SUAMIKU MANTAN IPARKU

SUAMIKU MANTAN IPARKU
Abang Adek


__ADS_3

"Iya iya takut amat aku ngambil Sena, aku menyadari kesalahanku Ran, aku berhak dihukum, bahkan aku tau aku tak pantas disebut papi oleh putriku sendiri atas keegoisanku," ucap Kevin serius.


Rana diam mendengar ucapan Kevin, meski kasihan tapi dia juga tak ingin mengalah soal ini, karena dia juga sudah terikat janji dengan Sena dan oma opanya karena sebelum meninggal omanya Sena memintanya untuk menjaga Sena.


"Kita bakal sama sama bahagiain Sena pak, Insya Allah," ucap Rana mencoba membuat Kevin tak khawatir dan takut kehilangan Sena.


"Bagaimanapun Sena adalah putri bapak, seharusnya bapaklah yang berhak bersama Sena, tapi saya sudah terlanjur janji sama almarhum bapak dan ibu untuk jagain Sena, begitupun ke Sena pak saya juga sudah berjanji akan selalu jagain dia, saya mohon sama bapak jangan pisahkan saya dengan Sena," ucap Rana memohon.


"Tidak Ran, kamulah yang berhak atasnya, aku malah berterima kasih padamu karena kamu mau berbesar hati menjaga putriku," ucap Kevin, Rana hanya tersenyum.


"Ran, apakah kamu mau menjadi adekku?" tanya Kevin tiba tiba, "Rasanya kurang nyaman jika tak ada hubungan apa apa antara kita tapi kamu mau jagain anakku, kalau aku anggap kamu pengasuh Sena rasanya kok ga etis," usul Kevin biar ada hubungan yang logis antara mereka, Rana mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah bapak, kalau bapak memang sudi punya adek seperti saya," jawab Rana dengan senyum manisnya.


"Kok bapak manggilnya, abang dong," ucap Kevin sambil menggoda adek barunya. Rana tersenyum malu malu.


"Baiklah pak eh bang," jawab Rana.


Kevin dan Rana terlihat malu malu setelah meresmikan hubungan abang adek mereka, kalau boleh jujur Rana malah merasa kurang nyaman dengan ini, entahlah dia juga tak tau kenapa.


....


Sejam berlalu...


Sena bangun dari bobo manisnya, dia menatap Rana yang sedang memainkan ponselnya dibawah kakinya.


"Bunda," panggil Sena.


"Iya sayang, udah bangun cantiknya bunda," balas Rana kemudian dia pun menaruh ponselnya di maja dan menyambut pelukan putrinya.


"Kita dimana bunda?" tanya Sena.


"Dirumah papinya Sena kan," jawab Rana, Sena terlihat masih bingung, Rana pun paham dia langsung memangku buah hatinya ini.


"Bingung ya heeemm, tadi kan kita ikut papi kesini, terus dede bobo," ucap Rana sambil mengelus rambut panjang Sena.


Sepertinya Sena udah ingat, terlihat dia sudah tersenyum.


"Papi ya bunda?" tanya Sena.


"He em, seneng ga ketemu papi?" Rana malah balik bertanya, dia pun ingin tau apakah putrinya ini bahagia bertemu dengan orang tua kandungnya.


"Seneng bunda, papi udaj ga marah," jawab Sena.

__ADS_1


"Iya papi udah baik kan," balas Rana, Sena pun tersenyum dan memeluk bundanya, Kevin datang dengan membawa beberapa mainan yang dipesanya barusan.


"Hay anak manis, papi bawa apa ini," ucap Kevin.


Sena menyambut kedatangan papinya dengan senyum termanisnya, "Wahh," ucap Rana terkagum kagum, karena Kevin membawakan rumah berbie yang cukup besar buat Sena.


"Bagus banget papi," puji Sena.


"Sena suka?" tanya Kevin.


