SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Dia buah Hatiku


__ADS_3

"Sena, ini rumah bunda sayang apa Sena takut?" tanyaku, Sena hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya, aku sangat mengerti perasaan anak cantik ini, dia tak ada pilihan lain selain ikut dengan orang yang mau menerimanya sepertiku.


"Masuk yuk, Sena capek ga?" tanya ku.


"Sedikit bunda," jawab nya singkat banget, aku pun kembali merasa iba pada gadis kecil itu, perasaan itu selalu datang ketika aku menatap wajah sendu nya.


"Apa Sena juga takut sama bunda?" tanya ku sambil menarik tangan nya dan mengajaknya duduk dikursi panjang kamarku, "Sedikit bunda," jawab nya pelan, aku pun tersenyum.


"Jangan takut sayang, bunda ga akan pernah nyakitin kamu, bunda akan selalu ada buat Sena, apa Sena mau jika seandainya Sena bunda ajak kerja ditempat kerja bunda?" tanya ku meminta persetujuan nya.


"Mau bunda," jawab nya nurut.


"Ya Allah sekali lagi aku bertanya apa sebenernya salah anak ini," batin ku kembali berbicara sendiri.


"Sena duduk sini bentar ya bunda pengen kekamar mandi habis itu kita masak oke," ucapku pada dia yang kembali menundukan kepalanya dan menutup mulutnya rapat rapat, dia pun menjawabku dengan agukan kepalanya.


Aku pun meninggalkan gadis itu kekamar mandi, aku menyalakan air keras keras, supaya dia tau apa yang aku lakukan didalam kamar mandi, Aku menangis menjadi jadi dan mencurahkan apa yang membuatku sesak hari ini, "Awas saja kalau kamu mengambilnya lagi dariku," ancamku pada pria kejam itu.


Tak lama terdengar seseorang berbicara didekatku, Aku tau itu pasti Rani gadis tak kasat mata yang setia menjadi sahabatku.


"Jangan gitu Ran, kamu ga boleh dendam bagaimanapun pria itu adalah ayah dari gadis cilik itu," ucap Rani mengingatkan.


"Aku hanya kesal pada pria yang tak punya hati itu," jawab ku.


"Kamu memang benar, tapi dia begitu juga ada sebabnya," tambah Rani.


"Aku ga tau Ran, rasanya sesak sekali dadaku, harusnya dia tak menghukum anak yang tak tau apa apa ini," jawab ku sambil melepas kerudung dan mencuci mukaku.


Aku tak mendengar Rani berbicara lagi, mungkin dia sudah pergi batin ku, Aku pun mengganti baju ku menjadi baju santai yang biasa aku pakai dirumah, setelah siap aku pun keluar dari kamar mandi, dan kulihat gadis cilik itu tertidur sambil meringkuk dikursi panjang tempat dia duduk tadi, menjadikan lengan nya sebagai bantalanya, entah mengapa setiap aku melihatnya ada rasa sakit iba dan trenyuh dibuatnya.


"Ya Allah kuatkan aku," gumam ku lagi, Aku pun mengangkat tubuh kurus anak itu, dan membaringkan nya di kasur kamarku.


Ku elus kepala anak itu, kucium kening nya dia sangat cantik ternyata, tanpa aku sadari ikatan batin yang telah terikat antara aku dan dia telah menumbuhkan cinta dan kasih sayang yang mendalam yang mengikat hati kami.


Hari ini untung aku mendapatkan sift siang, nanti aku akan meminta ijin pada bosku untuk membawanya ke butik jika diijinkan, jika tidak ya mungkin aku terpaksa resign dan mencari pekerjaan yang sekiranya bisa membawanya ikut serta.


Aku Yakin Tuhan tak tidur, Dia pasti akan menunjukan jalannya untuk ku meski agak sulit.

__ADS_1


....


Siang itu...


Aku membangunkan nya dan mengganti bajunya agar dia siap kubawa ketempat kerja.


"Bunda kita mau kemana?" tanya nya lugu.


"Kita mau ketempat kerja bunda sayang," jawab ku.


"Emang boleh ya bunda anak kecil ikut?" pertanyaan nya terdengar sangat dewasa dan pilu.


