
24 jam kemudian...
Sena sudah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa, meskipun belum bangun tapi tanda tanda alat vitalnya sudah bekerja dengan baik.
Kevin meminta tim dokter untuk memindahkan putrinya, dan dia bersedia bertanggung jawab soal ini.
Kirana masih duduk disamping ranjang Sena, sedetikpun dia tak mau meninggalkan putri sambungnya ini. Kevin sangat paham jika Kirana sangat meyayangi Sena melebihi rasa sayangnya pada dirinya sendiri. Entah apa alasanya Kevin tak tahu. Yang jelas Kevin sangat tahu jika Kirana sangat mencintai putrinya.
"Bun, makan dulu yuk. Habis itu di minum obatnya, takut kakinya bengkak nanti," bujuk Kevin.
"Nanti kalau Sena bangun nyari Bunda gimana Mas, kasihan putri Bunda ni. Dia juga belum makan Mas," ucap Kirana sambil terus menciumi tangan Sena.
"Sayang ... Mas tahu kamu sangat sayang pada Sena. Sena udah ternutrisi lewat infus Bunda, nanti kalau dia bangun pasti cari bunda dan minta makan. ya. Ayo sekarang Bunda makan biar kuat jaga Sena," bujuk Kevin lagi, Kirana mulai luluh. Dia pun berajak dari duduknya dan duduk kembali di sofa.
Kevin menyiapkan makan untuk sang istri, "Mas suapin,"
"Enggak Mas, Bunda makan sendiri aja," jawab Kirana sambil menerima piring berisi makanan dari Kevin. Kevin menunggu dengan antengnya, Kirana melirik sedikit suami tampannya. Dia terlihat tenang tapi menggemaskan.
Kirana menyodorkan satu sendok nasi beserta lauknya kemulut Kevin. Kevin pun tersenyum dan menerima suapan itu. Kevin tak ingin mengecewakan istrinya.
"Terima kasih istriku," ucap Kevin sambil mengelus kepala istrinya yang terbungkus hijab itu.Sesekali dia juga mengecup kening sang istri.
"Sama sama Mas, Mas juga belum makan kan?" tanya Kirana.
"Mas belum tenang sayang kalau wanita itu belum menerima ganjarannya," balas Kevin.
"Kenapa bu Lusi jahat banget ya Mas?" tanya Kirana.
"Ga tahu Bun, Mas juga ga nyangka," balas Kevin.
__ADS_1
"Yang penting kita jangan mudah dipecahkan ya Bun, biarkan dia berbuat semaunya, mari kita buktikan padanya bahwa cinta kita sangat kuat. Tak ada satu pun manusia yang mampu memisakan kita istriku, termasuk dia," tambah Kevin geram.
Kirana terus saja menyuapkan nasi yang ada di piringnya ke mulut suaminya, hingga Kevin tak menyadari bahwa nasi yang masuk kedalam perutnya sangat banyak.
Kirana mengambilkan air minum untuk sang suami, Jujur ini bukan pengalaman pertama mereka, tapi saat saat seperti inilah yang sangat Kevin idamkan. Mengingat intensitas kebersamaan mereka bisa di hitung dengan hitungan jari dalam sebulan.
Kevin merasa sangat beruntung bisa mengenal Kirana, bahkan bisa menjadikan Kirana sebagai pendamping hidupnya, meskipun dengan sedikit menggunakan tipu muslihatnya.
Orang kepercayaan Kevin ternyata sangat handal dalam hal yang berhubungan dengan kasus kasus seperti yang dialami oleh Kirana.
"Dok ... sepertinya ini memang permainan bu Lusi, di belakang beliau ada penguasa di bidang seperti ini namanya Rio. Dia amat di takuti di dunia bisnis yang membesarkan namanya," jawab Delon sahabat Kevin.
"Sebenarnya aku aku mau membuat jera Lusi, tapi saat ini dia sedang hamil. Apakah anak yang di kandungnya anak pria itu?" tanya Kevin.
"Kemungkinan besar iya Dok. Mereka terlihat sering bersama. Anehnya Lusi selalu terlihat tak sadarkan diri, mungkinkah dia menggauli Lusi saat Lusi dalam keadaan seperti itu. Makanya dia mengaku bahwa anak yang di kandungnya adalah anak anda Bos?" ucap Delon mengutarakan kecurigaannya.
"Apa langkah selanjutnya Dok, apakah kasus ini mau di bawa ke ranah hukum?" tanya Delon.
"Tunggu perkembangan putriku, kalau sampai terjadi apa apa padanya maka aku mau kasus ini naik me meja hijau. Tapi jika putriku selamat biar aku sendiri yang menghukumnya. Nanti malam temani aku menemui wanita ular itu," pinta Kevin.
"Baik Dok, saya akan mempersiapkan anak buah untuk mengawal anda," ucap Delon.
"Siap, terima kasih Bro," jawab Kevin kemudian mereka pun mengakhiri percakapan mereka.
"Bagaimana Mas, apakah benar kecurigaan Mamas soal bu Lusi?" tanya Kevin.
"Iya Bun, ini rekaman CCTV saat orang suruhan Lusi menyusup kedalam garasi rumah kita, Mas curiga sama salah satu pegawai kita yang berhenti beberapa hari yang lalu. Mungkinkah dia terlibat dengan kasus ini!" ucap Kevin menduga duga.
"Siapa Mas, mbak Nina?" tanya Kevin.
__ADS_1
"He em, sepertinya Mas pernah lihat Nina di jemput sama motor yang ada di video ini Bun," jawab Kevin.
"Yang mana Mas?" tanya Kirana.
"Ini lo Bun, king warna hijau," ucap Kevin menunjukan rekaman video itu pada istrinya.
"Ini ma memang pacarnya si Nina Mas, astaga... apakah mereka memang menghianati kita Mas?" ucap Kirana mempertanyakan kecurigaannya.
"Apa Bunda masih menyimpan KTP Nina?" tanya Kevin.
"Enggak Mas, Bunda pernah fotoin sih KTP para pekerja kita tapi Hpnya juga ikutan kerendem bersama mobil Mamas," jawab Kirana.
"Yah, gimana dong bunda ada simpan di tempat cadangan ga. Yang kira kita bisa dibuka pakek email?" tanya Kevin.
"Eh tunggu dulu Mas, kayaknya Dia ada kasih foto kopyannya deh. Kirana simpan di laci meja rias. Coba Mas telpon rumah," pinta Kirana. Kevin pun segera menghubungi asisten rumah tangganya yang ada dirumah. Untungnya barang yang dimaksud Kirana ada di sana.
Kevin pun segera meminta asisten rumah tangganya untuk mengirim lewat pesan bergambar.
"Ini kan Bun?" tanya Kevin sebelum mengirim gambar foto kopi KTP itu pada Delon.
"Bener Mas itu punya Nina," jawab Kirana.
"Baiklah, semoga kasus ini tak merempet kemana mana ya Bun. Nanti malem Mas mau ke tempat wanita jahat itu. Bunda jangan takut ya nanti Mas suruh orang oramg Delon buat jaga Bunda sama Sena," ucap Kevin kembali memeluk istrinya agar Kirana tenang.
"Tapi Mas, bagaimana kalau dia menyakiti Mas!" ucap Kirana kawatir.
"Tenang sayang, Mas banyak temen kok hemm, ga usah takut ya," balas Kevin. Kirana sangat paham dengan apa yang suaminya ucapkan, tak lupa Kirana juga berdoa untuk keselamatan sang suami.
Bersambung....
__ADS_1