"Suka papi, ini kayak dirumah aunty ya bun," ucapnya manja, ternyata dia mengingat betul apa isi rumah Lusi, mungkin dia juga menginginkanya makanya dia ingat.


"Aunty siapa sayang?" tanya Kevin penasaran.


"Bosnya Rana pak," jawab Rana.


"Oooh, kok pak lagi sih,"


"Ga tau Rana nyaman aja, ga papa kan," jawab Rana.


"Baiklah, suka suka kamu aja, asalkan aku tetap jadi abangmu dan kamu adeku," ucap Kevin lagi.


"Insya Allah," jawab Rana malu malu.


......


Mereka belum meresmikan hubungan mereka sih, tapi signal signal cinta sepertinya semakin gencar mereka berdua kirimkan.


Seperti siang sore ini, Kevin lebih dulu mengirimkan pesan pada wanita yang diincarnya, "Hay lagi ngapain!" kirim Kevin, kemudian Lusi pun membalas,"Biasa lagi dibutik, kamu dimana?".


Kevin pun langsung menghubungi Lusi via phone.


"Hallo," sambut Lusi.


"Aku lagi diBali sayang, aku panggil kamu sayang ga ada yang marah kan?" tanya Kevin basa basi, sebelumnya dia sudah mencari info wanita incaranya ini dari sahabatnya si Kolis.


"Sampai kapan di Bali?" tanya Lusi.


"Semingguanlah, salah satu RS disini butuhin aku sayang, mereka ingin aku bergabung," jawab Kevin.


"Kira kira kamu terima ga?"


"Demi kemanusiaan, kenapa enggak," jawab Kevin yakin.

__ADS_1


"Oke deh, kamu hati hati ya kabari kalau ada apa apa!" tambah Lusi.


"Loh kok kabari emang kenapa?" goda Kevin.


"Eeeeemm, ga tau pokoknya kabari aja," jawab Lusi manja.


"Kalau kamu mau jadi kekasihku, aku mau kabari kamu setiap saat tapi kalau enggak ya enggak," balas Kevin, sepertinya Kevin tak ingin membuang waktunya lagi.


"Hemmm ga romatis nembaknya," goda Lusi.


"Maunya romantis, tunggu aku dateng ketempatmu ya honey," ucap Kevin sambil tersenyum bahagia karena dia sudah yakin bahwa wanita yang diincarnya akan menerima cintanya..


"Hehehe," Lusi jawabnya dengan tawa khasnya.


"Loh kok ketawa, kenapa?"


"Ga papa kamu masih sama seperti yang dulu pak dokter," ucap Lusi.


"Seperti yang dulu gimana!"


"Selalu bisa bikin aku deg degan," jawab Lusi.


"Kamu juga honey, kamu juga bisa bikin aku lupa diri," jawab Kevin, duh mereka kok jadi sweet gini sih, saling menggoda saling jujur dan apa adanya.


Tapo ada sedikit khawatiran dihati Kevin, dia takut Lusi tak bisa menerima putrinya.


......


Rana sedang membantu Sena makan saat Kevin menghampiri mereka, "Hay cantik nya papi," sapa Kevin, Sena tersenyum melihat papinya datang menghampirinya.


"Papi," ucap Sena.


"Ya sayang,"


"Makasih hadiahnya, Sena boleh bawa pulang ga?" tanya Sena.


"Boleh sayang, nanti kapan kapan papi beliin lagi oke, Sena boleh pilih yang Sena mau gimana setuju," ucap Kevin.


"Oke, boleh kan bun?" tanya Sena, karena dari tadi hanya diam dan mendengarkan mereka bicara.


"Boleh asal adek sudah hafal surat An-nas ama Al- fatihah gimana?" ucap Rana memberikan panawaran.


"Siap bunda," jawab Sena bersemangat, Kevin semakin yakin pada ibu sambung Sena ini bahwa dia mampu menjadi ibu yang baik buat putrinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2