"Nanti kalau ga boleh ya kita cari kerja yang sekiranya bunda boleh bawa Sena sayang," jawab ku sambil memakaikan kerudung dan jaket untuknya, tak lupa aku pun memakaikan masker juga agar dia sedikit terlindungi dari polusi.


"Maafin Sena ya bunda, Sena udah bikin bunda yepot (repot)," ucap nya kembali mencubit hatiku.


"Enggak sayang bunda ga merasa repot, bunda malah seneng sekarang bunda ada temen, cantik lagi," jawabku sambil memberikan senyuman iklasku padanya.


"Makasih ya bunda," ucap nya lagi.


"Bunda udah mau jagain Sena," jawab nya.


"Bunda akan selalu ada buat Sena, mulai hari ini Sena anak bunda, putri cantik bunda buah hati bunda mengerti," balasku sambil mencium dan memeluk sayang gadis cantik ini.


Aku menaruh nasi dan lauk dikotak makan untuk nya, botol minum untuknya dan juga mainan kesukaan nya.


"Sena siap!" tanyaku.


"Siap bunda," jawab nya.


"Oke, kita baca doa dulu yuk," ucapku, kami pun membaca doa dulu sebelum kami melangkahkan kaki keluar rumah.


Sena sangat senang rupanya naik motor, beberapa kali aku mengajaknya bernyanyi, dia pun menikmati perjalanan kami.


Sesampainya dibutik aku langsung menghadap pada atasanku dan bertanya apakah selama aku kerja disini aku boleh membawa serta putriku.


"Siang bu Lusi," sapaku sambil masuk keruangan bosku tak lupa aku pun menggandeng serta Sena.

__ADS_1


"Siang Kirana, masuk," jawab nya lembut.


"Bu, saya mohon maaf saya datang kesini ingin bertanya sesuatu sekaligus meminta ijin," ucap ku, rasa trauma pada diri Sena rupanya telah mengubah sifatnya, Sena sekarang lebih takut berhadapan dengan siapapun terbukti sekarang dia malah bersembunyi dibelakang ku.


"Iya Kiran ada apa?" tanya bos ku.


"Begini bu, saudara saya memberikan putrinya padaku karena disana dia tak ada yang menjaga, apakah ibu keberatan jika saya membawanya kesini saat kerja?" tanya ku sehati hati mungkin, aku melihat bu Lusi tersenyum.


"Ga papa Kiran asalkan kamu bisa menjaganya, memangnya umurnya berapa?" tanya bu Lusi.


"Empat bulan lagi empat tahun bu," jawabku sambil menunjukan Sena pada bosku.


"Aduh cantiknya, coba bawa sini Kiran," ucap bosku sambil meminta Sena mendekat padanya, aku paham jika Sena takut.


Bosku mengulurkan tangan nya dan bertanya, "Nama kamu siapa sayang?" tanya bu Lusi sambil menjabat tangan Sena.


"Sena onty (Aunty\= tante)," jawab Sena pelan.


"Duh pinternya, Eh Kinan aku juga mau kalau dikasih beginian, buat aku aja boleh ga?" tanya bosku sepertinya dia juga udah jatuh cinta pada Sena.


"Maaf bu bos, jangan nanti aku bisa ditutut sama bapaknya," jawab ku sambil bercanda.


"Ooo, bapak nya masih ada, ibunya?" tanya bu Lusi.


"Mami kemana Dek?" tanya ku, aku mau putriku menjadi pribadi yang kuat.


"Mami sudah sama Allah onty," jawab Sena lagi.


"Ya Allah anak sekecil ini Kiran, kasihan sekali dia tapi dia cantik banget," ucap bu Lusi.


"Makasih banyak bu, karena ibu sudah ijinkan saya membawa putri saya selama bekerja," ucap Rana.


"Iya Kiran, udah kerja sana oia hari ini kancing sama payet payet akan datang kamu hitung semua ya jangan sampai keliru, yang pesen gaun hari Rabu kemarin agak rewel," ucap bosku, Rana pun mengguk tanda mengerti.


Rana bekerja dengan perasaan bahagia, karena bos nya berbaik hati padanya, terlebih beliau juga menyukai Sena.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2