
Kevin membantu Sena memasukan semua belanjaanya. Sena banyak sekali membeli boneka binatang kesukaannya. Sesuai janjinya pada sang putri, Kevin dan Kirana pun menuruti semua keinginan Sena. Asal itu tak kelewatan batas.
"Sena suka?" tanya Kirana.
"Suka Bunda," jawab Sena dengan senyum manisnya.
"Duh cantiknya Bunda, besok Papi sama Bunda pergi bentar ya cantik. Mau cari rumah neneknya Sena," ucap Kirana meminta ijin pada putri cantiknya.
"Sena masih punya nenek, Bunda?" tanya Sena.
"Punya sayang, tapi besok Papi sama Bunda mau cari alamatnya dulu. Pasti muter muter, taku Sena capek nanti. Nggak pa-pa kan kalau Sena nggak ikut. Lagian Sena kan sekolah paginya," bujuk Kirana.
"Boleh deh Bunda, Sena di rumah aja sama temen temen baru Sena," jawab Sena menurut. Kevin selalu bangga pada istri kecilnya ini. Dia selalu bisa mengambil hati Sena. Bahkan terlihat manis dan menggemaskan jika mengobrol bareng Sena.
Kevin pun membunyikan klakson untuk memberikan salam perpisahan pada keluarga Pak Deka dan Bu Arti. Terlihat Sena juga melambaikan tangan pada sahabat barunya si Raka. Raka pun membalas lambaian tangan Sena dengan sama sama antusiasnya. Membuat Kevin dan Kirana bertanya tanya.
"Sena suka sama Bang Raka?" tanya Kirana.
"Suka Bunda, Abang baik sama Sena. Sena di kasih gelang ada nama Abang lihat deh," ucap Sena sambil menunjukan gelang barunya.
"Wah ... keren amat gelangnya," puji Kirana. Kevin melirik sepintas, Kevin tahu jika gelang itu mahal.
"Bun ... coba Bunda lepas gelang itu. Itu gelang mahal punya lo Bun. Kayaknya keluaran Jepang deh Bun!" pinta Kevin. Kirana menatap tak percaya pada Kevin. Benarkah gelang itu mahal. Kalau gelang itu mahal, berarti keluarga yang barusan mereka temuai bukan keluarga biasa.
__ADS_1
"Kak, coba Bunda pinjam gelangnya," pinta Kirana.
"Nggak bisa dibuka Bunda. Ada PINnya kata Abang," jawab Sena lugu. Hah ... Kevin dan Kirana pun saling menatap tak percaya.
"Sena dikasih tahu Abang nggak PINnya?" tanya Kevin.
"Enggak, Abang cuma bilang nanti pas tahun baru Sena suruh ke sana lagi nanti sama Abang mau dikasih sambungannya biar terus muat di tangan Sena," jawab Sena lugu. Astaga Kevin dan Kirana kembali saling menatap tak percaya. Mereka saling melempar senyum, bingung dengan jalan dan kesepakatan yang dibuat oleh Sena dan Raka.
"Matilah Bunda kita kecolongan start," canda Kevin.
"Papi kalah sama Raka hahahha," balas Kirana.
"Sepertinya begitu Bun," tambah Kevin. Tawabpun pecah diantara mereka, Kirana gemas dia pun memukul paha suaminya. Dengan penuh cinta Kevin pun menangkap tangan Kirana dan menciumnya.
Senyum terus mengembang diantara mereka, cinta yang mereka rasakan tak main main. Kevin sangat bersyukur bisa mengenal Kirana.
"Bunda juga sayang, i love you ...," balas Kirana.( Duh co cwit nya, eya eya...Kirana Kevin kalian😍).
"Keluarga tadi asli mana ya Bun?" tanya Kevin.
"Nggak tahu Mas, Bunda nggak nanya. Tapi mereka baik ya," jawab Kirana.
"Iya, mereka baik." balas Kevin.
__ADS_1
"Emm ... Kak, tadi Bang Raka bilang nggak rumahnya dimana?" tanya Kevin.
"Enggak Pi, Bang Raka cuma bilang Sena jangan nakal terus nggak boleh cengeng. Jangan sedih kalau belum dapet adek, kan sekarang Sena udah punya abang," ucap Sena lugu, sesuai dengan apa yang Raka pesan untuk nya.
Kevin dan Kirana pun kembali saling menatap, "Bun kode keras. Putri kita minta adek nih," canda Kevin.
"Papi usahanya gimana?" balas Kirana mempertanyakan kinerja Pak Dokter yang terhormat.
"Wah, Bunda nantangin ni," balas Kevin dengan senyum menggodanya.
"Lah ya iya. Siapa suruh ngantor terus," tambah Kirana tak mau kalah.
"Okelah, nanti malam jangan ngeles ya," tantang Kevin.
"Oke, siapa takut," balas Kirana tanpa ragu.
"Bunda sama Papi ngapain sih berantem?" tanya Sena lugu. Agaknya Kevin dan Kirana lupa didalam mobil ada gadis cilik yang kritis.
"Enggak Kak, ini lo Bunda nantangin Papi. Salahin no Bunda kamu," ucap Kevin berusaha mencari pembelaan Sena.
Kirana hanya diam dan terus tersenyum geli, bagaimana tidak suasana seperti inilah yang sangat Kirana nanti. Mengingat Kevin selalu sibuk ahir ahir ini.
Sena terlihat menyukai gelang yang diberikan Raka padanya. Bahkan dalam hatinya tak sabar menunggu hari untuk bertemu lagi dengan Raka Putra Deka Abimanyu. Putra dari Ibu Arti dan Deka.
__ADS_1
Bersambung...