
Senyum merekah indah ketika gadis cilik ini bangun dari tidurnya. Kirana masih menggunakan mukenanya saat menyambut senyum indah itu.
"Pagi bunda!" sapa Sena.
"Pagi sayang," balas Kirana, Sena adalah anak yang kritis melihat mata bundanya membengkak dia pun langsung bertanya.
"Mata bunda kenapa, bunda nangis papi nakalin bunda kah?" tanya Sena khawatir.
"Enggak sayang, papi ga ada telpon atau chat bunda kok mana bisa nakalin, nomer papi udah bunda block jadi bunda aman deh," canda Kirana dengan senyum manisnya.
"Lalu kenapa itu matanya?" tanya Sena sepertinya dia masih penasaran.
"Bunda semalam lembur sayang, sekarang ngantuk nih!" jawab Kirana.
"Ya udah bunda bobo deh sini," ajak Sena.
"Tapi bunda belum masak sayang, nanti kamu laper," balas Kirana.
"Sssttttt papi kan lagi ga ada bunda bagaimana kalau kita maem mie instan bunda," ajak Sena lagi, astaga anak ini persis banget jahilnya dengan bapaknya.
"Dih dosa adek, ntar kalau papi tau bisa habis bunda anaknya dikasih mie instan," jawab Kirana sambil melipat mukenanya.
"Ya udah nasi ama kecap aja bunda, pasti papi ga bakalan marah," pinta Sena.
"Ya Tuhan Sena kenapa kamu menggemaskan sekali seperti mami mu!" celetuk Kirana.
"Mami, bunda kenal sama maminya Sena?" O O Rana kamu keceplosan, matilah sekarang.
Semua sudah terlanjur kan tak ada gunanya bohong.
"Emmm, kenal tadi malam maminya Sena dateng ke bunda, terus bilang kalau mami sayang sama Sena, baik baik ya sama bunda gitu katanya," jawab Sena.
"Sungguh bunda, kenapa bunda ga kasih tau Sena kalau mami dateng. Nanti malem mami mau kesini lagi ga katanya?" tanya Sema antusias.
"Mami sudah seneng sekarang sayang, mami ga bisa kesini lagi. Mami sudah ditempat yang indah sayang, Mami sudah iklas ninggalin Sena sama bunda. Sena iklas kan mami pergi?" tanya Kirana, Meski Sena tak begitu paham dengan apa yang bundanya katakan tapi Sena tetap bersikap nurut.
"Apakah maminya Sena cantik bunda?" tanya Sena, Kirana menatap mata indah gadis cilik yang ada dipangkuanya.
"Cantik sayang, apakah Sena mau lihat foto mami nya Sena?" tanya Kirana.
__ADS_1
"Mau bunda, apa boleh?" Sena menoleh kearah Bunda asuhnya.
"Tentu saja, nanti kalau kita main kerumah papi, Sena minta aja sama papi tunjukin," jawab Kirana, Sedih sekali rasanya membayangkan apa yang sudah Rani lalui semasa hidupnya.
Dia diperalat orang orang yang berniat jahat padanya, bahkan suaminya malah salah paham padanya. Menganggapnya penghianat. Belum lagi dia harus meninggalkan bayi yang sangat disayanginya.
Pertanyaan yang membelenggu Kirana saat ini adalah Kenapa Rani memilihnya untuk menjaga Sena, apa mungkin ada rahasia dibalik semua ini.
Kirana membantu Sena bersiap untuk kesekolah, karena sebentar lagi dia harus membuka butik milik bos nya.
Rana melamun saat membuatkan sarapan untuk Sena, pesan yang sampaikan Rani untuknya telah berhasil mengalihkan perhatian Rana.
"Dor," canda Sena.
"Eh, aduh kaget bunda," ucap Kirana sambil mengelus dadanya.
"Bunda mikirin apaan, papi ya?" tanya Sena dengan senyum jahilnya.
"Dih mana ada, ngapain bunda mikirin papinya Sena yang jahil itu. Malas kali bunda," jawab Kirana mencoba mematahkan apa yang dipikirkan putrinya.
"Dipikirin juga ga papa kok bunda, papi kan baik mau titip dedek bayi lagi buat Sena, bunda ga marah kan kalau papi titip dedek bayinya diperut bunda?" ucap Sena, astaga adek lagi dibahas apa yang ada dipikiran anak ini. Bagaimana caraku menjelaskanya.
"Sebenernya ga boleh dek kalau papi titip dedek bayi diperut bunda!" ucap Sena.
"Jadi gini sayang, namanya punya anak itu harus ada ikatan halal," jawab Kirana berusaha menjelaskan sesuatu yangvsedikit tabu buat anak kecil seperti Sena.
"Ikatan halal apa itu bunda?" tanya Sena lagi, huffff sabar Kirana sabar, astaga batin Kirana.
"Jadi yang disebut Ikatan halal itu seperti pernikahan, Sena tau kan pernikahan nah jadi kalau dua orang laki laki dan perempuan tidak menikah itu tidak boleh memiliki anak. Karena apa karena mereka ga halal gitu. Nanti Allah marah, Sena mau bunda sama papi dimarahin Allah gara gara keinginan Sena itu?" aha, ahirnya Kirana bisa juga menjawab keinginan Sena dengan jawaban yang paling pas menurutnya.
"Ooo, jadi kalau Sena minta adeknya sama papi dan bunda kalian harus menikah dulu, kalau gitu papi sama bunda menikah lah nanti Sena panggil bunda, mami gimana?" Ya Tuhan anak ini jauh lebih cerdas dari apa yang aku pikirkan, batin Kirana.
"Ga bisa sayang kan bunda dan papi ga ada rasa cinta, jadi ga bisa menikah!" jawab Kirana. Sena terlihat kecewa dengan jawaban terahir bunda asuhnya.
......
Dibandara..
Kirana dan Sena sudah berada di lobi bandara. Mereka berdua menunggu kedatangan Kevin pria paling menjengkelkan menurut Kirana.
__ADS_1
Hampir 15 menit mereka menunggu, ahirnya pesawat yang membawa Kevin pun landing juga.
Senyum merekah indah dibibir Sena saat melihat papinya.
"Papi," teriak Sena sambil berlari menuju orang yang disayanginya. Kevinbpun menyambut kedatangan putrinya dengan kedua tanganya dan mengendongnya.
"Hay sayang nya papi, eehhh kangen papi emmuah," sambut Kevin.
Sena pun memeluk leher papinya dengan perasaan sangat bahagia.
"Mana bunda?" tanya Kevin.
"Ada pi itu bunda!" jawab Sena sambil menunjuk ke arah Kirana.
"Oke, mari kita godain bunda," ajak Kevin.
Biasanya Sena sangat bersemangat jika mereka berkumpul tapi anehnya Sena hanya diam saja tak bersemangat. Bahkan saat mereka sudah berada didalam mobil.
Kali ini Kevin duduk dikursi kemudi, seperti biasa Kirana duduk disamping Kevin.
Kirana memang tak banyak bicara jika tak penting, berbeda sekali dengan Sena yang selalu ingin tau, tapi ini sangat aneh Sena jadi ikut ikutan diam.
"Hay cantik nya papi kok diam?" tanya Kevin pada putrinya.
"Sena sedih pi!" jawabnya.
"Loh kenapa?"
"Sena ga bisa punya adek kata bunda!" jawabnya lagi.
"Bisa lah, siap bilang bunda meragukan kemampuan papi," jawab Kevin sambil melihat kearah Sena melalui spion yang ada didepan nya.
"Bukan, kata bunda. Papi sama bunda ga bisa punya anak kalau papi sama bunda ga menikah!" jawab Sena apa adanya sesuai dengan apa yang dia tahu.
Kevin diam sejenak dia bingung harus jawab apa sekarang.
"Nanti papi coba bicara berdua sama bunda ya!" bujuk Kevin.
"Ngapain bicara berdua, kan semua udah jelas bapak sama saya ga bisa punya anak karena ga ada ikatan halal diantara kita. Udah deh pak jangan bikin anak salah paham. Saya udah jelasin ke Sena apa yang boleh dan ga boleh. Jadi sebaiknya bapak bersikaplah logis," jawab Kirana tegas. Kali ini Kirana tak memberikan celah sedikit pun untuk Kevin mencari kesempatan untuk menggodanya.
__ADS_1
"Rasakan," batin Kirana.
Bersambung...