
Kevin memperhatikan istrinya yang terlihat malas. Kirana hanya duduk meringkuk saja di sofa kamarnya sehabis pulang dari pencarian pertama mereka.
"Bun, yang sabar ya. Mas lagi minta bantuan temen temen Mas yang ada di Solo. Semoga cepet dapet kabar ya," ucap Kevin sambil mengelus lengan Kirana.
"Iya Mas, Bunda sabar kok. Cuma males aja kerja, jadi nggak enak sama Mbak Lusi nggak pernah ke butik. Mbak Lusi kan lagi repot repotnya sekarang apa lagi Pak Al lagi di Malaysia kan," ucap Kirana.
"Iya dia sekarang ambil kerjaan di sana," jawab Kevin.
"Kok Bunda jadi curiga ya Mas ama Pak Al, mungkinkah dia menghindari Mbak Lusi. Mosok yo habis akad langsung berangkat sekolah," ucap Kirana curiga.
"Menghindar atau tidak hanya Al yang tahu Bun. Al kan sangat mencintai Vivian. Mereka menjalin kasih kan nggak sebentar, dari SMP kls 2 apek Al jadi dokter. Udah gitu dapet restunya kan susah Bun. Perjuangan Vivian dan Al buat dapet restu kan nggak main main dan nggak gampang," ucap Kevin.
"Emmm, kasihan juga ya Mas. Kalau kayak gitu kan Bunda kasihan juga ama Mbak Lusi, dia juga pernah gagal kan. Mas kan tahu mantan suaminya seperti apa, padahal Mbak Lusi selalu berusaha menerima lo. Semoga Mbak Lusi jangan jatuh cinta duluan sama Pak Al ya Mas," ucap Kirana. Kevin mengerutkan keningnya tak percaya akan apa yang diucapkan istrinya.
"Kok Bunda doanya gitu?" tanya Kevin heran.
"Ya Bunda kasihan aja, tiga kali jatuh cinta masak bertepuk sebelah tangan terus," jawab Kirana.
"Tiga kali? siapa aja Bun?" tanya Kevin sok oon.
"Sama Mas kan cinta pertama, terus suaminya terus ketemu Mas lagi terus sekarang Pak Al," jawab Kirana sesuai yang dia tahu.
"Ya Bunda bener juga, kasihan juga Lusi," jawab Kevin.
"Tapi lumayan lah sekarang dia punya Vio, ada mainan. Bisa didandan dandanin. Mbak Lusi mau pinjem Sena buat nikahan kliennya katanya Mas. Boleh nggak?" tanya Kirana.
__ADS_1
"Kapan?"
"Minggu depan," jawab Kirana.
"Yah ... Papi nggak bisa lihat dong. Kan Papi dua hari lagi ke Jepang sayang," jawab Kevin sedih.
"Nanti Bunda kirimin foto fotonya," jawab Kirana.
"Ya udah lah pasrah," jawab Kevin memelas, Kevin sangat ingin melihat Sena berjalan di karpet merah dan menabur bunga kebahagiaan untuk pasangan pengantin. Tapi apalah daya giliran dapat Sena dapat job, Papinya juga ketabrak jadwal.
Kevin kembali duduk dimeja kerjanya yang ada disudut kamar mereka. Mulai membuka pesan pesan untuknya. Kevin membaca satu persatu pesan yang klien atau teman temannya kirim untuknya.
Kevin tersenyum bahagia saat salah satu temanya mengirim pesan padanya. Bahkan sang teman mengirimkan foto wanita yang kini sedang dia cari.
"Ada apa Mas?" tanya Kirana sambil beranjak dari duduknya dan menghampiri sang suami.
"Bunda lihat, apakah ini ibu mu?" tanya Kevin sabil mengarahkan laptopnya pada Kirana. Kirana sangat terkejut, matanya terbelalak tak percaya. Wanita yang ada di layar laptop itu benar adalah ibunya. Ibu kandungnya.
Kirana tak mampu berucap sepatah katapun. Dia langsung lemas dan tak kuasa menahan tubuhnya. Kirana pingsan!!!!!!.
Kevin gugup, bagaimana tidak. Wanita yang sangat dicintainya tiba tiba pingsan. Bahkan saat mendengar kabar gembira ini.
Kevin membopong istrinya ke ranjang mereka. Membuka kerudung dan membuka kancing baju sang istri. Tak lama nafas Kirana mulai beraturan, Kirana menggerakkan kepalanya dan pelan pelan membuka matanya.
Kirana langsung menangis saat menatap Kevin yang kini sedang mengelus rambutnya.
__ADS_1
"Sstt, jangan menangis sayang. Ini kan yang Bunda mau, Mas udah berusaha sebaik mungkin. Dan Ibu udah ketemu sayang. Sekarang beliau ada dirumah temen Mas, Insya Allah besok Ibu diantar kesini sam temen Mas. Tadinya Mas mau jemput, kata temenAs dia mau ada seminar jadi ya dia mau antar ibu sekalian," ucap Kevin sambil mengusap air mata istinya.
Kirana masih belum bisa mengekspresikan perasaanya. Ibu yang selama ini dia rindukan dapat dia temukan berkat kegigihan suaminya dan orang orang yang membantunya.
"Ada sedikit kabar buruk sayang!" ucap Kevin memberitahu tentang sesuatu.
"Apa itu Mas!"
"Kata kawan Mas, ibu nggak mau ngomong sejak ditemukan sampai sekarang. Dia seperti shock, tapi untuk bekerja ibu tetap gesit. Memasak, membersihkan panti ibu masih mau. Cuma nggak mau ngomong aja, semoga nanti kalau udah ketemu kamu mau ngomong lagi ya. Nanti kamu pelan pelan ya Bun bimbingnya. Siapa tahu bisa balikin kesadaran ibu," ucap Kevin sesuai dengan info yang dia terima.
"Masya Allah, apakah ibu seshock itu Mas. Apakah di dunia kedokteram ada yang seperti itu?" tanya Kirana.
"Ada sayang, itu seperti bentuk protes dan kekecewaan terhadap diri sendiri," jawab Kevin.
"Mas, Bunda harus bales apa ama Mas. Ama temen Mas, ama orang yang udah nemuin ibu Mas?" tanya Kirana.
"Kalau sama Mas cukup kamu layani Mas kalau pas lagi mau aja hehehe," canda Kevin sok imut.
"Selalu dah mesumnya. Emang kapan Bunda pernah nolak Mas ih," balas Kirana sambil memanyunkan bibirnya.
"Kebahagiaanmu dan Sena adalah tujuan hidupku honey. Dan sekarang ada Ibu juga, kalian adalah hidup Mas," jawab Kevin sambil mengelus pipi Kirana.
Kebahagiaan ini sungguh nyata adanya, cinta yang indah telah menumbuhkan rasa kepedulian diantata mereka. Semoga kalian selalu bahagia.
Bersambung...
__ADS_1