SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Menutupi Perasaan


__ADS_3

Kirana masih tak percaya dengan ucapan putrinya pasalnya dia tak merasakan apapun semalam. Tapi melihat seyuman mencurigakan keduanya Kirana pun curiga.


"Pak dokter bisa kita bicara," ucap Kirana, Kevin tau jika Ibu asuh anaknya ini marah padanya.


"Tentu saja silakan nona," jawab Kevin, ya Tuhan pria gila ini kenapa, makin hari makin kenal dia makin menjengkelkan batin Kirana..


"Bisa diruang kerja bapak!" pinta Rana.


"Ngapain disana apa penting!" tanya Kevin.


"Banget," jawab Kirana ketus.


Dia pun berjalan menuju ruang kerja Kevin, sedangkan Kevin mengikutinya dari belakang.


"Ada apa Ran, apakah ada yang penting?" tanya Kevin serius.


Kirana membalikan tubuhnya menghadap ke arah Kevin, air mata Kirana tiba tiba menetes. Tentu saja Kevin terkejut dengan ini, ada apa kenapa dia menangis.


"Ada apa Ran, kenapa hah kenapa kamu nangis?" tanya Kevin heran, Kevin hendak mendekat dan memeluk Kirana tapi Kirana malah memundurkan langkahnya.


"Jangan mendekat aku membencimu !" ucap Kirana. Tentu saja Kevin terkejut dengan pernyataan yang membinggungkan itu, dia bingung apa salahnya sebenernya.


"Apa salahku, kenapa kamu benci aku Ran?" tanya Kevin dengan muka seriusnya.


"Jangan pura pura bodoh pak dokter, apa yang kamu lakukan semalam padaku hah?" tanya Kirana kesal sambil menghapus air matanya dengan kasar.


"Astaga memangnya apa yang aku lakukan Kiran, sungguh aku tak tau kalau semalam kita berpelukan, aku kira kamu Sena," jawab Kevin jujur.


"Bohong, kamu bukan hanya memeluku tapi kamu juga menciumku bukan!" hardik Kirana lagi.


Kevin mengerutkan dahinya, "Aku menciumu, kata siapa jangan kepedean nona," ucap Kevin lagi.


"Kamu yakin tak menciumku?" tanya Kirana mulai melemah.


"Ya iyah lah, ngapain aku cium cium kamu kayak ga ada kerjaan aja. Lagian ni kalau aku mau cium cewek yang jelas bukan kamu. Kamu bukan tipeku paham," jawab Kevin, dia mengucapkan itu tanpa senyuman mukanya terlihat serius hingga menyamarkan kebohonganya.


"Bagus kalau pak dokter ga nglakuin itu, awas aja kalau berani!" ancam Kirana dia pun enggan berlama lama berada didekat Kevin. Kirana memilih pergi dari hadapan pria menyebalkan ini, menurutnya.

__ADS_1


Kevin tertawa puas melihat kejengkelan Kirana. Sekali lagi dia sangat bahagia dengan ini.


"Hah, dasar gadis bodoh diboongin aja percaya hah," gumam Kevin, kemudian dia pun keluar dari ruangan itu. Bersiap mengantarkan putrinya kesekolah dan mengantar Kirana pulang.


"Bunda depan aja!" pinta Sena, dengan berat hati Kirana pun menuruti keinginan putrinya. Malas jika harus berdepat soal sepele seperti ini.


"Sayang, papi besok berangkat ke Semarang ya seminggu!" ucap Kevin pada Sena.


"Oke papi," jawab Sena.


"Cantiknya papi mau dibawain apa kalau papi balik kesini?" tanya Kevin.


"Beliin bunda aja, Sena ga usah," jawabnya.


"Loh kok bunda!" saut Kirana tanpa melihat kearah Kevin, Kirana masih marah rupanya.


"Iya bunda aja yang dibeli belin, Sena ga usah kan bunda yang jagain Sena kalau papi pergi," jawab Sena lugu, tapi bener juga sih.


"Oke, nanti papi tanya deh bunda maunya apa," ucap Kevin sambil melirik wanita yang berhasil masuk kedalam hatinya ini.


Perjalanan dari rumah kesekolah Sena bisa dibilang lancar. Sayangnya mulut Kirana terus saja terkunci seolah Kirana masih memikirkan apa yang putrinya katakan tadi.


Kevin mengantarkan Sena masuk kedalam kelas, Kirana masih setia menunggu Kevin datang kembali kemobil.


Sambil menunggu Kirana iseng iseng membuka laman sosialnya, menjelajah dan terus menjelajah.


Sampai ahirnya Kirana dikejutkan dengan salah satu ungguhan temenya.


Seorang wanita paruh baya yang sedang menggendong bayi dengan caption, "Dia memang bukan ibu yang melahirkanku tapi dia adalah tumpuan hidupku," Kirana membaca lagi dan lagi beberapa komen yang ada di unggahan tersebut.


Kirana kembali shock karena salah satu komen tersebut menyebutkan naman wanita itu dengan menulis "Bude Sunarsih sehat terus ya de, terimakasih atas dedikasihmu pada kami," tulusnya disana.


Kirana menangis," itu Sunarsih dia seperti ibuku Tuhan, ibu yang telah meninggalkanku," gumam Kirana.


Tanpa berfikir lagi Kirana pun menginbox pemilik akun itu dan bertanya dimana kirana wanita paruh baya itu berada.


Sejelek apapun wanita itu, sekejam apapun dia padanya, Kirana tetap menganggap wanita itu adalah ibunya. Pahlawan yang melahirkanya, tanpa wanita itu dia tak kan pernah ada didunia ini.

__ADS_1


Lamunan Kirana tersadarkan ketika Kevin membuka pintu mobilnya. Kirana cepat cepat menghapus air matanya.


Kevin pun bingung kenapa lagi gadis ini, apakah dia masih memikirkan ulahnya tadi malam.


"Kamu kenapa bun?" tanya Kevin, Kirana makin mengeraskan suara tangisnya membuat Kevin gugup.


"Kenapa hemmm?" tanya Kevin sambil memegang tangan Kirana.


"Aku aku menemukan dia pak dokter," jawab Kirana sambil sesegukan.


"Menemukan dia siapa?" tanya Kevin.


"Dia," jawab Kirana sambil memberikan ponselnya pada Kevin.


Kevin pun mengambil ponsel itu dan mulai menjelajah seperti apa yang Kirana lakukan tadi.


"Siapa ini?" tanya Kirana.


"Wanita yang melahirkanku dan menelantarku pak dokter," jawab Kirana dalam tangisnya.


"Ibumu kah?" tanya Kevin menyakinkan lagi jawaban yang Kirana berikan.


"Iya pak dokter, dia ibuku,"


Kevin diam sesaat memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk wanita yang telah berjasa untuknya dan putrinya ini.


"Apa kamu tau alamatnya?" tanya Kevin.


"Belum pak, ini baru Rana inbok orang yang punya akun tapi belum dibales," jawabnya.


"Sabar ya Ran, semoga kamu cepet ketemu ibumu," ucap Kevin.


Tanpa mereka sadari tangan itu masih saling menggenggam, bahkan saat Kevin mulai mengemudikan mobilnya.


Didalam mobil Kirana terus saja menangis membuat iba pria yang ada disampingnya. Sesekali Kevin melirik Kirana, ingin rasanya Kevin memeluk ibu sambung putrinya ini, memberitahu dia bahwa semua akan baik baik saja, tak ada yang perlu ditakutkan.


Bersambung...

__ADS_1


.......


__ADS_2