," jawab Kevin jujur, Kirana tersenyum mendengar jawaban suaminya.
"Ga janji,"
"Ga boleh kalau gitu," jawab Kirana malu malu.
"Baiklah nanti mas diam diam deh," ucap Kevin.
Kevin pun menggeser tubuh putrinya. Kirama membuka hijabnya dan melepas ikatan rambutnya. Dia pun naik keranjang diikuti oleh Kevin. Lalu apa bedanya sekarang toh Sena udah tidur dan mereka baring bedampingan.
Kevin memanfaatkan kepolosan Kirana, sesekali Kevin melirik wanita yang kini ada disampingnya. Mereka saling melempar senyum malu malu. Kevin memiringkan tubuhnya memeluk perut rata Kirana. Menempelkan wajahnya dipundak Kirana. Matanya nakal sekali.
"Tadi udah janji ga nakal lo ya," ucap Kirana mengingatkan Kevin.
__ADS_1
"Ini kan bukan kategori nakal bun, suami peluk istri kan boleh ga papa bun," ucap Kevin, sesekali dia mengigit manja baju Kirana.
"Bapak jangan nakal ih, merem udah," suruh Kirana. Jujur saja saat ini dia merinding. Kirana pun memiringkan tubuhnya menghadap Kevin. Wanita ini sepertinya tak menyadari jika posisinya sekarang semakin membuat pikiran liar Kevin meraja lela.
Bagaimana tidak belahan dada Kirana tepat didepan wajahnya. Ingatanya akan kejadian yang terjadi dikamar mandi tadi membuat pikiran nakalnya muncul.
Astaga aku harus bisa menahanya jika tidak habislah nanti, batin Kevin.
"Bun, kok bobo pakek bra sih ga bagus lo bun buat kesehatan PDnya," ucap Kevin. Seketika Kirana menyadari bahwa sedari tadi Kevin memperhatikan miliknya. Kirana pun menutup dadanya dengan tanganya.
"Biasanya Rana ga pakek," jawab Kirana pelan.
"Loh kok sekarang pakek, kenapa?" tanya Kevin.
"Kan ada Bapak, malu Rana," jawabnya.
"Ngapain malu bun, kan kita udah halal," bujuk Kevin. Heh lanjut aja Kevin kamu pasti bisa, otak cerdas Kevin terus saja membujuknya. Untuk membuat luluh dan nurut istri cantiknya ini.
Kirana masih ragu untuk melepas bra nya, tapi bener juga ya." Tapi janji ya Bapak ga ngeres ga modus," pinta Kirana.
"Enggak, buka aja bun, lagian tadi udah lihat juga kan, kalau bagian tubuh wanita ma suamimu ini udah kenyang kali bun," jawab Kevin, ya iyalah secara dia kan dokter.
"Ya udah Rana buka, permisi," pinta Kirana. Kevin pun memberikan jalan pada istrinya. Kirana pun masuk kedalam kamar mandi untuk melepas bra nya.
Kevin mematikan kamar utama agar Kirana nantinya ga malu. Kevin memejamkan matanya juga agar pikiran mesum tak merasuki jiwanya lagi. Bahkan untuk menghindari pikiran kotornya Kevin pun memilih memeluk Sena.
Kirana melihat suaminya sudah terlelap, dia pun memilih berbaring disamping Kevin. Kirana memperhatikan suami tampannya. Kirana berharap pilihanya hidup bersama Kevin adalah pilihan yang tepat.
Dalam doanya Kirana berharap Kevin akan mencintainya suatu saat nanti. Sama seperti dirinya yang menyimpan Kevin dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung...