SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Kambuh


__ADS_3

Beberapa hari sejak bertemu dengan Rana gadis cilik itu sudah mulai mau keluar kamarnya, makan dan minum seperti biasa.


Oma dan opa gadis itu sangat bersyukur melihat perubahan cucu mereka yang dinilai aneh dan hampir gila.


"Sena mau maem?" tanya pengasuh gadis cilik itu, Sena pun menggaguk tanda mau.


Pengasuh yang sudah agak tua itu pun terlihat sangat senang kerena anak yang diasuhnya mau makan.


"Semoga kali ini makanan nya habis," harap ibu pengasuh itu, sayangnya harapanya tak terkabul Sena kembali menangis histeris dan melepar piring nasi yang ada didepan nya, bahkan gadis itu meronta hendak keluar, salah satu asiaten rumah tangga disana pun segera menghubungi orang tua gadis itu.


"Suntikan obat penenang padanya," ucap pria itu, suster yang ditugaskan menjaga Sena pun menyuntikan obat penenang pada lengan gadis cilik yang bertubuh sangat kurus itu.


Beberapa menit kemudian Sena pun mengantuk dan tertidur, pengasuh Sena pun menangisi gadis yang ada digendongan nya, dia merasa sangat iba dan kasihan pada anak kecil ini.


"Ya Tuhan sebenernya apa yang terjadi, berilah petunjukmu Ya Allah," doa wanita tua itu.


.....


Dikantor..


"Ada apa Yos?" tanya teman Yosan, pria keturunan Jawa Pakistan itu pun mengusap kasar wajahnya, dia terlihat sangat lelah menghadapi hidupnya terutama cucunya.


"Gua bingung sama putri Kevin Jon," ucap Yosan.


"Dia histeris lagi?" tanya Joni sahabat Yosan.


"Heemm."


"Kenapa lo ga coba nanya sama orang yang bisa sih Yos, siapa tau dia emang ada yang ganggui," ucap Joni, seketika Yosan ingat pada Rana yang berhasil menenangkan putrinya.


"Kalau boleh jujur gua ga percaya hal hal begituan Jon, terlebih Kevin dia kan dokter lu tau sendiri dia orang yang logis, tapi tunggu beberapa hari yang lalu pas dia ngamuk direstauran ada seorang cewek yang nanya nanya sama cucu gua, dia bilang adek takut ya, dan Sena mau merespon pertanyaan dia Jon, dan lagi tu cewek ngajarin cucu gua baca syahadat Jon, mungkinkah tu cewek ngerti Jon masalah cucu gua." ucap Yosan menceritakan apa yang terjadi pada nya dan cucunya direstauran beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


"Lah lu coba aja tanya Yos, kali aja cucu lo bisa sembuh." ucap Joni.


"Gitu ya Jon." tanya Yosan.


"Hemm, namanya juga usaha Yos." ucap Joni mencoba memberi dukungan pada sahabatnya.


Yosan tak menunggu waktu lagi, dia pun segera pergi kerestauran dimana tempat Rana bekerja.


Sesampainya disana Yosan pun segera bertanya pada kasir disana.


"Siang mbak." sapa Yosan.


"Siang pak, anda mau pesan apa?" tanya kasir itu.


"Eemm maaf mbak, boleh ga saya ketemu sama gadis yang nolongin cucu saya waktu itu?" tanya Yosan.


"Nolongin cucu bapak, kapan ya siapa ya saya ga ngerti pak?"Kasir itu malah mengajukan pertanyaan yang membingunkan Yosan.


"Ohh bentar ya pak, hallo semua siapa ya yang sip malam rabu kemarin?" tanya mbak kasir pada beberpa kariawan disana.


"Saya bu." jawab salah satu dari mereka.


"Oh kamu, sini deh." panggil kasir itu.


waiterss itu pun mendekat.


"Kamu tau ga siapa yang nolongin cucu bapak ini pas nangis malam itu?" tanya kasir itu.


"Oo, yang nangis waktu itu ya pak?" tanya waiterss itu pada Yosan.


"Iya mbak, cucu saya yang nangis nagis itu terus ada mbak mbak yang pakek kaos kuning gendong dia, apakah mbak yang itu masih kerja disini?" tanya Yosan.

__ADS_1


"Ohh, si Rana maksud bapak, anaknya kurus kan?" tanya waiterss itu.


"Iya mbak seingatku pakai kaos kuning, anak nya kurus tingginya kira kira segini." jawab Yosan sambil mengukur tinggi Rana dengan pundaknya.


"Siapa Wi?" tanya kasir itu.


"Sigadis aneh yang suka ngomong sendiri." jawab Waiterss itu.


"Oo, emang bapak ada urusan apa nyariin gadis aneh itu?" tanya kasir itu lagi, duh congkaknya, Kalau ga demi cucuku udah gua tabok mulut lu, batin Yosan.


"Ga ada apa apa mbak cuma ada perlu saja sedikit," jawab Yosan masih berusaha sesopan mungkin.


"Dia udah ga kerja disini pak, dia dipecat karena bikin rugi restauran," jawab kasir itu lagi.


"Apa boleh saya tau alamatnya atau barang kali nomer handphone nya?" tanya Yosan.


"Maaf pak, jika kariawan sudah kena masalah itu artinya sudah ga ada hubunganya lagi sama kita," jawab nya ketus.


"Oke," jawab Yosan sedikit muak dengan wanita sok cantik nan angkuh ini, Yosan pun keluar dari restauran itu, dia masuk kedalam mobil nya dan terlihat berfikir, tak lama ada yang mengetuk kaca mobilnya.


Yosan pun menurunkan kaca mobilnya, " Ada apa mbak?" tanya Yosan.


"Bapak cari Rana kan?" tanya waiterss itu balik.


"Iya mbak, mbak tau alamatnya ga?" tanya Yosan lagi.


"Ga tau pak, tapi dia salah satu pasukan kuning yang biasa nyapu di pinggir jalan Simokerto pak, coba bapak tanya tanya para pekerja disana, siapa tau ada yang kenal pak, namanya Kirana pak, bapak bilang aja anaknya pendiam dan suka ngomong sendiri tu." ucap waiterss itu memberikan sedikit info tentang Rana.


"Oo, makasih banyak ya mbak." ucap Yosan.


"Oh, iya pak sama sama." Kata Waiterss itu, ahirnya Yosan pun pergi meninggalkan area restauran itu dan melanjutkan perjalanan nya mencari keberadaan Rana.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2