SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Pagi yang Indah


__ADS_3

Kevin membuka matanya, mencium harum bau sabun yang mulai dia kenali. Bau siapa lagi kalau bukan bau harum istri tercintanya. Kevin beranjak dari ranjangnya dan langsung mencium pipi istrinya.


"Morning Bun," sapa Kevin.


"Morning juga," balas Kirana. Kevin pun masuk ke kamar mandi, menggosok giginya dan aha...tiba tiba dia mendapatkan ide yang sedikit nakal. Selesai menggosok giginya dia pun mencuci mukanya.


"Bun," panggil Kevin sambil melongokkan wajahnya disela pintu. Kirana pun menoleh.


"Ya," jawab Kirana.


"Sena sekolah ga?" tanya Kevin.


"Kan minggu libur atuh," jawab Kirana sambil melepaskan handuk dari kepalanya. Rambut itu langsung jatuh dari gulungan itu. Dan wow pemandangan langka itu terasa sangat indah.


Kevin tak bisa menahanya lagi, dia pun menghampiri istri cantiknya. Memeluk wanita mungil itu dengan manja. "Ini jam berapa sayang?" tanya Kevin, sambil mengecup leher Kirana.


"Jam empat pagi Pak, kenapa?" tanya Kirana.


"Hah, kirain ini udah siang, habis bunda udah mandi," jawab Kevin basa basi. Dia kembali menatap Kirana dengan tatapan ingin melahapnya.


"Rana sudah biasa mandi jam segini Pak, kan mau sholat subuh," jawab Kirana. Kevin membalikan tubuh istrinya dan mengelus Kening Kirana serta menciumnya.


Kirana tak tau apa yang diinginkan pria ini, yang jelas tatapan Kevin kali ini dinilai sangat mencurigakan.


"Bapak kenapa?" tanya Kirana.

__ADS_1


"Ingin menjadikanmu istri lahir batin sayang," bisik Kevin. Terus terang Kirana merinding mendengar bisikan suaminya.


"Pak ini udah mau subuh loh," jawab Kirana mencoba menghindar.


"Jangan menghindariku honey, Mas tau kamu hanya alasan kan," balas Kevin tak mau kalah. Wajah merona Kirana sungguh menggemaskan baginya. Kirana sudah berada didalam pelukanya maka Kevin tak menunggu lagi.


Kevin mulai nakal, dia pun mencium apa yang menjadi sasaranya. Dikecupnya setiap lekuk wajah dan leher istrinya. Bau harum khas Kirana berhasil membangkitkan gairah kelelakianya.


"Apakah kamu siap menerimaku sebagai suami lahir batinmu istriku?" tanya Kevin.


"Kirana siap suamiku," jawab Kirana. Entah mengapa serangan Kevin kali ini tak mampu Kirana kendalikan. Tubuhnya hanya bisa pasrah dan menerima setiap apa yang Kevin berikan.


Kevin nakal, dia pun mulai membuka pembungkus tubuh indah itu. Ciuman Kevin kembali mendarat dibibir indah istrinya. Luapan cinta telah menguasai keduanya.


Kevin tak mau melewatkan moment special ini, dia pun dengan sikap mengarahkan semua kekuatanya untuk menyatukan raga mereka.


Kirana pasrah hingga penentuan babak terahir. Kevin melepaskan apa yang seharusnya dia lepaskan, sebuah semburan lahar hangat memenuhi rahim Kirana. Iya benih ketampananya telah dia berikan pada istri tercintanya.


Permainan mereka pun usai, Kevin memberikan senyuman indah untuk istrinya. Kirana pun menyambut senyuman itu dengan keiklasan hatinya.


"Terimakasih istriku, ini adalah pagi terindah dalam hidupku. Setelah maminya Sena meninggalkanku. Kamu adalah pemilik hatiku sekarang. Maukah kamu menjaganya mulai sekarang honey," ucap Kevin.


"Iya suamiku, aku akan mengabdikan kehidupanku hanya untukmu, untuk cinta kita. Untuk putri kitq, untuk anak anak kita. Aku mencintaimu suamiku, sangat," balas Kirana dengan senyum manisnya.


"Maaf ya Mas udah nyakitin kamu, besok besok udah ga sakit lagi kok," ucap Kevin, Kirana menganguk dia paham apa yang suaminya ucapka. Karena diam diam beberapa hari ini dia banyak membaca tentang ML.

__ADS_1


Kevin suka sekali memainkan anggota tubuh istrinya yang dinilainya menarik ini.


"Pak, udah ya geli tau," pinta Kirana.


"Geli gimana orang mas masih mau sih," jawab Kevin.


"Masih sakit Bapak," bujuk Kirana.


"Kan udah janji ga panggil bapak lagi, kok masih aja," ucap Kevin.


"Iya maaf, Mas...puas," goda Kirana sambil melirik manja kearah suaminya.


"Mulai malam ini Mas ga mau kalau diajak tidur dikamar Sena," ucap Kevin. Tu kan ketahuan maksud tersebungnya.


"Loh, hari itu bilang ga masalah," ucap Kirana mengingatkan.


"Kan hari itu kalau sekarang kan lain," jawab Kevin tak mau kalah.


"Heemmm, Mas boong berarti." timpal Kirana. Kevin hanya tertawa.


"Mas bahagia punya kamu sayang," bisik Kevin.


"Kirana juga bahagia punya Mas dan Sena." balas Kirana.


Hari hampir siang, Kiran pun cepat cepat beranjak dari pembaringanya. Waktu subuh hampir habis bukan. Meski dengan langkah sedikit susah Kirana tak putus asa. Kevin sengaja tak mengantarakan Kirana kekamar mandi dia takut tak akan kuat menahan hasratnya lagi.

__ADS_1


"Hah...sungguh pagi yang indah," gumam Kevin. Kemudian dia pun memejamkan matanya lagi.


Bersambung...


__ADS_2